Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Parah! Atap Nyaris Roboh dan Plafon Jebol, Begini Potret Sekolah Rusak di Brati Grobogan

Abdul Rokhim • Rabu, 13 Juli 2022 | 16:42 WIB
BAHAYA: Siswa kelas IV SD N I Katekan, Brati, Grobogan, tetap beraktivitas di bawah ruang kelas yang rusak, Selasa (12/7). (EKO SANTOSO/RADAR KUDUS)
BAHAYA: Siswa kelas IV SD N I Katekan, Brati, Grobogan, tetap beraktivitas di bawah ruang kelas yang rusak, Selasa (12/7). (EKO SANTOSO/RADAR KUDUS)
GROBOGAN - Sekolah rusak kembali ditemukan di Kabupaten Grobogan. Kali ini di SDN 1 Katekan, Brati, Grobogan. Kondisinya sangat memprihatinkan. Bagian atap kelas nyaris roboh dan plafon juga jebol. Akibat rusak, dua ruang kelas di sekolah itu pun dikosongkan. Siswa dialihkan ke ruangan lain agar proses belajar mengajar bisa berlangsung. Yakni, dengan menempati ruangan multimedia.

Baca Juga : Miris! Sekolah di Purwodadi ini Rusak Parah, Guru hingga Wali Siswa Iuran Bikin Kelas Sementara

Diberitakan sebelumnya, kondisi ruang kelas di SDN 4 Ngraji di Desa Ngraji, Purwodadi rusak parah. Ada empat ruangan kelas rusak. Yaitu kelas III,IV, V, dan VI. Saat ini, atap dua kelas itu jebol dengan genteng terbuka. Material lainnya juga rawan roboh. Bahkan, guna menampung siswa belajar tatap muka, guru dan wali siswa menyepakati untuk membangun dua ruang kelas di tempat parkir sekolahan dengan iuran pribadi.

Pada awal Juni dua SD juga ditemukan rusak parah. Yaitu SD N 2 Penawangan dan SD N 3 Pilangpayung. Saat itu, Komisi D DPRD Kabupaten Grobogan yang menerima aduan akan mengawal perbaikan melalui anggaran perubahan.

SD Penawangan diketahui rusak sejak 2018. Kerusakannya meliputi prafon ambrol, kerangka atap melengkung, dinding retak, lantai keramik pecah-pecah. Kerusakan terjadi di kelas IV, V, dan VI. Karena kerusakan itu siswa belajar di teras.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus di SDN 1 Katekan, Brati, Grobogan, kerusakan terlihat di ruang kelas III, IV, dan V. Di ruang kelas III rusak pada bagian atap. Kerangka atap miring. Mau roboh. Itu karena tiyang penyangga geser. Beberapa bagian dinding juga tampak retak. Ruangan tersebut terletak di ujung timur. Menghadap ke utara.

Photo
Photo
JEBOL: Kondisi atap salah satu kelas di SDN 1 Katekan, Brati, Grobogan jebol. (EKO SANTOSO/RADAR KUDUS)

Karena tampak parah, ruangan kelas tiga itu dikosongkan sejak lima tahun belakangan. Kini tampak seperti gudang. Di dalamnya berisi kursi dan meja yang bertumpuk dan rusak. Siswa pun dialihkan ke ruang kelas pada bangunan sebelah barat. Menghadap ke Timur. Berdekatan dengan ruangan kelas IV dan V.

Dua ruang kelas lainnya yang rusak yakni kelas IV dan kelas V. Pada dua ruangan ini kerusakan tampak pada bagian atap. Plafon-plafon pada dua kelas ini jebol.
Takut ada reruntuhan yang menimpa murid, kelas V dikosongkan sejak awal masuk semester ini. Mereka dialihkan ke ruangan yang lebih layak. Yang semula menjadi ruangan multimedia.

Sementara, ruang kelas IV masih dipakai hingga sekarang. Ada delapan siswa yang belajar di bawah ruangan degan plafon yang rusak itu. Keterbatasan ruang membuat pihak sekolah tak bisa memindahkan siswa.

Guru Kelas IV Ngatmin menyebu, ruang-ruang kelas di sekolah tersebut merupakan bangunan lawas. Sehingga mayoritas rusak. Memang ada pembangunan tiga ruang yang lebih representatif. Tetapi itu dipakai untuk ruang guru, ruang kelas VI dan multimedia.

"Kalau yang multimedia kini jadi ruang kelas V. Soalnya kasihan anak-anak kalau ada apa-apa. Kan ruangan semula rusak. Jadi dialihkan saja," jelasnya.

Photo
Photo
NYARIS ROBOH: Kondisi salah satu kelas di SDN 1 Katekan, Brati, Grobogan yang nyaris roboh karena penyangga atap sudah lapuk termakan usia. (EKO SANTOSO/RADAR KUDUS)

Menurutnya, atas kerusakan-kerusakan ruang kelas itu pihaknya sudah diminta mengajukan perbaikan. Tetapi hingga kini belum ada realisasi perbaikan.

"Soal siswa yang dipindah, karena ketika saya mengajar waktu itu kadang ada plafon-plafon yang runtuh. Jadi daripada nanti malah kejadian menimpa siswa, makanya itu kelas V dipindah," paparnya.

Untuk kelas V menurutnya ada 12 siswa. Sementara kelas IV ada delapan murid. Dan secara keseluruhan ada 84 siswa di SD N 1 Katekan. (tos/zen) Editor : Abdul Rokhim
#sdn 1 katekan #sekolah rusak grobogan #grobogan #sekolah rusak #sdn 1 katekan brati grobogan