Hingga kemarin, program kegiatan tersebut yang masih berjalan tinggal empat paket. Keempatnya yakni pembuatan roti dan kue, praktikal office advance (komputer), menjahit pakaian wanita dewasa, dan audio video. Pembuatan roti dan kue direncanakan selesai 3 Juli, sedangkan tiga lainnya selesai 22 Juli.
Kepala UPTD BLK Grobogan Widodo mengungkapkan, 18 paket kegiatan tersebut diikuti total oleh 288 peserta sejak Februari hingga Juli. Sedangkan, untuk Agustus hingga akhir tahun sudah tidak ada kegiatan yang bersumber dari APBN.
”Dari 18 paket kegiatan itu, anggarannya sekitar Rp 1 Milyar. Untuk Agustus sampai akhir tahun nanti rencananya ada pelatihan, tapi khusus petani tembakau. Karena anggarannya dari DBHCT (dana bagi hasil cukai dan tembakau) melalui APBD,” tuturnya kemarin.
Pelaksanaannya pun tidak di gedung BLK Grobogan, namun di desa tujuan. Widodo menyebut, anggaran untuk program tersebut sekitar Rp 300 juta. Harapannya, melalui kegiatan pelatihan ini para keluarga petani tembakau bisa memiliki kompetensi kerja lainnya di luar bidang pertanian tembakau. Sehingga para keluarga petani tembakau bisa memiliki ketrampilan usaha mandiri untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga mereka.
Adapun jenis pelatihan yang akan diberikan melalui program kegiatan tersebut yakni menjahit tingkat mahir, pembuatan konten YouTube, pembuatan roti dan kue, practical office advance, servis kulkas dan servis ringan sepeda motor injeksi.
Selain program yang disebutkan di atas, BLK Grobogan juga telah menggelar pelatihan pembuatan hiasan busana dengan mesin bordir manual, service sepeda motor konvensional, pemeliharan dan perbaikan AC untuk rumah tangga, perakitan komputer, dan beberapa kegiatan lain. Editor : Ali Mustofa