alexametrics
24.3 C
Kudus
Monday, June 27, 2022

Ngaku Wartawan, Warga Grobogan Peras Perangkat Desa Minta Rp 75 Juta

GROBOGAN – Satreskrim Polres Grobogan bersama Saberpungli Grobogan berhasil mengamankan Markibi (48), warga Desa Gaji, Kecamatan Tegowanu sebagai tersangka kasus pemerasan kepada perangkat desa setempat. Pelaku yang mengaku sebagai wartawan Police Wach ini memeras Rojikan (44) perangkat desa setempat dengan ancaman akan dilaporkan ke Polda Jawa Tengah dari program PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) tahun 2018 lalu.

Kapolres Grobogan AKBP Benny Setyowadi mengatakan, penangakapan kepada tersangka berawal dari laporan korban atas pemerasan yang dilakukan tersangka. Yakni pada Kamis 23 Desember 2021 korban mendapatkan ancaman dari tersangka akan melaporkan program PTSL di Desa Gaji, Kecamatan Tegowanu tahun 2018 yang telah selesai kepada Polda Jawa Tengah.

”Tersangka ini meminta kepada korban agar menyerahkan uang sebesar Rp 75 juta. Jika tidak diberi program PTSL dilaporkan ke Polda Jawa Tengah,” kata AKBP Benny Setyowadi.

Baca Juga :  Tutup Dua Tahun, Perpusda Grobogan Dibuka Bertahap

Dengan ancaman tersebut, korban memberikan uang kepada tersangka pada Sabtu tanggal 25 Desember 2021 sebesar Rp 20 juta. Kemudian meminta kembali pada Minggu tanggal 26 Desember 2021 sebesar Rp 10 juta dengan menyerahkan di rumah tersangka. Selanjutnya pada Selasa 28 Desember 2021 tersangka meminta lagi kekurangan dari total permintaan Rp 75 juta.

”Dari permintaan itu, korban hanya bisa memberikan Rp 20 juta. Uang itu dari hasil meggadaikan sawahnya karena diberikan waktu sampai 6 Januari 2021 untuk dilunasi. Tersangka juga meneror korban dengan menelpon dan pesan singkat WA hingga korban ketakutan,” tambak Kapolres. (mun)






Reporter: Sirojul Munir

GROBOGAN – Satreskrim Polres Grobogan bersama Saberpungli Grobogan berhasil mengamankan Markibi (48), warga Desa Gaji, Kecamatan Tegowanu sebagai tersangka kasus pemerasan kepada perangkat desa setempat. Pelaku yang mengaku sebagai wartawan Police Wach ini memeras Rojikan (44) perangkat desa setempat dengan ancaman akan dilaporkan ke Polda Jawa Tengah dari program PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) tahun 2018 lalu.

Kapolres Grobogan AKBP Benny Setyowadi mengatakan, penangakapan kepada tersangka berawal dari laporan korban atas pemerasan yang dilakukan tersangka. Yakni pada Kamis 23 Desember 2021 korban mendapatkan ancaman dari tersangka akan melaporkan program PTSL di Desa Gaji, Kecamatan Tegowanu tahun 2018 yang telah selesai kepada Polda Jawa Tengah.

”Tersangka ini meminta kepada korban agar menyerahkan uang sebesar Rp 75 juta. Jika tidak diberi program PTSL dilaporkan ke Polda Jawa Tengah,” kata AKBP Benny Setyowadi.

Baca Juga :  Gencar Bagikan Masker ke Masyarakat

Dengan ancaman tersebut, korban memberikan uang kepada tersangka pada Sabtu tanggal 25 Desember 2021 sebesar Rp 20 juta. Kemudian meminta kembali pada Minggu tanggal 26 Desember 2021 sebesar Rp 10 juta dengan menyerahkan di rumah tersangka. Selanjutnya pada Selasa 28 Desember 2021 tersangka meminta lagi kekurangan dari total permintaan Rp 75 juta.

”Dari permintaan itu, korban hanya bisa memberikan Rp 20 juta. Uang itu dari hasil meggadaikan sawahnya karena diberikan waktu sampai 6 Januari 2021 untuk dilunasi. Tersangka juga meneror korban dengan menelpon dan pesan singkat WA hingga korban ketakutan,” tambak Kapolres. (mun)






Reporter: Sirojul Munir

Most Read

Artikel Terbaru

/