alexametrics
23.8 C
Kudus
Saturday, May 28, 2022

Diresmikan, ITB Muhammadiyah Grobogan Buka Tiga Prodi Baru 

GROBOGAN – Institut Tegnologi dan Bisnis (ITB) Muhammadiyah Grobogan dilaunching dan diresmikan di Pendopo Kabupaten, Selasa (30/3). Perguruan Tinggi Muhammadiyah pertama di Kabupaten Grobogan tersebut diresmikan Agung Danarto dari pengurus PP Muhammadiyah disaksikan Bupati Sri Sumarni, anggota DPR RI Edy Wuryanto, ketua PDM Muhammadiyah Grobogan Jati Purnomo, Forkopinda.

Ketua BPA Muhammadiyah Grobogan Rosyidi mengatakan, peresmian ITB MG dibuka untuk membantu warga Kabupaten Grobogan bisa kuliah di Perguruan Tinggi dan menyiapkan lulusan jadi pekerja. Namun, juga bisa menciptakan orang-orang yang membuat pekerjaan.

”Ada tiga jurusa prodi kami buka. Yaitu Bisnis digital, sains digital, management ritel. Harapanya nanti lulusanya jadi interpreuner,” kata Rosyidi.


Dijelaskan, lulusan dari ITB MG diharapkan tidak hanya orang bisa bekerja. Namun, bisa memberikan pekerjaan dan memberikan upah. Yakni menjadi cita-cita ke depan dengan membuka program studi bisnis digital, sains data dan manajemen ritel. Program sains data ini di Jawa Tengah baru ada tiga perguruan tinggi yang buka. Universitas Satya wacana Salatiga, Telkom Purwokerto serta ketiga baru ITB MG. Sedangkan di Indonesia baru ada lima.

SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS

Sementara untuk manajement ritel baru tiga. Di antaranya di ITB Muhammadiyah Purbalingga, ITesa Semarang dan ITB MG.

”Adanya pembukaan ITB MG ini bisa kita upayakan maksimal untuk kepentingan masyarakat yang ada,” ujarnya.

Anggota DPR RI Edy Wuryanto berharap ITB UGM bisa menjadikan jurusan baru tiga tersebut bisa menciptakan enterpreuner baru. Sehingga bisa menjadi unggulan tidak hanya di Jawa Tengah tetapi sampai tingkat nasional.

”Perguruan tinggi bisa hebat jika dosen ya juga harus hebat. Sebagian besar dosen harus doktor,” ujarnya.

Baca Juga :  Cuaca Buruk, Anggota Polsek Grobogan Bantu Warga Bersihkan Pohon Tumbang

Bupati Sri Sumarni mengatakan, ITB MG bisa meningkatkan kualitas sumber daya manusia kabupaten Grobogan. Sehingga keberadaanya bisa berperan dalam SDM yang unggul

”Kabupaten Grobogan memilki 137 SMA MA dan SMK. Setiap tahun ada 14 ribu lulusan siswa. Saya mengharapkan bisa meneruskan kuliyah di perguruan tinggi,” ujarnya.

Saat ini Kabupaten Grobogan ada beberapa universitas, sekolah tinggi yang telah buka. Dengan dibukanya ITB MG bisa menjadikan pilihan lain selain perguruan tinggi yang sudah ada.

”Semakin banyak dibuka Universitas baru maka akan menambah pilihan kuliah di daerah sendiri. Bahkan bisa narik daerah lain,” terang dia.

Sri Sumarni berharap agar ITB MG bisa membuka fakultas pertanian. Sebab, mayoritas warga Grobogan sebagai petani. Sehingga bisa membuka tegnoog pertanian baru.

Dimana dalam hasil pertanian padi, jagung, kedelai kabupaten Grobogan nomor satu di Indonesia.

Pengarah PP Muhammadiyah Agung Dananto mengatakan, prodi ITB MG yang dibuka merupakan tegnologi yang dibutuhkan masa depan. Saat ini di Jawa Tengah Muhammadiyah mempunyai 25 perguruan tinggi. Sepuluh diantaranya sudah universitas. Sedangkan perguruan tinggi Muhammadiyah se Indonesia ada 176 universitas.

”Tantangan ke depan untuk ITB MG harus mendapatkan 5 ribu mahasiswa dalam 10 tahun.Jika tidak dapatmaka jadi beban perserikatan. Resikonya nanti dimarger lagi,” terang dia.

Menurutnya ITB MG di Kabupaten Grobogan merupakan distribusi Muhammadiyah kepada daerah. Disamping jumlah tuntutan minimal 5 ribu mahasiswa, maka tenaga pengajar harus diperhatikan secara serius. Terutama agar dosenya bisa bergelar doktor. (mun)






Reporter: Sirojul Munir

GROBOGAN – Institut Tegnologi dan Bisnis (ITB) Muhammadiyah Grobogan dilaunching dan diresmikan di Pendopo Kabupaten, Selasa (30/3). Perguruan Tinggi Muhammadiyah pertama di Kabupaten Grobogan tersebut diresmikan Agung Danarto dari pengurus PP Muhammadiyah disaksikan Bupati Sri Sumarni, anggota DPR RI Edy Wuryanto, ketua PDM Muhammadiyah Grobogan Jati Purnomo, Forkopinda.

Ketua BPA Muhammadiyah Grobogan Rosyidi mengatakan, peresmian ITB MG dibuka untuk membantu warga Kabupaten Grobogan bisa kuliah di Perguruan Tinggi dan menyiapkan lulusan jadi pekerja. Namun, juga bisa menciptakan orang-orang yang membuat pekerjaan.

”Ada tiga jurusa prodi kami buka. Yaitu Bisnis digital, sains digital, management ritel. Harapanya nanti lulusanya jadi interpreuner,” kata Rosyidi.

Dijelaskan, lulusan dari ITB MG diharapkan tidak hanya orang bisa bekerja. Namun, bisa memberikan pekerjaan dan memberikan upah. Yakni menjadi cita-cita ke depan dengan membuka program studi bisnis digital, sains data dan manajemen ritel. Program sains data ini di Jawa Tengah baru ada tiga perguruan tinggi yang buka. Universitas Satya wacana Salatiga, Telkom Purwokerto serta ketiga baru ITB MG. Sedangkan di Indonesia baru ada lima.

SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS

Sementara untuk manajement ritel baru tiga. Di antaranya di ITB Muhammadiyah Purbalingga, ITesa Semarang dan ITB MG.

”Adanya pembukaan ITB MG ini bisa kita upayakan maksimal untuk kepentingan masyarakat yang ada,” ujarnya.

Anggota DPR RI Edy Wuryanto berharap ITB UGM bisa menjadikan jurusan baru tiga tersebut bisa menciptakan enterpreuner baru. Sehingga bisa menjadi unggulan tidak hanya di Jawa Tengah tetapi sampai tingkat nasional.

”Perguruan tinggi bisa hebat jika dosen ya juga harus hebat. Sebagian besar dosen harus doktor,” ujarnya.

Baca Juga :  Usai Dilantik, Karang Taruna Grobogan Tancap Gas Jalankan Program

Bupati Sri Sumarni mengatakan, ITB MG bisa meningkatkan kualitas sumber daya manusia kabupaten Grobogan. Sehingga keberadaanya bisa berperan dalam SDM yang unggul

”Kabupaten Grobogan memilki 137 SMA MA dan SMK. Setiap tahun ada 14 ribu lulusan siswa. Saya mengharapkan bisa meneruskan kuliyah di perguruan tinggi,” ujarnya.

Saat ini Kabupaten Grobogan ada beberapa universitas, sekolah tinggi yang telah buka. Dengan dibukanya ITB MG bisa menjadikan pilihan lain selain perguruan tinggi yang sudah ada.

”Semakin banyak dibuka Universitas baru maka akan menambah pilihan kuliah di daerah sendiri. Bahkan bisa narik daerah lain,” terang dia.

Sri Sumarni berharap agar ITB MG bisa membuka fakultas pertanian. Sebab, mayoritas warga Grobogan sebagai petani. Sehingga bisa membuka tegnoog pertanian baru.

Dimana dalam hasil pertanian padi, jagung, kedelai kabupaten Grobogan nomor satu di Indonesia.

Pengarah PP Muhammadiyah Agung Dananto mengatakan, prodi ITB MG yang dibuka merupakan tegnologi yang dibutuhkan masa depan. Saat ini di Jawa Tengah Muhammadiyah mempunyai 25 perguruan tinggi. Sepuluh diantaranya sudah universitas. Sedangkan perguruan tinggi Muhammadiyah se Indonesia ada 176 universitas.

”Tantangan ke depan untuk ITB MG harus mendapatkan 5 ribu mahasiswa dalam 10 tahun.Jika tidak dapatmaka jadi beban perserikatan. Resikonya nanti dimarger lagi,” terang dia.

Menurutnya ITB MG di Kabupaten Grobogan merupakan distribusi Muhammadiyah kepada daerah. Disamping jumlah tuntutan minimal 5 ribu mahasiswa, maka tenaga pengajar harus diperhatikan secara serius. Terutama agar dosenya bisa bergelar doktor. (mun)






Reporter: Sirojul Munir

Most Read

Artikel Terbaru

/