alexametrics
23.5 C
Kudus
Thursday, July 7, 2022

Penganiayaan Maut Bocah di Grobogan, Polisi Klarifikasi Teman Korban

GROBOGAN – Satreskrim Polres Grobogan menerima laporan aduan dari orang tua korban Pujiyanto atas dugaan penganiayaan terhadap anaknya Serli Margareta, 12, hingga meninggal dunia.  Laporan tersebut ditindaklanjuti dan melakukan klarifikasi kepada saksi dari teman korban.

”Kami sudah menerima laporan dari orang tua korban dugaan penganiayaan hingga meninggal dunia. Yang dilaporkan Polres Grobogan pada Senin malam 27 Desember 2021,” kata Kasatreskrim Polres Grobogan AKP Andriyansah Rithas Hasibuan.

Aduan yang dilaporkan ke SPKT Polres Grobogan terkait dengan adanya aduan terkait anaknya meninggal akibat dari penganiayaan. Saat ini pihak kepolisian masih dalam pendalaman untuk penyelidikan kasus tersebut.


”Saat ini kami mendalami. Apa betul korban penganiayaan. Kami lakukan penyelidikan saksi saksi termasuk saksi dari teman korban dan saksi lainya dari kejadian waktu penganiayaan,” ujarnya.

Klarifikasi saksi dari korban ini, di antaranya teman korban, tempat menggelar ulang tahun, sekolah, teman sekolah dan termasuk bidan desa tukang pijat yang mengobati korban.

”Kasus ini terus kami selidiki dan saat ini masih klarifikasi teman teman korban,” terang dia.

Sebelumnya, Pujiyantao orang tua Serli Margareta, 12, warga Dusun Pondok, Desa Karangrejo, Kecamatan Grobogan korban penganiayaan meninggal dunia setelah mengalami sakit dan dibawa ke rumah sakit. Siswi kelas enam tersebut meninggal pada Rabu (22/12) lalu dengan banyak luka lebam dan lukanya tidak wajar.

Pujiyanto orang tua korban melaporkan kejadian tersebut pada Senin (27/12) kemarin ke Polres Grobogan. Hal itu, desakan dari saudaranya dan warga kematian anaknya tidak wajar dengan banyak luka lebam.

Baca Juga :  Pemkab Grobogan Gelontorkan Rp 4,2 M untuk Bangun Delapan Titik Jalan, Ini Daftarnya

”Kami sudah mengikhlaskan kepergian putri kami. Tetapi keluarga besar tidak terima karena di badan dan alam kelamin ada luka lebam,” kata Pujiyanto usai melaporkan kejadian tersebut Senin malam.

Pelaporan kasus tersebut dilakukan setelah empat hari anaknya dimakamkan. Korban merupakan anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Pujiyanto dan Sri Martini. Dia mengatakan, sebelum meninggal, Minggu(19/12) putrinya masih sempat datang ke acara ulang tahun temannya di Jatipohon.

Setelah sampai ke rumah, korban merasa tidak enak badan dan langsung diperiksakan ke bidan setempat. Kemudian pada hari Senin (20/12) putrinya tidak sadarkan diri dan sering mengigau disakiti tiga orang teman sekolahnya.

”Jadi putri saya tidak sadarkan diri, dia selalu menyebut tiga nama dalam igauannya,” aku dia.

Dalam penuturunya, Pujiyanto menyebutkan luka lebam di tubuh anaknya. Yaitu di tangan, dada, perut dan alat kelamin.  Meski demikian, sebelumnya sempat membuat pernyataan bahwa sudah menerima kematian putrinya. Kemudian keluarga korban bersama kuasa hukumnya  melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Grobogan, Senin(27/12) sore.

”Dari saya sudah mengikhlaskan. Tetapi desakan keluarga besar kami dari Toroh tidak terima atas kematian anak saya. Kami melanjutkan ke jalur hukum dan berharap pihak ke kepolisian segera mengungkap kasus kematian anak saya,” tandasnya. (mun/him)






Reporter: Sirojul Munir

GROBOGAN – Satreskrim Polres Grobogan menerima laporan aduan dari orang tua korban Pujiyanto atas dugaan penganiayaan terhadap anaknya Serli Margareta, 12, hingga meninggal dunia.  Laporan tersebut ditindaklanjuti dan melakukan klarifikasi kepada saksi dari teman korban.

”Kami sudah menerima laporan dari orang tua korban dugaan penganiayaan hingga meninggal dunia. Yang dilaporkan Polres Grobogan pada Senin malam 27 Desember 2021,” kata Kasatreskrim Polres Grobogan AKP Andriyansah Rithas Hasibuan.

Aduan yang dilaporkan ke SPKT Polres Grobogan terkait dengan adanya aduan terkait anaknya meninggal akibat dari penganiayaan. Saat ini pihak kepolisian masih dalam pendalaman untuk penyelidikan kasus tersebut.

”Saat ini kami mendalami. Apa betul korban penganiayaan. Kami lakukan penyelidikan saksi saksi termasuk saksi dari teman korban dan saksi lainya dari kejadian waktu penganiayaan,” ujarnya.

Klarifikasi saksi dari korban ini, di antaranya teman korban, tempat menggelar ulang tahun, sekolah, teman sekolah dan termasuk bidan desa tukang pijat yang mengobati korban.

”Kasus ini terus kami selidiki dan saat ini masih klarifikasi teman teman korban,” terang dia.

Sebelumnya, Pujiyantao orang tua Serli Margareta, 12, warga Dusun Pondok, Desa Karangrejo, Kecamatan Grobogan korban penganiayaan meninggal dunia setelah mengalami sakit dan dibawa ke rumah sakit. Siswi kelas enam tersebut meninggal pada Rabu (22/12) lalu dengan banyak luka lebam dan lukanya tidak wajar.

Pujiyanto orang tua korban melaporkan kejadian tersebut pada Senin (27/12) kemarin ke Polres Grobogan. Hal itu, desakan dari saudaranya dan warga kematian anaknya tidak wajar dengan banyak luka lebam.

Baca Juga :  Pembunuhan Sadis Wanita Telanjang di Hutan Grobogan Dipicu Api Cemburu

”Kami sudah mengikhlaskan kepergian putri kami. Tetapi keluarga besar tidak terima karena di badan dan alam kelamin ada luka lebam,” kata Pujiyanto usai melaporkan kejadian tersebut Senin malam.

Pelaporan kasus tersebut dilakukan setelah empat hari anaknya dimakamkan. Korban merupakan anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Pujiyanto dan Sri Martini. Dia mengatakan, sebelum meninggal, Minggu(19/12) putrinya masih sempat datang ke acara ulang tahun temannya di Jatipohon.

Setelah sampai ke rumah, korban merasa tidak enak badan dan langsung diperiksakan ke bidan setempat. Kemudian pada hari Senin (20/12) putrinya tidak sadarkan diri dan sering mengigau disakiti tiga orang teman sekolahnya.

”Jadi putri saya tidak sadarkan diri, dia selalu menyebut tiga nama dalam igauannya,” aku dia.

Dalam penuturunya, Pujiyanto menyebutkan luka lebam di tubuh anaknya. Yaitu di tangan, dada, perut dan alat kelamin.  Meski demikian, sebelumnya sempat membuat pernyataan bahwa sudah menerima kematian putrinya. Kemudian keluarga korban bersama kuasa hukumnya  melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Grobogan, Senin(27/12) sore.

”Dari saya sudah mengikhlaskan. Tetapi desakan keluarga besar kami dari Toroh tidak terima atas kematian anak saya. Kami melanjutkan ke jalur hukum dan berharap pihak ke kepolisian segera mengungkap kasus kematian anak saya,” tandasnya. (mun/him)






Reporter: Sirojul Munir

Most Read

Artikel Terbaru

/