alexametrics
31.8 C
Kudus
Tuesday, July 26, 2022

Direfocusing, Jampersal Tak Bisa Lagi Dipakai untuk Biayai Persalinan

GROBOGAN – Mulai tahun depan Jaminan persalinan (Jampersal) tak lagi bisa dipakai untuk membiayai persalinan. Hal ini lantaran terdapat pemangkasan dana alokasi khusus (DAK) senilai Rp 2,9 miliar. Penggunaannya tak lagi digunakan untuk membiayai persalinan warga tidak mampu, namun hanya untuk biaya transportasi persalinan.

”Alokasi awal untuk Jampersal di Grobogan senilai Rp 3,4 miliar. Dengan pemangkasan ini diperkirakan tahun depan hanya menerima sekitar Rp 500 juta,” jelas Kepala Dinkes Grobogan Slamet Widodo.

Diungkapkan, jika beberapa tahun ini ibu hamil dari kalangan masyarakat kurang mampu dapat memohon Jampersal. Tahun depan sudah tak bisa didapat. ”Puskesmas melalui bidan desa (bides) harus mendata ibu hamil tidak mampu agar memiliki JKN-KIS atau BPJS Kesehatan. Sehingga tercover di sana. Kami memastikan tidak ada ibu bersalin yang kesulitan pembiayaan,” tegasnya.


Menurut Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Agus Setijorini mengatakan, penggunaan jampersal ke depan tidak dipergunaan untuk membiayai persalinan warga tidak mampu dan Rumah Tunggu Kelahiran (RTK). Melainkan untuk biaya transportasi persalinan.

Baca Juga :  Vaksinasi ODGJ di Grobogan Masih Rendah, Dinkes bakal Lakukan Ini

Meski di daerah lain dialihkan ke RTK, di Kabupaten Grobogan dipakai untuk biaya transportasi persalinan. Hal itu lantaran selama ini kegunaan RTK di Kabupaten Grobogan tidak sesuai dengan peruntukkannya.

Diketahui, ada enam RTK di Kabupaten Grobogan menyebar di Kecamatan Purwodadi yang dihibahkan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kecamatan Tegowanu dipakai untuk perkantoran dan Kecamatan Godong tidak ditempati.

Sedangkan yang dimanfaatkan untuk peruntukkannya hanya ada dua di Kecamatan Geyer, namun di kecamatan tersebut juga ada satu yang dipakai untuk ruang isolasi Covid-19. ”Karena tidak optimalnya kegunaan RTK. Maka anggaran Jampersal digunakan untuk biaya transportasi persalinan senilai Rp 549 juta,” ungkapnya. (him)






Reporter: Intan Maylani Sabrina

GROBOGAN – Mulai tahun depan Jaminan persalinan (Jampersal) tak lagi bisa dipakai untuk membiayai persalinan. Hal ini lantaran terdapat pemangkasan dana alokasi khusus (DAK) senilai Rp 2,9 miliar. Penggunaannya tak lagi digunakan untuk membiayai persalinan warga tidak mampu, namun hanya untuk biaya transportasi persalinan.

”Alokasi awal untuk Jampersal di Grobogan senilai Rp 3,4 miliar. Dengan pemangkasan ini diperkirakan tahun depan hanya menerima sekitar Rp 500 juta,” jelas Kepala Dinkes Grobogan Slamet Widodo.

Diungkapkan, jika beberapa tahun ini ibu hamil dari kalangan masyarakat kurang mampu dapat memohon Jampersal. Tahun depan sudah tak bisa didapat. ”Puskesmas melalui bidan desa (bides) harus mendata ibu hamil tidak mampu agar memiliki JKN-KIS atau BPJS Kesehatan. Sehingga tercover di sana. Kami memastikan tidak ada ibu bersalin yang kesulitan pembiayaan,” tegasnya.

Menurut Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Agus Setijorini mengatakan, penggunaan jampersal ke depan tidak dipergunaan untuk membiayai persalinan warga tidak mampu dan Rumah Tunggu Kelahiran (RTK). Melainkan untuk biaya transportasi persalinan.

Baca Juga :  Hujan Deras Disertai Angin, Dua Rumah di Grobogan Rusak Tertimpa Pohon

Meski di daerah lain dialihkan ke RTK, di Kabupaten Grobogan dipakai untuk biaya transportasi persalinan. Hal itu lantaran selama ini kegunaan RTK di Kabupaten Grobogan tidak sesuai dengan peruntukkannya.

Diketahui, ada enam RTK di Kabupaten Grobogan menyebar di Kecamatan Purwodadi yang dihibahkan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kecamatan Tegowanu dipakai untuk perkantoran dan Kecamatan Godong tidak ditempati.

Sedangkan yang dimanfaatkan untuk peruntukkannya hanya ada dua di Kecamatan Geyer, namun di kecamatan tersebut juga ada satu yang dipakai untuk ruang isolasi Covid-19. ”Karena tidak optimalnya kegunaan RTK. Maka anggaran Jampersal digunakan untuk biaya transportasi persalinan senilai Rp 549 juta,” ungkapnya. (him)






Reporter: Intan Maylani Sabrina

Most Read

Artikel Terbaru

/