alexametrics
24 C
Kudus
Sunday, July 3, 2022

Bupati Grobogan Minta Pemerintah Jangan Ada Impor Jagung

GROBOGAN – Bupati Grobogan Sri Sumarni memohon kepada Menteri Pertanian (Mentan) Syahirul Yasin Limpo (SYL) agar pemerintah tidak mengimpor jagung. Hal itu disampaikan Bupati Sri saat mentan SYL panen jagung di Desa Banjarsari, Kradenan, Grobogan, kemarin.

”Jangan impor Pak Menteri. Baru dengar ada impor saja harga (jagung, Red) langsung jatuh. Jangan mohon tidak ada impor jagung. Kami bisa lihat di Desa Banjarsari ini dikelilingi tanaman jagung siap panen di September sampai akhir tahun,” ujar Sri Sumarni di hadapan mentan SYL.

Mendengar permohonan itu, Mentan SYL mengaku tidak akan impor jagung. Karena ketersediaan jagung dalam negeri aman. Sebab jagung merupakan komoditas yang mudah ditanam di seluruh daerah Indonesia.


”Saya perintah para Dirjen untuk turun validasi. Terbukti hasilnya jagung kita ada. Bahwa kemudian ada kenaikan harga, itu lain persoalan. Sekali-sekali petani jagung menikmati untung,” terang dia.

Terkait polemik data jagung, dia menjamin validitas data yang keluarkan pemerintah atau digunakan Kementan karena dihasilkan mulai dari proses standing crop, pemantauan melalui agriculture war room atau melalui satelit dan berdasarkan laporan pemerintah daerah serta data telah disinkronkan dengan BPS.

Mentan akan terus meningkatkan produksi jagung khususnya untuk mencukupi kebutuhan pakan ternak secara nasional. Ia meminta agar semua pihak termasuk perusahaan pakan untuk menyerap jagung dari petani lokal secara maksimal. Selain itu, juga masalah penangangan pasca-panen yang optimal agar jagung petani dapat terserap dengan harga yang bagus.

”Penanganan pasca-panen pun penting agar petani cepat menanam kembali. Lahan tidak boleh kita biarkan menganggur. Justru lahan jagung harus semakin bertambah dan produktivitasnya pun naik,” tandasnya.

Baca Juga :  Operasi Lilin Candi di Grobogan Tetap Gunakan Prokes

Bupati Grobogan Sri Sumarni menambahkan Kabupaten Grobogan salah satu lumbung pangan Provinsi Jawa Tengah. Untuk jagung, perkiraan luas panen 2021 mencapai 121.200 hektare dengan produksi 783.700 ton. Sehingga ketersediaan jagung di Grobogan siap memasok kebutuhan pakan ternak.

Dijelaskan, luas panen Kabupaten Grobogan pada September ini 27.432 hektare. Produksinya sebesar 126.592 ton dan Oktober seluas 8.712 hektare dengan produksi 40.201 ton. Harga jagung dengan kadar air 17 persen sebesar Rp 5.000 per Kg dan kadar air 30 persen Rp 3.500 hingga Rp 4.000 per Kg.

”Keberhasilan ini atas bantuan dari Kementerian Pertanian. Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo atas dukungan dan bantuan berupa benih, pupuk dan bantuan prasaran dan sarana lainnya,” ujarnya.

Sri Sumarni menambahkan, daerah di Kabupaten Grobogan sebagai sentra jagung tersebar di  Kecamatan Pulokulon 6.812 hektare, Kradenan 3.561 hektare, Geyer 3.506 hektare, Gabus 3.126 hektare dan Toroh 2.048 hektare. Selain hasil panen petani, stok jagung Grobogan terdapat di tiga pabrik pakan sebanyak 32.265 ton.

Dalam acara tersebut, Mentan SYL menyaksikan penandatangan nota kesepahaman antara Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan dengan PT. Datu Nusra Agribisnis selaku pelaku usaha tentang kemitraan penyediaan stok jagung pakan ternak. Nota kesepahaman ini bertujuan kerja sama dalam penyediaan stok jagung untuk pakan ternak sehingga pasokan jagung ke peternak benar-benar terjamin. (zen)






Reporter: Sirojul Munir

GROBOGAN – Bupati Grobogan Sri Sumarni memohon kepada Menteri Pertanian (Mentan) Syahirul Yasin Limpo (SYL) agar pemerintah tidak mengimpor jagung. Hal itu disampaikan Bupati Sri saat mentan SYL panen jagung di Desa Banjarsari, Kradenan, Grobogan, kemarin.

”Jangan impor Pak Menteri. Baru dengar ada impor saja harga (jagung, Red) langsung jatuh. Jangan mohon tidak ada impor jagung. Kami bisa lihat di Desa Banjarsari ini dikelilingi tanaman jagung siap panen di September sampai akhir tahun,” ujar Sri Sumarni di hadapan mentan SYL.

Mendengar permohonan itu, Mentan SYL mengaku tidak akan impor jagung. Karena ketersediaan jagung dalam negeri aman. Sebab jagung merupakan komoditas yang mudah ditanam di seluruh daerah Indonesia.

”Saya perintah para Dirjen untuk turun validasi. Terbukti hasilnya jagung kita ada. Bahwa kemudian ada kenaikan harga, itu lain persoalan. Sekali-sekali petani jagung menikmati untung,” terang dia.

Terkait polemik data jagung, dia menjamin validitas data yang keluarkan pemerintah atau digunakan Kementan karena dihasilkan mulai dari proses standing crop, pemantauan melalui agriculture war room atau melalui satelit dan berdasarkan laporan pemerintah daerah serta data telah disinkronkan dengan BPS.

Mentan akan terus meningkatkan produksi jagung khususnya untuk mencukupi kebutuhan pakan ternak secara nasional. Ia meminta agar semua pihak termasuk perusahaan pakan untuk menyerap jagung dari petani lokal secara maksimal. Selain itu, juga masalah penangangan pasca-panen yang optimal agar jagung petani dapat terserap dengan harga yang bagus.

”Penanganan pasca-panen pun penting agar petani cepat menanam kembali. Lahan tidak boleh kita biarkan menganggur. Justru lahan jagung harus semakin bertambah dan produktivitasnya pun naik,” tandasnya.

Baca Juga :  Operasi Lilin Candi di Grobogan Tetap Gunakan Prokes

Bupati Grobogan Sri Sumarni menambahkan Kabupaten Grobogan salah satu lumbung pangan Provinsi Jawa Tengah. Untuk jagung, perkiraan luas panen 2021 mencapai 121.200 hektare dengan produksi 783.700 ton. Sehingga ketersediaan jagung di Grobogan siap memasok kebutuhan pakan ternak.

Dijelaskan, luas panen Kabupaten Grobogan pada September ini 27.432 hektare. Produksinya sebesar 126.592 ton dan Oktober seluas 8.712 hektare dengan produksi 40.201 ton. Harga jagung dengan kadar air 17 persen sebesar Rp 5.000 per Kg dan kadar air 30 persen Rp 3.500 hingga Rp 4.000 per Kg.

”Keberhasilan ini atas bantuan dari Kementerian Pertanian. Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo atas dukungan dan bantuan berupa benih, pupuk dan bantuan prasaran dan sarana lainnya,” ujarnya.

Sri Sumarni menambahkan, daerah di Kabupaten Grobogan sebagai sentra jagung tersebar di  Kecamatan Pulokulon 6.812 hektare, Kradenan 3.561 hektare, Geyer 3.506 hektare, Gabus 3.126 hektare dan Toroh 2.048 hektare. Selain hasil panen petani, stok jagung Grobogan terdapat di tiga pabrik pakan sebanyak 32.265 ton.

Dalam acara tersebut, Mentan SYL menyaksikan penandatangan nota kesepahaman antara Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan dengan PT. Datu Nusra Agribisnis selaku pelaku usaha tentang kemitraan penyediaan stok jagung pakan ternak. Nota kesepahaman ini bertujuan kerja sama dalam penyediaan stok jagung untuk pakan ternak sehingga pasokan jagung ke peternak benar-benar terjamin. (zen)






Reporter: Sirojul Munir

Most Read

Artikel Terbaru

/