alexametrics
25.5 C
Kudus
Thursday, May 26, 2022

Kabar Baik! Kasus Angka Kematian Ibu di Grobogan Turun Drastis

GROBOGAN  – Sempat melonjak drastis sepanjang tahun lalu mencapai 82 kasus. Per Maret ini angka kematian ibu (AKI) ada tiga kasus, jumlah tersebut turun drastis dibanding tahun lalu.

Kepala Dinkes Grobogan Slamet Widodo melalui Subkor Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Titik Haryanti mengatakan, jumlah tersebut diharapkan bisa dipertahankan hingga akhir tahun ini. Lantaran tahun lalu rata-rata ada delapan kasus yang terjadi setiap bulannya.

”Tahun ini Alhamdulillah baru tiga kasus. Semoga bisa terus ditekan. Sedangkan kali ini, tiga kasus AKI tersebut disebabkan beberapa faktor. Yakni, atonia uteri, eklamsi dan penyakit penyerta,” jelasnya.


Menurutnya, selama ini kasus kematian ibu itu juga didominasi usia produktif ibu antara 20-35 tahun. Kemudian faktor risiko tinggi (risti) lebih dari 35 tahun. Hingga jarak kehamilan yang terlalu dekat (kurang dari dua tahun) hingga usia terlalu muda kurang dari 20 tahun.

Baca Juga :  Antusiasme Warga Bikin Kuota Vaksinasi Naik Tiga Kali Lipat

”Kami terus berupaya menurunkan AKI di Kabupaten Grobogan, melalui program persalinan sehat ibunya, ethes bayinya. Kemudian kesiapan fasilitas kesehatan (faskes) dan keluarga. Faskes mumpuni untuk ibu hamil dan bayi dengan mendekatkan faskes melalui dua rumah sakit (RS) yang ada di wilayah timur dan barat. Hingga tenaga kesehatan (nakes) unggul dan harus turun gunung langsung ke lapangan,” jelasnya.

Selain itu, ibu hamil dituntut untuk memiliki BPJS Kesehatan. Agar memudahkan biaya persalinan. ”Memang tidak mudah menyelesaikan kasus AKI ini, karena perlu adanya peran di semua lapisan masyarakat. Namun, kami terus lakukan upaya mulai dari kesiapan fakes hingga nakesnya. Bahkan, ibu hamil juga selalu diberi edukasi dari kehamilan awal hingga masa nifas,” jelasnya. (int/ali)






Reporter: Intan Maylani Sabrina

GROBOGAN  – Sempat melonjak drastis sepanjang tahun lalu mencapai 82 kasus. Per Maret ini angka kematian ibu (AKI) ada tiga kasus, jumlah tersebut turun drastis dibanding tahun lalu.

Kepala Dinkes Grobogan Slamet Widodo melalui Subkor Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Titik Haryanti mengatakan, jumlah tersebut diharapkan bisa dipertahankan hingga akhir tahun ini. Lantaran tahun lalu rata-rata ada delapan kasus yang terjadi setiap bulannya.

”Tahun ini Alhamdulillah baru tiga kasus. Semoga bisa terus ditekan. Sedangkan kali ini, tiga kasus AKI tersebut disebabkan beberapa faktor. Yakni, atonia uteri, eklamsi dan penyakit penyerta,” jelasnya.

Menurutnya, selama ini kasus kematian ibu itu juga didominasi usia produktif ibu antara 20-35 tahun. Kemudian faktor risiko tinggi (risti) lebih dari 35 tahun. Hingga jarak kehamilan yang terlalu dekat (kurang dari dua tahun) hingga usia terlalu muda kurang dari 20 tahun.

Baca Juga :  Langgar Prokes, Puluhan Penumpang di Grobogan Di-swab Langsung

”Kami terus berupaya menurunkan AKI di Kabupaten Grobogan, melalui program persalinan sehat ibunya, ethes bayinya. Kemudian kesiapan fasilitas kesehatan (faskes) dan keluarga. Faskes mumpuni untuk ibu hamil dan bayi dengan mendekatkan faskes melalui dua rumah sakit (RS) yang ada di wilayah timur dan barat. Hingga tenaga kesehatan (nakes) unggul dan harus turun gunung langsung ke lapangan,” jelasnya.

Selain itu, ibu hamil dituntut untuk memiliki BPJS Kesehatan. Agar memudahkan biaya persalinan. ”Memang tidak mudah menyelesaikan kasus AKI ini, karena perlu adanya peran di semua lapisan masyarakat. Namun, kami terus lakukan upaya mulai dari kesiapan fakes hingga nakesnya. Bahkan, ibu hamil juga selalu diberi edukasi dari kehamilan awal hingga masa nifas,” jelasnya. (int/ali)






Reporter: Intan Maylani Sabrina

Most Read

Artikel Terbaru

/