alexametrics
24 C
Kudus
Sunday, July 3, 2022

Diduga Dianiaya Teman, Siswi SD di Grobogan Tewas

GROBOGAN – Diduga dianiaya teman, Serli Margareta, 12, warga Dusun Pondok, Desa Karangrejo, Kecamatan Grobogan meninggal dunia setelah mengalami sakit dan dibawa ke rumah sakit. Siswi kelas enam tersebut meninggal pada Rabu (22/12) lalu dengan banyak luka lebam.

Atas kejadian itu, Pujiyanto, orang tua korban melaporkan ke Polres Grobogan pada Senin (27/12) kemarin. Pelaporan itu atas desakan dari saudara dan warga, sebab kematian korban tidak wajar dengan banyak luka lebam.

“Kami sudah mengikhlaskan kepergian putri kami. Tetapi keluarga besar tidak terima karena di badan dan alat kelamin ada luka lebam,” kata Pujiyanto usai melaporkan kejadian tersebut Senin malam.


Pelaporan kasus tersebut dilakukan setelah empat hari korban dimakamkan. Korban merupakan anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Pujiyanto dan Sri Martini.

Baca Juga :  Gencar Bagikan Masker ke Masyarakat

Pujiyanto mengatakan, sebelum meninggal pada Minggu(19/12) putrinya masih sempat datang ke acara ulang tahun temannya di Jatipohon. Setelah sampai ke rumah, korban merasa tidak enak badan dan langsung diperiksakan ke bidan setempat. Kemudian pada hari Senin (20/12) putrinya tidak sadarkan diri dan sering mengigau disakiti tiga orang teman sekolahnya. “Dia selalu menyebut tiga nama saat mengigau,” katanya.

Pujiyanto menyebutkan luka lebam anaknya berada di tangan, dada, perut dan alat kelamin. Meski demikian, sebelumnya, dia sempat membuat pernyataan sudah menerima kematian putrinya. Kemudian keluarga korban bersama kuasa hukumnya  melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Grobogan, Senin (27/12) sore.

“Kami melanjutkan ke jalur hukum dan berharap ke kepolisian segera mengungkap kasus kematian anak saya,” tandasnya. (mun/mal)






Reporter: Sirojul Munir

GROBOGAN – Diduga dianiaya teman, Serli Margareta, 12, warga Dusun Pondok, Desa Karangrejo, Kecamatan Grobogan meninggal dunia setelah mengalami sakit dan dibawa ke rumah sakit. Siswi kelas enam tersebut meninggal pada Rabu (22/12) lalu dengan banyak luka lebam.

Atas kejadian itu, Pujiyanto, orang tua korban melaporkan ke Polres Grobogan pada Senin (27/12) kemarin. Pelaporan itu atas desakan dari saudara dan warga, sebab kematian korban tidak wajar dengan banyak luka lebam.

“Kami sudah mengikhlaskan kepergian putri kami. Tetapi keluarga besar tidak terima karena di badan dan alat kelamin ada luka lebam,” kata Pujiyanto usai melaporkan kejadian tersebut Senin malam.

Pelaporan kasus tersebut dilakukan setelah empat hari korban dimakamkan. Korban merupakan anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Pujiyanto dan Sri Martini.

Baca Juga :  Kapolres Grobogan Jamin Keamanan Perbankan

Pujiyanto mengatakan, sebelum meninggal pada Minggu(19/12) putrinya masih sempat datang ke acara ulang tahun temannya di Jatipohon. Setelah sampai ke rumah, korban merasa tidak enak badan dan langsung diperiksakan ke bidan setempat. Kemudian pada hari Senin (20/12) putrinya tidak sadarkan diri dan sering mengigau disakiti tiga orang teman sekolahnya. “Dia selalu menyebut tiga nama saat mengigau,” katanya.

Pujiyanto menyebutkan luka lebam anaknya berada di tangan, dada, perut dan alat kelamin. Meski demikian, sebelumnya, dia sempat membuat pernyataan sudah menerima kematian putrinya. Kemudian keluarga korban bersama kuasa hukumnya  melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Grobogan, Senin (27/12) sore.

“Kami melanjutkan ke jalur hukum dan berharap ke kepolisian segera mengungkap kasus kematian anak saya,” tandasnya. (mun/mal)






Reporter: Sirojul Munir

Most Read

Artikel Terbaru

/