alexametrics
30.8 C
Kudus
Sunday, May 29, 2022

Antusiasme Warga Bikin Kuota Vaksinasi Naik Tiga Kali Lipat

GROBOGAN – Antusiasme warga di beberapa lokasi vaksinasi membuat petugas harus meminta kuota ekstra. Bahkan, realisasi vaksin yang disuntikkan kepada masyarakat naik tiga kali lipat lebih dari kuota awal.

Di Desa Ringinharjo, Kecamatan Gubug, vaksinasi dosis pertama diadakan pada Rabu (27/10) dengan kuota 300 orang. Beberapa hari sebelum pelaksanaan, panitia sempat kebingungan mencari peserta vaksinasi karena belum ada separuh peserta dari total kuota. Namun, kenyataannya, warga yang datang jauh melampaui dari kuota yang disediakan.

Kepala Desa Ringinharjo Abidin menyebutkan, petugas hanya menyiapkan kuota awal untuk 300 orang. Namun, warga yang datang sekitar 750. Pihak puskesmas pun mau tak mau meminta kuota lebih kepada instansi di atasnya.


”Kemarin target dari Puskesmas 300 peserta. Ternyata yang datang 750 orang. Antrean sebenarnya jam kedatangan sduah diatur per dusun, karena yang datang hampir tiga kali lipat dari target,” tutur Kades, Jumat (29/10).

Dalam vaksinasi tersebut, total ada 760 warga yang akhirnya disuntik vaksin dosis pertama. Meski begitu, ternyata antusiasme warga belum berhenti. Kades Bidin menyebut, keesokan harinya, atau pada Kamis (28/10), ratusan warga masih antre untuk divaksinasi.

”Akhirnya dilanjutkan kemarin. Masih ada 247 orang yang divaksin. Berarti dua hari itu 1000 lebih yang divaksin,” terang Bidin.

Pihaknya pun berterima kasih kepada masyarakat atas antusiasme tersebut. Sebab, semula pihaknya sudah pesimis jumlah warga yang datang di bawah target. Hal itu, kata dia, juga tak lepas dari peran ibu-ibu kader PKK yang giat sosialisasi. Yakni, bahwa vaksinasi aman untuk masyarakat.

Baca Juga :  Talud Longsor, Warga di Grobogan Tunggu Perbaikan dari Pemkab

”Terima kasih masyarakat sudah mau sadar dengan sukarela divaksin. Ini tak lepas dari ibu-ibu kader. Matur nuwun ibu-ibu kader,” ungkapnya.

Memang, pihaknya mengusulkan kepada puskesmas untuk datang ke desa. Bukannya warga yang harus datang ke puskesmas. Dengan begitu, warga lebih antusias untuk mengikuti vaksinasi.

Meski begitu, adanya antrean yang panjang dan warga yang berpanas-panasan sudah semestinya menjadi evaluasi. Salah satu warga Ringinharjo yang mengikuti vaksinasi tersebut, Rian Arafat menyebut, pihak desa seharusnya menyediakan tratak agar warga tidak kepanasan di tengah matahari yang terik saat antre berjam-jam.

”Panitia harusnya lebih siap dengan memasang tenda. Agar masyarakat tidak panas-panasan antre,” terangnya.

Selain itu, menurutnya, sosialisasi yang dilakukan pemerintah desa juga masih kurang. Sebab, bila warga sebelumnya sudah mengetahui bahwa bisa mendaftar via daring terlebih dahulu, tentu tak perlu mengantre berlama-lama.

”Saya datang pukul 10.05. Setelah menunjukkan surat tiket vaksinasi dari hasil pendaftaran saya di internet, saya langsung dipersilakan masuk. Hanya butuh 20 menitan untuk selesai vaksin,” kata dia.

Rian menyebut, pemerintah seharusnya membuat media sosial yang menginformasikan agenda desa. Sehingga, warga bisa mengakses informasi dari sana. Tentu, informasi harus terus diperbarui setiap waktu, atau setiap ada agenda.

”Kalau masyarakat sudah tahu dari sosial media, mungkin akan lebih terlayani maksimal dan terhindar dari stres karena lama menunggu,” tukasnya. (ful)

GROBOGAN – Antusiasme warga di beberapa lokasi vaksinasi membuat petugas harus meminta kuota ekstra. Bahkan, realisasi vaksin yang disuntikkan kepada masyarakat naik tiga kali lipat lebih dari kuota awal.

Di Desa Ringinharjo, Kecamatan Gubug, vaksinasi dosis pertama diadakan pada Rabu (27/10) dengan kuota 300 orang. Beberapa hari sebelum pelaksanaan, panitia sempat kebingungan mencari peserta vaksinasi karena belum ada separuh peserta dari total kuota. Namun, kenyataannya, warga yang datang jauh melampaui dari kuota yang disediakan.

Kepala Desa Ringinharjo Abidin menyebutkan, petugas hanya menyiapkan kuota awal untuk 300 orang. Namun, warga yang datang sekitar 750. Pihak puskesmas pun mau tak mau meminta kuota lebih kepada instansi di atasnya.

”Kemarin target dari Puskesmas 300 peserta. Ternyata yang datang 750 orang. Antrean sebenarnya jam kedatangan sduah diatur per dusun, karena yang datang hampir tiga kali lipat dari target,” tutur Kades, Jumat (29/10).

Dalam vaksinasi tersebut, total ada 760 warga yang akhirnya disuntik vaksin dosis pertama. Meski begitu, ternyata antusiasme warga belum berhenti. Kades Bidin menyebut, keesokan harinya, atau pada Kamis (28/10), ratusan warga masih antre untuk divaksinasi.

”Akhirnya dilanjutkan kemarin. Masih ada 247 orang yang divaksin. Berarti dua hari itu 1000 lebih yang divaksin,” terang Bidin.

Pihaknya pun berterima kasih kepada masyarakat atas antusiasme tersebut. Sebab, semula pihaknya sudah pesimis jumlah warga yang datang di bawah target. Hal itu, kata dia, juga tak lepas dari peran ibu-ibu kader PKK yang giat sosialisasi. Yakni, bahwa vaksinasi aman untuk masyarakat.

Baca Juga :  Fogging Tak Efektif, Dinkes Fokuskan Program Satu Rumah Satu Jemantik

”Terima kasih masyarakat sudah mau sadar dengan sukarela divaksin. Ini tak lepas dari ibu-ibu kader. Matur nuwun ibu-ibu kader,” ungkapnya.

Memang, pihaknya mengusulkan kepada puskesmas untuk datang ke desa. Bukannya warga yang harus datang ke puskesmas. Dengan begitu, warga lebih antusias untuk mengikuti vaksinasi.

Meski begitu, adanya antrean yang panjang dan warga yang berpanas-panasan sudah semestinya menjadi evaluasi. Salah satu warga Ringinharjo yang mengikuti vaksinasi tersebut, Rian Arafat menyebut, pihak desa seharusnya menyediakan tratak agar warga tidak kepanasan di tengah matahari yang terik saat antre berjam-jam.

”Panitia harusnya lebih siap dengan memasang tenda. Agar masyarakat tidak panas-panasan antre,” terangnya.

Selain itu, menurutnya, sosialisasi yang dilakukan pemerintah desa juga masih kurang. Sebab, bila warga sebelumnya sudah mengetahui bahwa bisa mendaftar via daring terlebih dahulu, tentu tak perlu mengantre berlama-lama.

”Saya datang pukul 10.05. Setelah menunjukkan surat tiket vaksinasi dari hasil pendaftaran saya di internet, saya langsung dipersilakan masuk. Hanya butuh 20 menitan untuk selesai vaksin,” kata dia.

Rian menyebut, pemerintah seharusnya membuat media sosial yang menginformasikan agenda desa. Sehingga, warga bisa mengakses informasi dari sana. Tentu, informasi harus terus diperbarui setiap waktu, atau setiap ada agenda.

”Kalau masyarakat sudah tahu dari sosial media, mungkin akan lebih terlayani maksimal dan terhindar dari stres karena lama menunggu,” tukasnya. (ful)

Most Read

Artikel Terbaru

/