alexametrics
24 C
Kudus
Sunday, July 3, 2022

Delapan Bulan Berjalan, Kasus Mark Up Tanah Bulog Baru Satu Tersangka

GROBOGAN – Selama delapan bulan, Kejari Grobogan baru menetapkan satu tersangka kasus dugaan mark up pembelian tanah bulog seluas 6 hektare di Desa Mayahan, Tawangharjo. Kasus yang merugikan negara sebesar Rp 5 miliar itu telah menetapkan Kusdi, warga Danyang, Purwodadi pada Januari 2021.

“Tersangka masih satu orang. Kami masih melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan saksi dan barang bukti lainya,” kata Kasi Intel Kejari Grobogan Frengky Wibowo.

Dia mengaku, saat ini masih memanggil para saksi dan akan datangkan ahli hukum.


Kasus pengadaan tanah tersebut seluas enam ribu meter persegi atau enam hektare. Saat ini, sudah ada 12 saksi yang telah diperiksa.  Kemudian dari keterangan saksi tersebut dimungkinkan dalam waktu dekat ada tambahan tersangka.

“Besok pagi (hari ini Red) kami ekspos untuk kelanjutan kasusnya,” ujarnya.

Penetapan tersangka pengembangan kasus penggelembungan anggaran pembelian lahan bulog seluas 60 ribu meter persegi atau 6 hektare di Desa Mayahan, Kecamatan Tawangharjo.  Peran dari tersangka Kusdi warga Kelurahan Danyang, Kecamatan Purwodadi yang berperan sebagai broker atau makelar dalam jual beli lahan.

Baca Juga :  Ada Perbaikan Jalan, Jalur Purwodadi-Godong Macet Parah

Dari hasil penyidikan terhadap 12 saksi yang terdiri dari pihak penjual tanah ke bulog serta  oknum perantara dan tim desa. Penyidik menemukan adanya aliran dana tersebut terhadap tersangka.

Sebelumnya, dalam pembebasan lahan 6 hektare tersebut total anggaran pembelian lahan senilai 20 miliar. Namun, dalam penyelidikan ada indikasi penggelembungan Rp 5 miliar. Selain menetapkan tersangka, Kejari Grobogan juga berhasil menyita uang tunai sebesar Rp 500 juta dan mengamankan mobil Toyota Fortuner dengan Nopol K 8389 BF. Barang sitaan lainya kami sebidang tanah di daerah karanganyar dengan total nilai taksir Rp 1,5 miliar. (mal)






Reporter: Sirojul Munir

GROBOGAN – Selama delapan bulan, Kejari Grobogan baru menetapkan satu tersangka kasus dugaan mark up pembelian tanah bulog seluas 6 hektare di Desa Mayahan, Tawangharjo. Kasus yang merugikan negara sebesar Rp 5 miliar itu telah menetapkan Kusdi, warga Danyang, Purwodadi pada Januari 2021.

“Tersangka masih satu orang. Kami masih melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan saksi dan barang bukti lainya,” kata Kasi Intel Kejari Grobogan Frengky Wibowo.

Dia mengaku, saat ini masih memanggil para saksi dan akan datangkan ahli hukum.

Kasus pengadaan tanah tersebut seluas enam ribu meter persegi atau enam hektare. Saat ini, sudah ada 12 saksi yang telah diperiksa.  Kemudian dari keterangan saksi tersebut dimungkinkan dalam waktu dekat ada tambahan tersangka.

“Besok pagi (hari ini Red) kami ekspos untuk kelanjutan kasusnya,” ujarnya.

Penetapan tersangka pengembangan kasus penggelembungan anggaran pembelian lahan bulog seluas 60 ribu meter persegi atau 6 hektare di Desa Mayahan, Kecamatan Tawangharjo.  Peran dari tersangka Kusdi warga Kelurahan Danyang, Kecamatan Purwodadi yang berperan sebagai broker atau makelar dalam jual beli lahan.

Baca Juga :  Pegawai Di-Screening, Lingkar Perut dapat Deteksi Status Kesehatan

Dari hasil penyidikan terhadap 12 saksi yang terdiri dari pihak penjual tanah ke bulog serta  oknum perantara dan tim desa. Penyidik menemukan adanya aliran dana tersebut terhadap tersangka.

Sebelumnya, dalam pembebasan lahan 6 hektare tersebut total anggaran pembelian lahan senilai 20 miliar. Namun, dalam penyelidikan ada indikasi penggelembungan Rp 5 miliar. Selain menetapkan tersangka, Kejari Grobogan juga berhasil menyita uang tunai sebesar Rp 500 juta dan mengamankan mobil Toyota Fortuner dengan Nopol K 8389 BF. Barang sitaan lainya kami sebidang tanah di daerah karanganyar dengan total nilai taksir Rp 1,5 miliar. (mal)






Reporter: Sirojul Munir

Most Read

Artikel Terbaru

/