alexametrics
28 C
Kudus
Monday, July 25, 2022

Dapat 5 Ribu Dosis, Vaksinasi di Grobogan Ditarget Empat Hari hingga Sepekan

GROBOGAN – Seluruh daerah di Pati Raya telah mendapatkan distribusi vaksinasi untuk penyakit mulut dan kuku (PMK). Jatahnya beda-beda, tergantung populasi hewan ternak. Kini, tinggal menggenjot penyuntikan ke hewan ternak. Seperti di Kabupaten Grobogan dengan mendapatkan jatah 5 ribu vaksin dikebut selama empat hari (28 Juni sampai 1 Juli). Dengan melibatkan 20 vaksinator dan 20 pencatat.

Vaksinasi kemarin (28/6), di antaranya berlangsung di Desa Warungkaranganyar, Purwodadi. Dilakukan secara door to door dengan mengunjungi rumah warga yang memiliki ternak. Sebagian ternak divaksin dengan kondisi masih di kandang. Sebagian lainnya dikeluarkan.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Grobogan Riyanto menyebut, kali ini merupakan penyuntikan pertama vaksinasi. Setelah pihaknya mendapat droping dari pemerintah pusat dengan alokasi 5 ribu vaksin.


”Yang utama pencegahannya memang vaksinasi. Kalau kemarin kami baru penanganan ternak sakit dengan cara pengobatan saja. Seperti memberi vitamin dan antibiotik,” jelasnya.

Menurutnya, vaksinasi kali ini merupakan tahap pertama. Dan akan berlanjut seiring droping vaksin dari pemerintah pusat. Ia berharap, vaksinasi bisa sesuai dengan populasi ternak di Grobogan. ”Populasi ternak terutama hewan besar ada 207 ribu ekor. Kalau cakupan harus 80 persen. Maka perlu 180 ribu dosis,” paparnya.

Baca Juga :  Lagi dan Lagi, Korsleting Listrik Bikin Rumah Ludes Terbakar

Jumlah tersebut, hanya untuk vaksin tahap pertama. Bila diharuskan ada dosis kedua, kebutuhan vaksin sekitar 360 ribu.

Untuk proses vaksinasi, dinas melibatkan 40 orang. Terdiri dari 20 vaksinator dan 20 petugas pencatat. ”5 ribu vaksin ini, kami alokasikan untuk 20 desa di 10 kecamatan. Masing-masing kecamatan dua desa. Kami utamakan di desa yang belum ada kasus,” jelasnya.

Per desa akan ada empat petugas yang terjun. Ditarget dua hari rampung. Lantas pindah ke desa lain. ”Kami ditarget 2 Juli selesai. Jadi ini dikebut empat hari, sehingga pada deadline itu rampung,” katanya.

Riyanto menambahkan, 10 desa yang menjadi sasaran vaksinasi dua hari pertama (28-29/6), meliputi Desa Warukaranganyar, Tambirejo, Geyer, Getasrejo, Pojok, Dapurno, Banjarsari, Tanjungharjo, Banjarejo, dan Tuko. Sedangkan dua hari berikutnya (30/6-1/7) yakni Desa Genuksuran, Ngrandah, Ledokdawan, Ngabenrejo, Plosoharjo, Kropak, Simo, Belor, Bendoharjo, dan Jambon.

”Untuk kasus PMK sendiri sudah mencapai 1.400 ekor. Tersebar di 19 kecamatan. Dengan jumlah ternak sembuh 406 ekor,” imbuhnya. (tos/lin)






Reporter: Eko Santoso

GROBOGAN – Seluruh daerah di Pati Raya telah mendapatkan distribusi vaksinasi untuk penyakit mulut dan kuku (PMK). Jatahnya beda-beda, tergantung populasi hewan ternak. Kini, tinggal menggenjot penyuntikan ke hewan ternak. Seperti di Kabupaten Grobogan dengan mendapatkan jatah 5 ribu vaksin dikebut selama empat hari (28 Juni sampai 1 Juli). Dengan melibatkan 20 vaksinator dan 20 pencatat.

Vaksinasi kemarin (28/6), di antaranya berlangsung di Desa Warungkaranganyar, Purwodadi. Dilakukan secara door to door dengan mengunjungi rumah warga yang memiliki ternak. Sebagian ternak divaksin dengan kondisi masih di kandang. Sebagian lainnya dikeluarkan.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Grobogan Riyanto menyebut, kali ini merupakan penyuntikan pertama vaksinasi. Setelah pihaknya mendapat droping dari pemerintah pusat dengan alokasi 5 ribu vaksin.

”Yang utama pencegahannya memang vaksinasi. Kalau kemarin kami baru penanganan ternak sakit dengan cara pengobatan saja. Seperti memberi vitamin dan antibiotik,” jelasnya.

Menurutnya, vaksinasi kali ini merupakan tahap pertama. Dan akan berlanjut seiring droping vaksin dari pemerintah pusat. Ia berharap, vaksinasi bisa sesuai dengan populasi ternak di Grobogan. ”Populasi ternak terutama hewan besar ada 207 ribu ekor. Kalau cakupan harus 80 persen. Maka perlu 180 ribu dosis,” paparnya.

Baca Juga :  Serap Aspirasi Pembangunan 2023, DPRD Grobogan Ikuti Musrenbang

Jumlah tersebut, hanya untuk vaksin tahap pertama. Bila diharuskan ada dosis kedua, kebutuhan vaksin sekitar 360 ribu.

Untuk proses vaksinasi, dinas melibatkan 40 orang. Terdiri dari 20 vaksinator dan 20 petugas pencatat. ”5 ribu vaksin ini, kami alokasikan untuk 20 desa di 10 kecamatan. Masing-masing kecamatan dua desa. Kami utamakan di desa yang belum ada kasus,” jelasnya.

Per desa akan ada empat petugas yang terjun. Ditarget dua hari rampung. Lantas pindah ke desa lain. ”Kami ditarget 2 Juli selesai. Jadi ini dikebut empat hari, sehingga pada deadline itu rampung,” katanya.

Riyanto menambahkan, 10 desa yang menjadi sasaran vaksinasi dua hari pertama (28-29/6), meliputi Desa Warukaranganyar, Tambirejo, Geyer, Getasrejo, Pojok, Dapurno, Banjarsari, Tanjungharjo, Banjarejo, dan Tuko. Sedangkan dua hari berikutnya (30/6-1/7) yakni Desa Genuksuran, Ngrandah, Ledokdawan, Ngabenrejo, Plosoharjo, Kropak, Simo, Belor, Bendoharjo, dan Jambon.

”Untuk kasus PMK sendiri sudah mencapai 1.400 ekor. Tersebar di 19 kecamatan. Dengan jumlah ternak sembuh 406 ekor,” imbuhnya. (tos/lin)






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/