alexametrics
27.7 C
Kudus
Friday, July 1, 2022

Tragis! Anak Kedua Yang Diajak Bunuh Diri Ibu di Grobogan Akhirnya Meninggal

GROBOGAN – Setelah menjalani perawatan beberapa jam di ICU RSUD R Soedjati Purwodadi, AA, 5 korban keracunan percobaan bunuh diri ibunya akhirnya meninggal dunia, Jumat malam (27/5). Kondisi AA, asal Desa Mangunrejo, Pulokulon, sebelumnya kritis. Ia mengeluarkan busa dari mulut dan badan lemas.

Baca Juga :  Miris! Ibu di Grobogan Nekat Ajak Dua Anaknya Bunuh Diri

Diberitakan sebelumnya Lasmi, 34, meninggal dunia akibat bunuh diri. Ia nekat memakan racun seraya mengajak dua anaknya RDP, 10 dan AA, 5. Lasmi meninggal Jumat (27/5). Sementara, dua anaknya dirawat di RSUD R Soedjati Purwodadi.


Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kudus, kejadian bunuh diri diketahui tetangga korban Ngadiyem pukul 07.30. Ketika itu, ia mendengar suara tangisan anak sangat keras di dalam rumah Lasmi. Saat itu, rumah dalam keadaan sepi. Suami Lasmi, Sukarjo, sedang bekerja di Demak.

Motif korban bunuh diri, Lasmi, diduga karena terlilit utang. Suaminya Sukarjo memiliki utang dari profesi sebagai pemborong padi. ”Informasi sementara motif karena terlilit utang,” kata AKP Afiditya Arief Wibowo, Kapolsek Panunggalan, Grobogan.

Baca Juga :  Grobogan Kembali Level 3, Pengelola Wisata Ketar-Ketir

Terpisah, Kepala Desa Mangunrejo, Muslih menambahkan jika anak kedua yang sempat mendapat perawatan itu. Akhirnya tak bisa diselamatkan. ”Iya, Jumat (27/5) malam anaknya kedua meninggal dunia dan langsung dimakamkan,” katanya.

Pemakaman AA Sabtu (28/5) pukul 01.03 dini hari. Tempat pemakaman di samping ibunya Lasmi, 34, yang meninggal dunia pada Jumat (27/5) lalu.

Nyawa AA tak tertolong karena racun yang dicampur makanan yang dimakan sudah menjalar ke seluruh tubuh. ”Untuk anak pertama RDP masih dirawat di ICU RSUD R Soedjati. Kami mendoakan semoga anak pertama bisa pulih dan sembuh,” ujarnya.

Muslih menegaskan keluarga Lasmi merupakan keluarga mampu dan cukup. Sebab, suaminya Sukarjo, 42, bekerja sebagai pemborong padi. Namun, diduga saat borong padi sering rugi jadi pemicunya. ”Orangya tergolong mampu. Motifnya saya belum tahu. Karena suami kerjanya pemborong padi,” terang dia. (mun/zen)






Reporter: Sirojul Munir

GROBOGAN – Setelah menjalani perawatan beberapa jam di ICU RSUD R Soedjati Purwodadi, AA, 5 korban keracunan percobaan bunuh diri ibunya akhirnya meninggal dunia, Jumat malam (27/5). Kondisi AA, asal Desa Mangunrejo, Pulokulon, sebelumnya kritis. Ia mengeluarkan busa dari mulut dan badan lemas.

Baca Juga :  Miris! Ibu di Grobogan Nekat Ajak Dua Anaknya Bunuh Diri

Diberitakan sebelumnya Lasmi, 34, meninggal dunia akibat bunuh diri. Ia nekat memakan racun seraya mengajak dua anaknya RDP, 10 dan AA, 5. Lasmi meninggal Jumat (27/5). Sementara, dua anaknya dirawat di RSUD R Soedjati Purwodadi.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kudus, kejadian bunuh diri diketahui tetangga korban Ngadiyem pukul 07.30. Ketika itu, ia mendengar suara tangisan anak sangat keras di dalam rumah Lasmi. Saat itu, rumah dalam keadaan sepi. Suami Lasmi, Sukarjo, sedang bekerja di Demak.

Motif korban bunuh diri, Lasmi, diduga karena terlilit utang. Suaminya Sukarjo memiliki utang dari profesi sebagai pemborong padi. ”Informasi sementara motif karena terlilit utang,” kata AKP Afiditya Arief Wibowo, Kapolsek Panunggalan, Grobogan.

Baca Juga :  Danrem Salatiga Tinjau Serbuan Vaksinasi TNI di Toroh Grobogan

Terpisah, Kepala Desa Mangunrejo, Muslih menambahkan jika anak kedua yang sempat mendapat perawatan itu. Akhirnya tak bisa diselamatkan. ”Iya, Jumat (27/5) malam anaknya kedua meninggal dunia dan langsung dimakamkan,” katanya.

Pemakaman AA Sabtu (28/5) pukul 01.03 dini hari. Tempat pemakaman di samping ibunya Lasmi, 34, yang meninggal dunia pada Jumat (27/5) lalu.

Nyawa AA tak tertolong karena racun yang dicampur makanan yang dimakan sudah menjalar ke seluruh tubuh. ”Untuk anak pertama RDP masih dirawat di ICU RSUD R Soedjati. Kami mendoakan semoga anak pertama bisa pulih dan sembuh,” ujarnya.

Muslih menegaskan keluarga Lasmi merupakan keluarga mampu dan cukup. Sebab, suaminya Sukarjo, 42, bekerja sebagai pemborong padi. Namun, diduga saat borong padi sering rugi jadi pemicunya. ”Orangya tergolong mampu. Motifnya saya belum tahu. Karena suami kerjanya pemborong padi,” terang dia. (mun/zen)






Reporter: Sirojul Munir

Most Read

Artikel Terbaru

/