alexametrics
26.2 C
Kudus
Monday, May 16, 2022

Jedag Jedug sampai Malam, Warga Minta Kafe Karaoke di Grobogan Ini Ditutup

GROBOGAN – Belasan warga RT 5/RW 19 Kelurahan Purwodadi mendatangai Polres memprotes agar kafe karoake di lingkungan mereka ditutup pada Senin (28/3). Sebab selama ini warga terganggu dengan suara musik hingga larut malam. Selain itu kafe tersebut juga  belum berizin. Untuk itu warga meminta agar kafe itu ditutup.

Para warga tersebut diterima Kapolres Grobogan AKBP Benny Setyowadi, perwakilan Kodim 0717 Purwodadi, Forkopincam Purwodadi, BPTSMP, dan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporabudpar).

Winarno perwakilan dari RT 5/RW 19 mengatakan, warga mengadukan kafe karaoke karena keberadaanya sangat meresahkan. Lokasi kafe karaoke dekat dengan panti asuhan Darul Hadlonah dengan jarak kurang dari 50 meter.


Selain itu, kafe itu juga dekat dengan rumah dan pemakaman. Nah, karena dekat permukiman warga, suara musik terdengar sampai larut malam, sehingga anak-anak terganggu. Padahal esok hari, anak-anak harus ke sekolah. Aduan lainnya tentang lalu lintas posisi letaknya berada ditikungan dengan parkirnya memakan bahu jalan.

“Kami dari warga bersepakat agar kafe karaoke ditutup. Izin kafe karaoke juga belum ada,” kata Winarno .

Dia menjelaskan, hasil dari audiensi dengan OPD, pemilik kafe karaoke mengaku tidak memiliki izin.

Baca Juga :  Babinsa Tawangharjo Grobogan Kawal Vaksinasi di Wilayah Binaan

“Tadi sudah disepakati. Mulai hari ini, kafe itu akan ditutup. Sampai dia mengurus izin baru. Kemudian memperbaiki pengelolaan kafe,” ujarya.

Tuntutan warga lainnya yakni keadaan kafe karaoke harus terbuka. Kaca seharusnya bening, sehingga warga bisa mengetahui kondisi di dalam.

”Jika dalam satu dua hari ini kafe tidak ditutup kami akan melakukan aksi,” tandasnya.

Sementara itu, pengusahan kafe karaoke Handoko mengaku, sudah ada kesepakatan dengan warga. Pihaknya juga mengakui, sebagai dari pengusaha kurang respon dan akan melakukan pembenahan.

”Kami sepakat akan tutup sambil mengurus izin. Bangunan room sudah dibongkar. Kami ubah desainnya. Kami pakai peredam. Kesanya memang terlihat gelap, tetapi kami tidak menjual miras dan tidak ada pemandu lagi LC,” kata dia yang mengaku akan memberi nama kafe Yes You.

Suliwati, Kabid Pariwisata Disporabudpar Grobogan mengatakan, sepanjang kafe itu tidak menyediakan karaoke, izin bisa diurus sendiri. Jika karaoke harus sesuai dengan Perbup Nomor 3 Tahun 2020.

”Untuk izin kafe karaoke belum ada,” terang dia.

Kapolres Grobogan AKBP Benny Setyowadi berharap masyarakat untuk mengawal. Jika ada di luar kesepakatan bisa menghubungi Polres lagi. (mun/mal)






Reporter: Sirojul Munir

GROBOGAN – Belasan warga RT 5/RW 19 Kelurahan Purwodadi mendatangai Polres memprotes agar kafe karoake di lingkungan mereka ditutup pada Senin (28/3). Sebab selama ini warga terganggu dengan suara musik hingga larut malam. Selain itu kafe tersebut juga  belum berizin. Untuk itu warga meminta agar kafe itu ditutup.

Para warga tersebut diterima Kapolres Grobogan AKBP Benny Setyowadi, perwakilan Kodim 0717 Purwodadi, Forkopincam Purwodadi, BPTSMP, dan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporabudpar).

Winarno perwakilan dari RT 5/RW 19 mengatakan, warga mengadukan kafe karaoke karena keberadaanya sangat meresahkan. Lokasi kafe karaoke dekat dengan panti asuhan Darul Hadlonah dengan jarak kurang dari 50 meter.

Selain itu, kafe itu juga dekat dengan rumah dan pemakaman. Nah, karena dekat permukiman warga, suara musik terdengar sampai larut malam, sehingga anak-anak terganggu. Padahal esok hari, anak-anak harus ke sekolah. Aduan lainnya tentang lalu lintas posisi letaknya berada ditikungan dengan parkirnya memakan bahu jalan.

“Kami dari warga bersepakat agar kafe karaoke ditutup. Izin kafe karaoke juga belum ada,” kata Winarno .

Dia menjelaskan, hasil dari audiensi dengan OPD, pemilik kafe karaoke mengaku tidak memiliki izin.

Baca Juga :  Kasihan, Nenek Tuna Netra di Grobogan Tinggal Sendirian di Tanggul Sungai

“Tadi sudah disepakati. Mulai hari ini, kafe itu akan ditutup. Sampai dia mengurus izin baru. Kemudian memperbaiki pengelolaan kafe,” ujarya.

Tuntutan warga lainnya yakni keadaan kafe karaoke harus terbuka. Kaca seharusnya bening, sehingga warga bisa mengetahui kondisi di dalam.

”Jika dalam satu dua hari ini kafe tidak ditutup kami akan melakukan aksi,” tandasnya.

Sementara itu, pengusahan kafe karaoke Handoko mengaku, sudah ada kesepakatan dengan warga. Pihaknya juga mengakui, sebagai dari pengusaha kurang respon dan akan melakukan pembenahan.

”Kami sepakat akan tutup sambil mengurus izin. Bangunan room sudah dibongkar. Kami ubah desainnya. Kami pakai peredam. Kesanya memang terlihat gelap, tetapi kami tidak menjual miras dan tidak ada pemandu lagi LC,” kata dia yang mengaku akan memberi nama kafe Yes You.

Suliwati, Kabid Pariwisata Disporabudpar Grobogan mengatakan, sepanjang kafe itu tidak menyediakan karaoke, izin bisa diurus sendiri. Jika karaoke harus sesuai dengan Perbup Nomor 3 Tahun 2020.

”Untuk izin kafe karaoke belum ada,” terang dia.

Kapolres Grobogan AKBP Benny Setyowadi berharap masyarakat untuk mengawal. Jika ada di luar kesepakatan bisa menghubungi Polres lagi. (mun/mal)






Reporter: Sirojul Munir

Most Read

Artikel Terbaru

/