27.2 C
Kudus
Tuesday, February 7, 2023

Jembatan di Karangrayung Grobogan Ini Ambruk Dihantam Banjir, Begini Kondisinya

GROBOGAN – Jembatan di Dusun Gedad, Desa Ketro, Karangrayung, Grobogan, ambruk. Hal itu terjadi lantaran pondasi jembatan tergerus aliran air sungai yang meluap pada Sabtu, (26/11) pukul 19.00. Sebelumnya hujan mengguyur daerah itu dan sekitarnya. Arus sungai sangat kuat.

Akibat jembatan ambruk itu, aktivitas warga terganggu. Sebab jembatan tersebut merupakan akses menuju utama dari Dusun Gedad dan sekitarnya menuju Kota Grobogan.

Panjang jembatan itu 24 meter. Kedua tiyang jembatan di kedua ujungnya terlepas dari badan jalan. Sehingga badan jembatan secara keseluruhan masuk ke sungai. Namun kontruksi jembatan masih di sungai.


warga Dusun Gedad, Teguh menyebut sebelum jembatan itu ambruk, arus sungai memang deras. Sebab hujan deras mengguyur daerah Karangrayung dan sekitarnya. Hujan deras terjadi sejak pukul 16.30 hingga Magrib Sabtu (26/11). Setelah itulah, debit air sungai yang membesar.

Baca Juga :  Serap Aspirasi Pembangunan 2023, DPRD Grobogan Ikuti Musrenbang

“Aliran sungai itu membawa banyak sampah. Sampah menumpuk di bawah jembatan,” jelasnya.

Sampah yang menumpuk di bawah jembatan itu kemudian membuat aliran sungai terhambat. Sehingga air yang terus mengalir itu menyamping dan menggerus dua tiyang jembatan yang berada di posisi ujung. Dan akhirnya membuat tiyang tergerus hingga mengakibatkan badan jembatan ambruk.

“Jembatan ini sebenarnya akses perekonomian vital bagi warga. Selain merupakan akses menuju kota kecamatan, jembatan tersebut juga akses menuju desa lain,” tambahnya.

Akibat dari ambruknya jembatan itu, maka warga tak bisa melintas. Karena jembatan tak bisa dilalui. Teguh menambahkan, hanya ada satu alternatif jalan lain.






Reporter: Eko Santoso

GROBOGAN – Jembatan di Dusun Gedad, Desa Ketro, Karangrayung, Grobogan, ambruk. Hal itu terjadi lantaran pondasi jembatan tergerus aliran air sungai yang meluap pada Sabtu, (26/11) pukul 19.00. Sebelumnya hujan mengguyur daerah itu dan sekitarnya. Arus sungai sangat kuat.

Akibat jembatan ambruk itu, aktivitas warga terganggu. Sebab jembatan tersebut merupakan akses menuju utama dari Dusun Gedad dan sekitarnya menuju Kota Grobogan.

Panjang jembatan itu 24 meter. Kedua tiyang jembatan di kedua ujungnya terlepas dari badan jalan. Sehingga badan jembatan secara keseluruhan masuk ke sungai. Namun kontruksi jembatan masih di sungai.

warga Dusun Gedad, Teguh menyebut sebelum jembatan itu ambruk, arus sungai memang deras. Sebab hujan deras mengguyur daerah Karangrayung dan sekitarnya. Hujan deras terjadi sejak pukul 16.30 hingga Magrib Sabtu (26/11). Setelah itulah, debit air sungai yang membesar.

Baca Juga :  Perbaikan Jembatan Penghubung Desa di Kudus Ambrol Dianggar Rp 1,4 Miliar

“Aliran sungai itu membawa banyak sampah. Sampah menumpuk di bawah jembatan,” jelasnya.

Sampah yang menumpuk di bawah jembatan itu kemudian membuat aliran sungai terhambat. Sehingga air yang terus mengalir itu menyamping dan menggerus dua tiyang jembatan yang berada di posisi ujung. Dan akhirnya membuat tiyang tergerus hingga mengakibatkan badan jembatan ambruk.

“Jembatan ini sebenarnya akses perekonomian vital bagi warga. Selain merupakan akses menuju kota kecamatan, jembatan tersebut juga akses menuju desa lain,” tambahnya.

Akibat dari ambruknya jembatan itu, maka warga tak bisa melintas. Karena jembatan tak bisa dilalui. Teguh menambahkan, hanya ada satu alternatif jalan lain.






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru