alexametrics
31.8 C
Kudus
Thursday, May 12, 2022

STAI Grobogan Buka Prodi PAI dan PGMI

GROBOGAN – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Grobogan memiliki program studi (prodi) baru. Yaitu  Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Izin operasional prodi baru itu, diserahkan Direktur Diktis Prof. Dr. Suyitno kepada Ketua STAI Grobogan Muh. Arifin di kampus STAI Grobogan, Jumat (26/11) lalu.

Selain menyerahkan izin operasional, Prof. Dr. Suyitno juga memberikan pembinaan dan penguatan kelembagaan. Pada kegiatan ini turut hadir pula Kasubdit Ketenagaan Diktis Dr. Ruchman Basori. “Bertambahnya dua prodi tersebut, maka secara resmi STAI Grobogan mengelola empat prodi. Yakni PAI, PGMI, Manajemen Pendidikan Islam (MPI), dan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI),” kata Ketua STAI Grobogan Muh. Arifin.

Sementara itu, Yayasan Pendidikan Islam Grobogan (Yapig) yang menaungi STAI Grobogan, didirikan oleh 28 lulusan dari Universtas Nahdhatul Ulama Surakarta. Di akhir 2009, para alumni pascasarjana (S2) Universitas Nahdlatul Ulama Surakarta berkomitmen untuk mengembangkan ilmu yang diperoleh melalui  sebuah wadah yang bergerak di bidang pendidikan. Selanjutnya dinamakan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Grobogan di bawah naungan Yapig.

Baca Juga :  Lepas 813 Wisudawan, UMK Beri Penghargaan 10 Mahasiswa Berprestasi

Pada 10 Juni 2010 secara resmi telah berdiri, sesuai surat keputusan Direktorat Pendidikan Islam Kementerian Agama RI  Nomor Dj.1/358/2010. Kehadiran STAI Grobogan tentu telah mengukir sejarah di Kabupaten Grobogan. Karena sebagai perguruan tinggi Islam pertama  yang hadir dan berdiri di bumi “bersemi” Grobogan. STAI Grobogan merupakan aset dan kebanggaan masyarakat Grobogan.

“Melihat banyaknya Madrsah Ibtidaiyah yang tersebar di Kabupaten Grobogan dan masih kurangnya tenaga pengajar Pendidikan Agama Islam di Kabupaten Grobogan, maka STAI Grobogan berinisiatif mengajukan izin PGMI dan PAI,” imbuh Muh. Arifin.

Prof. Dr. Suyitno berpesan, bahwa jurusan PAI dan PGMI merupakan jurusan yang marketable. Sehingga dengan turunnya dua jurusan tersebut bisa memotivasi para pengelola STAI Grobogan untuk bisa mengembangkan STAI Grobogan menjadi lebih baik.

“Dua jurusan baru ini diharapkan tahun akademik 2022/2023 menjadi momentum untuk mengingkatkan kuantitas dan kualitas mahasiswa,” katanya. (war)

 






Reporter: Sirojul Munir

GROBOGAN – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Grobogan memiliki program studi (prodi) baru. Yaitu  Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Izin operasional prodi baru itu, diserahkan Direktur Diktis Prof. Dr. Suyitno kepada Ketua STAI Grobogan Muh. Arifin di kampus STAI Grobogan, Jumat (26/11) lalu.

Selain menyerahkan izin operasional, Prof. Dr. Suyitno juga memberikan pembinaan dan penguatan kelembagaan. Pada kegiatan ini turut hadir pula Kasubdit Ketenagaan Diktis Dr. Ruchman Basori. “Bertambahnya dua prodi tersebut, maka secara resmi STAI Grobogan mengelola empat prodi. Yakni PAI, PGMI, Manajemen Pendidikan Islam (MPI), dan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI),” kata Ketua STAI Grobogan Muh. Arifin.

Sementara itu, Yayasan Pendidikan Islam Grobogan (Yapig) yang menaungi STAI Grobogan, didirikan oleh 28 lulusan dari Universtas Nahdhatul Ulama Surakarta. Di akhir 2009, para alumni pascasarjana (S2) Universitas Nahdlatul Ulama Surakarta berkomitmen untuk mengembangkan ilmu yang diperoleh melalui  sebuah wadah yang bergerak di bidang pendidikan. Selanjutnya dinamakan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Grobogan di bawah naungan Yapig.

Baca Juga :  Ikut Kampus Mengajar, Mahasiswa Dapat Rp 1,2 Juta Per Bulan

Pada 10 Juni 2010 secara resmi telah berdiri, sesuai surat keputusan Direktorat Pendidikan Islam Kementerian Agama RI  Nomor Dj.1/358/2010. Kehadiran STAI Grobogan tentu telah mengukir sejarah di Kabupaten Grobogan. Karena sebagai perguruan tinggi Islam pertama  yang hadir dan berdiri di bumi “bersemi” Grobogan. STAI Grobogan merupakan aset dan kebanggaan masyarakat Grobogan.

“Melihat banyaknya Madrsah Ibtidaiyah yang tersebar di Kabupaten Grobogan dan masih kurangnya tenaga pengajar Pendidikan Agama Islam di Kabupaten Grobogan, maka STAI Grobogan berinisiatif mengajukan izin PGMI dan PAI,” imbuh Muh. Arifin.

Prof. Dr. Suyitno berpesan, bahwa jurusan PAI dan PGMI merupakan jurusan yang marketable. Sehingga dengan turunnya dua jurusan tersebut bisa memotivasi para pengelola STAI Grobogan untuk bisa mengembangkan STAI Grobogan menjadi lebih baik.

“Dua jurusan baru ini diharapkan tahun akademik 2022/2023 menjadi momentum untuk mengingkatkan kuantitas dan kualitas mahasiswa,” katanya. (war)

 






Reporter: Sirojul Munir

Most Read

Artikel Terbaru

/