25.3 C
Kudus
Monday, November 28, 2022

Bandel! Sudah Diperingati, PKL di Purwodadi Masih Nekat Jualan di Zona Merah

GROBOGAN – Pemkab Grobogan terus penataan kawasan perkantoran yang ada di Jalan MH Thamrin Kelurahan Danyang, Purwodadi. Sayang, hingga kini masih banyak pedagang kaki lima (PKL) yang berada di sepanjang jalan tersebut (zona merah).

Kabid Perdagangan Disperindag Grobogan Sigit Aribowo mengatakan, PKL di Jalan MH Thamrin banyak yang melanggar Perda. Jumlah PKL yang terdata sebanyak 34 pedagang yang berada di trotoar, sedangkan di saluran terbuka ada 27 pedagang. Mereka berjualan di sepanjang lingkup GOR hingga Stadion Krida Bhakti Purwodadi.

“Di sana ada kawasan zona merah dan kuning. Selama ini kami sudah menurunkan SP 1 hingga 3 bagi PKL yang tidak mengindahkan. Kenyataannya mereka masih berjualan rata-rata dari pagi. Padahal untuk zona kuning seharusnya boleh berjualan dari pukul 16.00 hingga pukul 06.00,” tegasnya.


Selain itu, masih banyak yang melanggar, utamanya dengan memasang tenda semi permanen dan permanen. Kemudian mereka juga harus bongkar pasang, lapaknya harus dibawa pulang lagi.

“Selain itu, untuk zona merah, utamanya depan perkantoran di jalan tersebut. Seharusnya tidak boleh sama sekali untuk berjualan. Namun, PKL malah memasang dengan tenda permanen. Tak hanya itu, luas trotoar dipakai untuk lapak semua,” keluhnya.

Dia mengatakan, PKL melanggar Perda Nomor 15 Tahun 2014 tentang Ketertiban Umum hingga Perda Nomor 16 Tahun 2014 tentang Penataan dan Pemberdayaan PKL. ”Dulu sudah ada diskusi bersama. Mereka siap/setuju membongkar bangunan permanen/semi permanen. Malah sampai saat ini masih banyak yang nekat berjualan dan tidak membongkar,” paparnya.

Baca Juga :  Siswa Positif Covid-19, PTM 1 Sekolah di Grobogan Dihentikan Sementara

Sekretaris Dinas PUPR Grobogan Wahyu Tri Darmawanto menambahkan, sepanjang Jalan MH Thamrin direncakanan sebagai kawasan perkantoran dan masuk rencana jangka menengah. Setelah melalui tahap feasibility study, tahun ini mulai dilakukan perbaikan secara bertahap.

“Persiapan itu dimulai dengan menata PKL di sepanjang jalan tersebut. Kemudian untuk Dinas PUPR sendiri tahun ini baru mengerjakan penataan drainase atau talut tepatnya di depan SMKN 2 Purwodadi di sisi barat sepanjang 100 meter. Wilayah tersebut masuk zona merah,” ujarnya.

Penataan drainase tersebut menggunakan APBD senilai Rp 200 juta. Dengan harapan drainase bersih dan lancar. “Perbaikan drainase belum bisa keseluruhan karena membutuhkan dana yang cukup besar. Sehingga kami spot-spotkan untuk perbaikannya,” ungkapnya.

Selain di tahun ini, penataan drainase dan talud akan dilanjut di tahun depan. Sedangkan untuk pelebaran jalan di sepanjang jalan tersebut akan diusulkan kembali di tahun depan.

“Selama ini sepanjang jalan tersebut baru memiliki lebar 5 meter. Pasti akan diperlebar karena intensitas kendaraan juga cukup tinggi. Namun hingga kini kami masih tahap mengusulkan pelebaran jalan,” katanya. (int/mal)






Reporter: Intan Maylani Sabrina

GROBOGAN – Pemkab Grobogan terus penataan kawasan perkantoran yang ada di Jalan MH Thamrin Kelurahan Danyang, Purwodadi. Sayang, hingga kini masih banyak pedagang kaki lima (PKL) yang berada di sepanjang jalan tersebut (zona merah).

Kabid Perdagangan Disperindag Grobogan Sigit Aribowo mengatakan, PKL di Jalan MH Thamrin banyak yang melanggar Perda. Jumlah PKL yang terdata sebanyak 34 pedagang yang berada di trotoar, sedangkan di saluran terbuka ada 27 pedagang. Mereka berjualan di sepanjang lingkup GOR hingga Stadion Krida Bhakti Purwodadi.

“Di sana ada kawasan zona merah dan kuning. Selama ini kami sudah menurunkan SP 1 hingga 3 bagi PKL yang tidak mengindahkan. Kenyataannya mereka masih berjualan rata-rata dari pagi. Padahal untuk zona kuning seharusnya boleh berjualan dari pukul 16.00 hingga pukul 06.00,” tegasnya.

Selain itu, masih banyak yang melanggar, utamanya dengan memasang tenda semi permanen dan permanen. Kemudian mereka juga harus bongkar pasang, lapaknya harus dibawa pulang lagi.

“Selain itu, untuk zona merah, utamanya depan perkantoran di jalan tersebut. Seharusnya tidak boleh sama sekali untuk berjualan. Namun, PKL malah memasang dengan tenda permanen. Tak hanya itu, luas trotoar dipakai untuk lapak semua,” keluhnya.

Dia mengatakan, PKL melanggar Perda Nomor 15 Tahun 2014 tentang Ketertiban Umum hingga Perda Nomor 16 Tahun 2014 tentang Penataan dan Pemberdayaan PKL. ”Dulu sudah ada diskusi bersama. Mereka siap/setuju membongkar bangunan permanen/semi permanen. Malah sampai saat ini masih banyak yang nekat berjualan dan tidak membongkar,” paparnya.

Baca Juga :  Siswa Positif Covid-19, PTM 1 Sekolah di Grobogan Dihentikan Sementara

Sekretaris Dinas PUPR Grobogan Wahyu Tri Darmawanto menambahkan, sepanjang Jalan MH Thamrin direncakanan sebagai kawasan perkantoran dan masuk rencana jangka menengah. Setelah melalui tahap feasibility study, tahun ini mulai dilakukan perbaikan secara bertahap.

“Persiapan itu dimulai dengan menata PKL di sepanjang jalan tersebut. Kemudian untuk Dinas PUPR sendiri tahun ini baru mengerjakan penataan drainase atau talut tepatnya di depan SMKN 2 Purwodadi di sisi barat sepanjang 100 meter. Wilayah tersebut masuk zona merah,” ujarnya.

Penataan drainase tersebut menggunakan APBD senilai Rp 200 juta. Dengan harapan drainase bersih dan lancar. “Perbaikan drainase belum bisa keseluruhan karena membutuhkan dana yang cukup besar. Sehingga kami spot-spotkan untuk perbaikannya,” ungkapnya.

Selain di tahun ini, penataan drainase dan talud akan dilanjut di tahun depan. Sedangkan untuk pelebaran jalan di sepanjang jalan tersebut akan diusulkan kembali di tahun depan.

“Selama ini sepanjang jalan tersebut baru memiliki lebar 5 meter. Pasti akan diperlebar karena intensitas kendaraan juga cukup tinggi. Namun hingga kini kami masih tahap mengusulkan pelebaran jalan,” katanya. (int/mal)






Reporter: Intan Maylani Sabrina

Most Read

Artikel Terbaru

/