alexametrics
25.9 C
Kudus
Thursday, May 26, 2022

Lapak Tergenang, Pasar Agro Horitukultura Purwodadi Segera Dibangun

GROBOGAN – Sejak berdiri pada 2010, Pasar Agro Horitukultura di Jalan Gajah Mada, Purwodadi, baru sekali mendapatkan perbaikan. Rencananya, tahun ini akan diusulkan perbaikan pada beberapa sarana dan prasarana (sarpras).

Kepala UPTD Pasar Wilayah Tengah Eko Ary mengatakan, kondisi Agro selalu ramai. Lantaran menjadi pasar yang strategis. Lokasinya berhadapan dengan Pasar Pagi. Jumlah pedagang di pasar tersebut mencapai 450 pedagang.

Pasar tersebut menjadi lokasi jual beli hasil pertanian daerah, sehingga membantu para petani kecil di Kabupaten Grobogan dan sekitarnya.


”Di balik kondisi pasar yang ramai, sarpras juga harus ditunjang. Beberapa waktu lalu kami mendapati kondisi pasar yang becek dan banyak genangan. Setiap hujan jalan selalu berbentuk kubangan-kubangan. Kondisi tersebut membuat pedagang dan pembeli kurang nyaman. Pedagang juga mengeluhkan kondisi tersebut langsung ke bupati. Jadi, tahun ini kami langsung mengusulkan bantuan perbaikan melalui APBD,” ujarnya.

Baca Juga :  Grobogan Kembali Level 3, Pengelola Wisata Ketar-Ketir

Anggaran yang diusulkan sekitar Rp 200 juta untuk peningkatan sarpras, seperti pavingisasi dan normalisari saluran.

”Sejak 2010, kami baru sekali mendapatkan perbaikan pada 2020 lalu. Saat itu, berupa normalisasi sebagian saluran dan rumah sampah. Tahun ini, kami kembali usulkan bantuan peningkatan sarpras. Semoga bisa segera dikerjakan,” imbuhnya. (int/lin)






Reporter: Intan Maylani Sabrina

GROBOGAN – Sejak berdiri pada 2010, Pasar Agro Horitukultura di Jalan Gajah Mada, Purwodadi, baru sekali mendapatkan perbaikan. Rencananya, tahun ini akan diusulkan perbaikan pada beberapa sarana dan prasarana (sarpras).

Kepala UPTD Pasar Wilayah Tengah Eko Ary mengatakan, kondisi Agro selalu ramai. Lantaran menjadi pasar yang strategis. Lokasinya berhadapan dengan Pasar Pagi. Jumlah pedagang di pasar tersebut mencapai 450 pedagang.

Pasar tersebut menjadi lokasi jual beli hasil pertanian daerah, sehingga membantu para petani kecil di Kabupaten Grobogan dan sekitarnya.

”Di balik kondisi pasar yang ramai, sarpras juga harus ditunjang. Beberapa waktu lalu kami mendapati kondisi pasar yang becek dan banyak genangan. Setiap hujan jalan selalu berbentuk kubangan-kubangan. Kondisi tersebut membuat pedagang dan pembeli kurang nyaman. Pedagang juga mengeluhkan kondisi tersebut langsung ke bupati. Jadi, tahun ini kami langsung mengusulkan bantuan perbaikan melalui APBD,” ujarnya.

Baca Juga :  Capai Target, Pelaksanaan Vaksinasi Booster di Grobogan Diperbolehkan

Anggaran yang diusulkan sekitar Rp 200 juta untuk peningkatan sarpras, seperti pavingisasi dan normalisari saluran.

”Sejak 2010, kami baru sekali mendapatkan perbaikan pada 2020 lalu. Saat itu, berupa normalisasi sebagian saluran dan rumah sampah. Tahun ini, kami kembali usulkan bantuan peningkatan sarpras. Semoga bisa segera dikerjakan,” imbuhnya. (int/lin)






Reporter: Intan Maylani Sabrina

Most Read

Artikel Terbaru

/