alexametrics
24.7 C
Kudus
Tuesday, June 28, 2022

Museum Grobogan Harus Dimanfaatkan Sarana Edukasi Siswa

GROBOGAN – Kabupaten Grobogan memiliki satu museum lokal yang berlokasi di kompleks Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Grobogan. Meski jarang pengunjung, Disporabudpar Grobogan mencoba meramaikan museum dengan menggandeng pelajar.

Kabid Kebudayaan Disporabudpar Grobogan Kukuh Prasetyjo Rusady mengatakan, Museum Lokal Grobogan bakal dimanfaatkan sebagai sarana edukasi siswa. Upaya itu dilakukan untuk mendongkrak kunjungan musuem.

“Sebenarnya ada ratusan koleksi benda purbakala hingga cagar budaya yang disimpan di sini. Mungkin karena keberadaan atau lokasinya yang ada di dalam jarang orang yang mengetahui, sehingga tingkat kunjungan masih sangat minim,” keluhnya.


Ke depan, pihaknya akan mengelola lebih serius dengan melibatkan beberapa pihak. Salah satu pihak yang bisa dan mudah dilibatkan yakni sekolah-sekolah.

Baca Juga :  Disapu Angin Puting Beliung, Satu Rumah di Grobogan Rata dengan Tanah

Ratusan sekolah yang ada di Grobogan jika kompak mengirimkan muridnya untuk melakukan sarana edukasi di museum, maka museum akan hidup kembali. Dengan cara tersebut,  setidaknya keberadaan museum tersebut bisa diketahui masyarakat luas.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan penataan seperti memberi kelengkapan data benda yang ada di dalamnya. Selan itu, di museum itu harus ditempatkan petugas yang paham tentang benda masa lalu tersebut sehingga bisa menjelaskan kepada pengunjung.

“Perlahan kami benahi. Kami dibantu BPSMP Sangiran dan BPCB Jateng dalam menata koleksi museum ini. Semoga ke depan bisa lebih ramai,” imbuhnya. (int/mal)






Reporter: Intan Maylani Sabrina

GROBOGAN – Kabupaten Grobogan memiliki satu museum lokal yang berlokasi di kompleks Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Grobogan. Meski jarang pengunjung, Disporabudpar Grobogan mencoba meramaikan museum dengan menggandeng pelajar.

Kabid Kebudayaan Disporabudpar Grobogan Kukuh Prasetyjo Rusady mengatakan, Museum Lokal Grobogan bakal dimanfaatkan sebagai sarana edukasi siswa. Upaya itu dilakukan untuk mendongkrak kunjungan musuem.

“Sebenarnya ada ratusan koleksi benda purbakala hingga cagar budaya yang disimpan di sini. Mungkin karena keberadaan atau lokasinya yang ada di dalam jarang orang yang mengetahui, sehingga tingkat kunjungan masih sangat minim,” keluhnya.

Ke depan, pihaknya akan mengelola lebih serius dengan melibatkan beberapa pihak. Salah satu pihak yang bisa dan mudah dilibatkan yakni sekolah-sekolah.

Baca Juga :  Capaian Vaksinasi Grobogan Lampaui Angka Nasional

Ratusan sekolah yang ada di Grobogan jika kompak mengirimkan muridnya untuk melakukan sarana edukasi di museum, maka museum akan hidup kembali. Dengan cara tersebut,  setidaknya keberadaan museum tersebut bisa diketahui masyarakat luas.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan penataan seperti memberi kelengkapan data benda yang ada di dalamnya. Selan itu, di museum itu harus ditempatkan petugas yang paham tentang benda masa lalu tersebut sehingga bisa menjelaskan kepada pengunjung.

“Perlahan kami benahi. Kami dibantu BPSMP Sangiran dan BPCB Jateng dalam menata koleksi museum ini. Semoga ke depan bisa lebih ramai,” imbuhnya. (int/mal)






Reporter: Intan Maylani Sabrina

Most Read

Artikel Terbaru

/