26.4 C
Kudus
Tuesday, February 7, 2023

Kasus TBC Masih Tinggi, Kabupaten Grobogan Targetkan Eliminasi pada 2028

GROBOGAN – Kabupaten Grobogan menargetkan 2028 menuju eliminasi Tuberkulosis (TBC). Berbagai upaya dilakukan, salah satunya melakukan screening dalam penemuan kasus aktif ke desa-desa.

Kepala Dinkes Grobogan dr Slamet Widodo mengatakan, hingga kini perkiraan terduga TBC di Kabupaten Grobogan sebanyak 12.262 kasus. Serta perkiraan penemuan kasus TBC diobati ada 3.244 kasus.

”Dari 12.262 kasus perkiraan suspek, sudah ada 6.001 kasus yang diperiksa. Sehingga baru 48,94 persen. Tentu jumlah ini masih jauh dari yang diharapkan,” jelasnya.


Masyarakat yang dilakukan screening adalah yang mengalami batuk lebih dari sepekan, kontak erat atau serumah dengan pasien TBC, pemeriksaan secara diagnosis melalui mikroskopis dan TCM.

Meski begitu, Dinkes juga menemui berbagai kendala dalam pengentasan kasus TBC ini. Terutama pada pasien kebal obat. Kasus resisten obat ada 102 orang, 13 orang di antaranya sedang dalam pengobatan, 84 orang tidak dalam pengobatan dan 5 orang tidak melakukan pengobatan.

Baca Juga :  Muncul Puluhan Lubang Jalan di Grobogan, hanya Tambal Sulam

”Pengobatan harus dilakukan berkesinambungan tanpa henti selama enam bulan. Ini yang menyebabkan kebal obat, jika mereka berhenti minum harus mengulang dari awal lagi,” keluhnya.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan. Pihaknya berharap Kabupaten Grobogan bisa melakukan eliminasi TB pada 2028 nanti, sedangkan 2030 merupakan eliminasi nasional.

”Sampai saat ini pasien TB pun banyak memiliki stigma negatif utamanya kehilangan pekerjaan, deskriminasi, kemudian kekurangan gizi hingga lingkungan yang kurang memenuhi syarat memperburuk kondisi mereka,” ujarnya.

Selain pengobatan yang rutin diberikan selama enam bulan tanpa henti. Nutrisi juga penting untuk dikonsumsi. Lantaran nutrisi berperan penting dalam proses penyembuhan.

”Upaya kami dalam menurunkan kasus juga dengan pemberian nutrisi yang berupa sembako ini antaranya berupa beras, susu, madu, minyak goreng, biskuit, gula, teh dan sereal. Pembagian ini menyebar ke beberapa daerah yang ada kasus TB kebal obat,” jelasnya. (int)






Reporter: Intan Maylani Sabrina

GROBOGAN – Kabupaten Grobogan menargetkan 2028 menuju eliminasi Tuberkulosis (TBC). Berbagai upaya dilakukan, salah satunya melakukan screening dalam penemuan kasus aktif ke desa-desa.

Kepala Dinkes Grobogan dr Slamet Widodo mengatakan, hingga kini perkiraan terduga TBC di Kabupaten Grobogan sebanyak 12.262 kasus. Serta perkiraan penemuan kasus TBC diobati ada 3.244 kasus.

”Dari 12.262 kasus perkiraan suspek, sudah ada 6.001 kasus yang diperiksa. Sehingga baru 48,94 persen. Tentu jumlah ini masih jauh dari yang diharapkan,” jelasnya.

Masyarakat yang dilakukan screening adalah yang mengalami batuk lebih dari sepekan, kontak erat atau serumah dengan pasien TBC, pemeriksaan secara diagnosis melalui mikroskopis dan TCM.

Meski begitu, Dinkes juga menemui berbagai kendala dalam pengentasan kasus TBC ini. Terutama pada pasien kebal obat. Kasus resisten obat ada 102 orang, 13 orang di antaranya sedang dalam pengobatan, 84 orang tidak dalam pengobatan dan 5 orang tidak melakukan pengobatan.

Baca Juga :  Jalan Dua Pekan, Vaksinasi Anak di Grobogan Capai 56,57 Persen

”Pengobatan harus dilakukan berkesinambungan tanpa henti selama enam bulan. Ini yang menyebabkan kebal obat, jika mereka berhenti minum harus mengulang dari awal lagi,” keluhnya.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan. Pihaknya berharap Kabupaten Grobogan bisa melakukan eliminasi TB pada 2028 nanti, sedangkan 2030 merupakan eliminasi nasional.

”Sampai saat ini pasien TB pun banyak memiliki stigma negatif utamanya kehilangan pekerjaan, deskriminasi, kemudian kekurangan gizi hingga lingkungan yang kurang memenuhi syarat memperburuk kondisi mereka,” ujarnya.

Selain pengobatan yang rutin diberikan selama enam bulan tanpa henti. Nutrisi juga penting untuk dikonsumsi. Lantaran nutrisi berperan penting dalam proses penyembuhan.

”Upaya kami dalam menurunkan kasus juga dengan pemberian nutrisi yang berupa sembako ini antaranya berupa beras, susu, madu, minyak goreng, biskuit, gula, teh dan sereal. Pembagian ini menyebar ke beberapa daerah yang ada kasus TB kebal obat,” jelasnya. (int)






Reporter: Intan Maylani Sabrina

Most Read

Artikel Terbaru