alexametrics
24.7 C
Kudus
Wednesday, May 18, 2022

Masih Ada 147.657 Rumah Tak Layak Huni di Grobogan

GROBOGAN – Pengentasan rumah tidak layak huni (RTLH) hingga saat ini masih menjadi pekerjaan rumah (PR). Terhitung hingga kini masih ada 147.657 unit belum tertangani. Tahun ini Disperakim baru bisa memperbaiki 1.004 unit RTLH.

Kepala Disperakim Grobogan Siswanto melalui Kasi Perencanaan Teknis Perumahan Upik Farida Surya Dona mengatakan, bantuan 1.004 unit yang didapat ini masih jauh dari target dalam percepatan pengurangan RTLH. Saat ini Kabupaten Grobogan juga menduduki RTLH tertinggi se-Jawa Tengah.

Diungkapkan, jumlah RTLH berdasarkan basis pemutakhiran data terpadu (BPDT) 2015 masih ada 147.657 RTLH. Sedangkan menurut data terpadu penanganan fakir miskin dan orang tidak mampu (DTPFMOTM) 2018 masih ada 34.888 unit.


“Penanganan RTLH dari 2017 hingga tahun ini baru ada 5.450 unit. Masih jauh dari yang diharapkan,” keluhnya.

Baca Juga :  Wabup Grobogan Serahkan Pencairan APBD Dorong Pembangunan 475 RTLH

Bantuan tahun ini bersumber dari Bankeumpemdes sebanyak 441 unit. Masing-masing penerima mendapatkan Rp 12 juta. Kemudian dari bantuan stimulan perumahan swadaya sebanyak 400 unit senilai Rp 17.5 juta. Selanjutnya bantuan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebanyak 63 unit senilai Rp 17,5 juta. Serta terakhir, bantuan dari CSR Bank Jateng sebanyak 100 unit senilai RP 15 juta.

Pihaknya berharap semakin banyak CSR di Kabupaten Grobogan yang membantu mengentaskan permasalahan RTLH ini. “Selain dari CSR, jika sebelumnya bantuan RTLH ada di Dispermades. Per tahun depan kegiatan RTLH terpusat di Disperakim. Berharap bisa lebih banyak bantuan yang didapat setiap tahunnya,” ungkapnya. (mal)

 






Reporter: Intan Maylani Sabrina

GROBOGAN – Pengentasan rumah tidak layak huni (RTLH) hingga saat ini masih menjadi pekerjaan rumah (PR). Terhitung hingga kini masih ada 147.657 unit belum tertangani. Tahun ini Disperakim baru bisa memperbaiki 1.004 unit RTLH.

Kepala Disperakim Grobogan Siswanto melalui Kasi Perencanaan Teknis Perumahan Upik Farida Surya Dona mengatakan, bantuan 1.004 unit yang didapat ini masih jauh dari target dalam percepatan pengurangan RTLH. Saat ini Kabupaten Grobogan juga menduduki RTLH tertinggi se-Jawa Tengah.

Diungkapkan, jumlah RTLH berdasarkan basis pemutakhiran data terpadu (BPDT) 2015 masih ada 147.657 RTLH. Sedangkan menurut data terpadu penanganan fakir miskin dan orang tidak mampu (DTPFMOTM) 2018 masih ada 34.888 unit.

“Penanganan RTLH dari 2017 hingga tahun ini baru ada 5.450 unit. Masih jauh dari yang diharapkan,” keluhnya.

Baca Juga :  Satu Pasien Probable Omicron di Grobogan Selesai Isolasi

Bantuan tahun ini bersumber dari Bankeumpemdes sebanyak 441 unit. Masing-masing penerima mendapatkan Rp 12 juta. Kemudian dari bantuan stimulan perumahan swadaya sebanyak 400 unit senilai Rp 17.5 juta. Selanjutnya bantuan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebanyak 63 unit senilai Rp 17,5 juta. Serta terakhir, bantuan dari CSR Bank Jateng sebanyak 100 unit senilai RP 15 juta.

Pihaknya berharap semakin banyak CSR di Kabupaten Grobogan yang membantu mengentaskan permasalahan RTLH ini. “Selain dari CSR, jika sebelumnya bantuan RTLH ada di Dispermades. Per tahun depan kegiatan RTLH terpusat di Disperakim. Berharap bisa lebih banyak bantuan yang didapat setiap tahunnya,” ungkapnya. (mal)

 






Reporter: Intan Maylani Sabrina

Most Read

Artikel Terbaru

/