25.3 C
Kudus
Monday, November 28, 2022

Sempat Terhenti, Pembangunan Gedung Serbaguna (GSG) Dewi Sri milik Pemkab Grobogan Dilanjut Kembali

GROBOGAN – Pembangunan Gedung Serbaguna (GSG) Dewi Sri milik Pemkab Grobogan yang ada di Jalan MH Thamrin Kelurahan Danyang, Kecamatan Purwodadi yang sempat mangkrak akhirnya dilanjutkan kembali. Kini akses masuk dan parkir selesai dibangun.

PPK sekaligus Kabid Keolahragaan Disporabudpar Grobogan Nur Yasin mengatakan, Provisional hand over (PHO) jatuh pada Selasa (27/9). Seluruh akses pengerjaan pun rampung dikerjakan.

“Selesai kontrak besok pagi untuk jalan akses masuk, parkir hingga gerbang masuk. Kami dapat anggaran dari APBD senilai Rp 3,72 miliar,” jelasnya.


Meski sudah ada akses masuk, bangunan dengan luasan 2,3 hektare itu belum bisa langsung dioperasikan. Sebab untuk akses keluar baru diusulkan di APBD-Perubahan nanti.
“Kami dapat pembangunan jalan keluar dari GSG menuju Jalan Kapten Rusdiyat. Luasnya sekitar 14 meter, sedangkan panjang 220 meter,” ujarnya.

Baca Juga :  Jagong Gayeng, Polres Grobogan Ajak Warga Jaga Kantibmas

Pihaknya berharap agar awal tahun depan, GSG mulai bisa ditempati dan tak mangkrak lagi. “Harusnya setelah PHO bisa langsung dipakai. Namun, inikan bangunan aset daerah, harus ada perda dan perbup. Saat ini perbup belum ada, kalau ada yang mau sewa kami bingung untuk menentukan tarifnya,” jelasnya.

Disporabudpar pun sedang membahas perbup tersebut di bagian hukum Setda Grobogan. Sehingga rencananya tahun depan bisa di tempati sebagai gedung konser, pernikahan, pentas seni mau pun ekspo.

“Bisa untuk acara sosial dan budaya. Bisa menampung sekitar 500-800 orang,” imbuhnya. (int/mal)






Reporter: Intan Maylani Sabrina

GROBOGAN – Pembangunan Gedung Serbaguna (GSG) Dewi Sri milik Pemkab Grobogan yang ada di Jalan MH Thamrin Kelurahan Danyang, Kecamatan Purwodadi yang sempat mangkrak akhirnya dilanjutkan kembali. Kini akses masuk dan parkir selesai dibangun.

PPK sekaligus Kabid Keolahragaan Disporabudpar Grobogan Nur Yasin mengatakan, Provisional hand over (PHO) jatuh pada Selasa (27/9). Seluruh akses pengerjaan pun rampung dikerjakan.

“Selesai kontrak besok pagi untuk jalan akses masuk, parkir hingga gerbang masuk. Kami dapat anggaran dari APBD senilai Rp 3,72 miliar,” jelasnya.

Meski sudah ada akses masuk, bangunan dengan luasan 2,3 hektare itu belum bisa langsung dioperasikan. Sebab untuk akses keluar baru diusulkan di APBD-Perubahan nanti.
“Kami dapat pembangunan jalan keluar dari GSG menuju Jalan Kapten Rusdiyat. Luasnya sekitar 14 meter, sedangkan panjang 220 meter,” ujarnya.

Baca Juga :  Usai Vaksin, Warga Grobogan Dapat Bibit Pohon

Pihaknya berharap agar awal tahun depan, GSG mulai bisa ditempati dan tak mangkrak lagi. “Harusnya setelah PHO bisa langsung dipakai. Namun, inikan bangunan aset daerah, harus ada perda dan perbup. Saat ini perbup belum ada, kalau ada yang mau sewa kami bingung untuk menentukan tarifnya,” jelasnya.

Disporabudpar pun sedang membahas perbup tersebut di bagian hukum Setda Grobogan. Sehingga rencananya tahun depan bisa di tempati sebagai gedung konser, pernikahan, pentas seni mau pun ekspo.

“Bisa untuk acara sosial dan budaya. Bisa menampung sekitar 500-800 orang,” imbuhnya. (int/mal)






Reporter: Intan Maylani Sabrina

Most Read

Artikel Terbaru

/