28 C
Kudus
Monday, November 28, 2022

Rumah Air Bagi Desa Binaan Undip Menuju Desa Lestari

GROBOGAN – Belum lama ini, Universitas Diponegoro (Undip) telah membangun rumah air di desa binaan. Yakni, Desa Sugihmanik Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Pembangunan Rumah Air merupakan hasil rembug bersama mengenai permasalahan warga terhadap kebutuhan air minum.

Bagi UNDIP sendiri, membangun fasilitas akses air bersih merupakan salah satu upaya mewujudkan sustainable development goals. Program desa binaan yang dikembangkan Undip merupakan wujud kontribusi Undip bagi kehidupan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Program desa binaan ini bertujuan untuk mengembangkan potensi wilayah desa dengan memanfaatkan potensi kampus dan masyarakat, serta networking melalui IPTEK.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Iptek bagi Desa Binaan Undip (IDBU) Desa Sugihmanik, Sri Hartini, mengungkapkan rasa kegembiraannya atas antusias masyarakat yang membangun rumah air secara bergotong royong.


”Di mana Undip telah memfasilitasi material. Gotong royong merupakan kearifan lokal yang harus dilestarikan. Karena selama ini budaya kebersamaan lambat laun mulai menipis. Masyarakat sangat bersyukur dengan adanya Rumah Air yang bisa dimanfaatkan untuk 40 kepala keluarga di sekitarnya,” jelasnya.

Baca Juga :  Atasi Kekeringan, Warga Desa Sugihmanik Grobogan Bangun Rumah Penampungan Air

Selain Rumah Air, program IDBU juga menerapkan teknologi Penampungan Air Hujan yang dilengkapi dengan sumur resapan. Teknologi ini dinilai sangat ramah lingkungan dalam upaya konservasi air karena memanfaatkan limpahan hujan untuk dimanfaatkan dan kelebihannya dikembalikan ke bumi melalui sumur resapan.

”Tim IDBU sangat senang, langkah ini telah menginspirasi beberapa warga untuk membuat sumur gali bagi lahan pertanian dan sumur resapan secara mandiri. Tim IDBU juga telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah Grobogan untuk berkolaborasi dalam memelihara air tanah dengan melakukan penanaman bersama di sekitar bantaran sungai dan pekarangan warga. Rencana ini juga mendapat dukungan dari masyarakat sekitar,” ujarnya.

Ke depan, Undip berharap, langkah awal ini akan menjadi pilot project bagi masyarakat, khususnya Pemerintah Daerah untuk mempunyai kebijakan memasyarakatkan teknologi Penampungan Air Hujan, sumur resapan dan memperbanyak sumur galian baik bagi akses air bersih maupun lahan pertanian. Air merupakan sumber kehidupan, desa dengan kemudahan akses air berarti sedang menuju Desa Lestari. (adv)

GROBOGAN – Belum lama ini, Universitas Diponegoro (Undip) telah membangun rumah air di desa binaan. Yakni, Desa Sugihmanik Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Pembangunan Rumah Air merupakan hasil rembug bersama mengenai permasalahan warga terhadap kebutuhan air minum.

Bagi UNDIP sendiri, membangun fasilitas akses air bersih merupakan salah satu upaya mewujudkan sustainable development goals. Program desa binaan yang dikembangkan Undip merupakan wujud kontribusi Undip bagi kehidupan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Program desa binaan ini bertujuan untuk mengembangkan potensi wilayah desa dengan memanfaatkan potensi kampus dan masyarakat, serta networking melalui IPTEK.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Iptek bagi Desa Binaan Undip (IDBU) Desa Sugihmanik, Sri Hartini, mengungkapkan rasa kegembiraannya atas antusias masyarakat yang membangun rumah air secara bergotong royong.

”Di mana Undip telah memfasilitasi material. Gotong royong merupakan kearifan lokal yang harus dilestarikan. Karena selama ini budaya kebersamaan lambat laun mulai menipis. Masyarakat sangat bersyukur dengan adanya Rumah Air yang bisa dimanfaatkan untuk 40 kepala keluarga di sekitarnya,” jelasnya.

Baca Juga :  Polisi Imbau Petani di Grobogan Tak Gunakan Listrik untuk Jebakan Tikus

Selain Rumah Air, program IDBU juga menerapkan teknologi Penampungan Air Hujan yang dilengkapi dengan sumur resapan. Teknologi ini dinilai sangat ramah lingkungan dalam upaya konservasi air karena memanfaatkan limpahan hujan untuk dimanfaatkan dan kelebihannya dikembalikan ke bumi melalui sumur resapan.

”Tim IDBU sangat senang, langkah ini telah menginspirasi beberapa warga untuk membuat sumur gali bagi lahan pertanian dan sumur resapan secara mandiri. Tim IDBU juga telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah Grobogan untuk berkolaborasi dalam memelihara air tanah dengan melakukan penanaman bersama di sekitar bantaran sungai dan pekarangan warga. Rencana ini juga mendapat dukungan dari masyarakat sekitar,” ujarnya.

Ke depan, Undip berharap, langkah awal ini akan menjadi pilot project bagi masyarakat, khususnya Pemerintah Daerah untuk mempunyai kebijakan memasyarakatkan teknologi Penampungan Air Hujan, sumur resapan dan memperbanyak sumur galian baik bagi akses air bersih maupun lahan pertanian. Air merupakan sumber kehidupan, desa dengan kemudahan akses air berarti sedang menuju Desa Lestari. (adv)


Most Read

Artikel Terbaru

/