alexametrics
30.1 C
Kudus
Saturday, June 25, 2022

Dua Ratus Kursi Kepala SD di Grobogan Kosong, Ini Penyebabnya

GROBOGAN – Jumlah kekosongan kepala sekolah dasar (SD)semakin banyak. Terdata dari total 782 SD negeri, ada 224 jabatan kepala SD yang kosong.

Kabid Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Pendidikan (PMPTP) Dinas Pendidikan (Disdik) Grobogan Ruswandi mengatakan, banyaknya kekosongan itu membuat Disdik akan membuka seleksi pendaftaran calon kepala SD.

“Namun, masih menunggu kelulusan dari guru penggerak. Setelah itu, baru disiapkan untuk seleksi calon jabatan kepala sekolah tersebut,” jelasnya.


Dia mengatakan, dari 224 jabatan kepala SD yang saat ini kosong. Jumlah kekosongan tersebut disebabkan berbagai faktor, salah satunya karena memasuki purna di tahun ini.

Faktor lainnya kekosongan itu disebabkan soal beban pekerjaan kepala SD yang lebih besar dibanding guru biasa, namun tidak sebanding dengan insentif yang didapat. Hal itu menjadi penyebab utama minimnya minat menjadi kepala SD.

Baca Juga :  Percobaan Pembunuhan di Grobogan, Polisi Tetapkan Pacar Jadi Tersangka

Selain itu, problem kekurangan kepala sekolah ini juga buntut dari kekurangan guru PNS. Dari data Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Grobogan, tahun ini ada 1.021 ribu guru PPPK.

Meski ada tambahan, per tahunnya ada 300 hingga 400 guru yang pensiun. Untuk tahun ini terdata sudah ada 20 guru yang memasuki purna. Belum lagi ditambah yang meninggal dunia dan pindah tempat tugas. (int/mal)






Reporter: Intan Maylani Sabrina

GROBOGAN – Jumlah kekosongan kepala sekolah dasar (SD)semakin banyak. Terdata dari total 782 SD negeri, ada 224 jabatan kepala SD yang kosong.

Kabid Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Pendidikan (PMPTP) Dinas Pendidikan (Disdik) Grobogan Ruswandi mengatakan, banyaknya kekosongan itu membuat Disdik akan membuka seleksi pendaftaran calon kepala SD.

“Namun, masih menunggu kelulusan dari guru penggerak. Setelah itu, baru disiapkan untuk seleksi calon jabatan kepala sekolah tersebut,” jelasnya.

Dia mengatakan, dari 224 jabatan kepala SD yang saat ini kosong. Jumlah kekosongan tersebut disebabkan berbagai faktor, salah satunya karena memasuki purna di tahun ini.

Faktor lainnya kekosongan itu disebabkan soal beban pekerjaan kepala SD yang lebih besar dibanding guru biasa, namun tidak sebanding dengan insentif yang didapat. Hal itu menjadi penyebab utama minimnya minat menjadi kepala SD.

Baca Juga :  Usai Dilantik, Karang Taruna Grobogan Tancap Gas Jalankan Program

Selain itu, problem kekurangan kepala sekolah ini juga buntut dari kekurangan guru PNS. Dari data Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Grobogan, tahun ini ada 1.021 ribu guru PPPK.

Meski ada tambahan, per tahunnya ada 300 hingga 400 guru yang pensiun. Untuk tahun ini terdata sudah ada 20 guru yang memasuki purna. Belum lagi ditambah yang meninggal dunia dan pindah tempat tugas. (int/mal)






Reporter: Intan Maylani Sabrina

Most Read

Artikel Terbaru

/