
GROBOGAN – Kereta api masih menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk bepergian antarkota.
Di Kabupaten Grobogan, sebanyak 17.899 pelanggan tercatat menggunakan layanan KA Aglomerasi selama Semester I 2026.
Belasan ribu pelanggan tersebut tercatat naik maupun turun di tiga stasiun yang melayani KA Joglosemarkerto, yakni Stasiun Gundih, Stasiun Telawa, dan Stasiun Kedungjati.
Stasiun Gundih menjadi penyumbang pelanggan terbanyak dengan total 7.997 pelanggan.
Rinciannya, 6.197 pelanggan tercatat naik dan 1.800 pelanggan turun.
Kemudian Stasiun Telawa melayani 6.048 pelanggan, terdiri atas 4.112 pelanggan naik dan 1.936 pelanggan turun.
Sementara Stasiun Kedungjati mencatat 3.854 pelanggan, dengan 2.599 pelanggan naik dan 1.255 pelanggan turun.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif mengatakan, tingginya mobilitas tersebut menunjukkan keberadaan kereta api regional masih dibutuhkan masyarakat, khususnya untuk menghubungkan Grobogan dengan sejumlah daerah di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Mobilitas masyarakat saat ini tidak lagi terbatas pada wilayah tempat tinggalnya.
Banyak masyarakat melakukan perjalanan ke daerah lain untuk bekerja, menempuh pendidikan, menjalankan aktivitas usaha, maupun berwisata,” kata Luqman.



