Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Anggaran Turun Drastis, Ini Daftar Kerusakan Bencana yang Ditangani BPBD Grobogan

I

RUSAK PARAH: Kondisi jembatan penghubung Desa Kemadohbatur dan Tarub di Kecamatan Tawangharjo.
RUSAK PARAH: Kondisi jembatan penghubung Desa Kemadohbatur dan Tarub di Kecamatan Tawangharjo.


Advertisement

GROBOGAN– Penanganan longsor dan infrastruktur rusak akibat bencana di Kabupaten Grobogan tahun ini tetap berjalan meski anggarannya turun drastis.

Dari sekitar Rp 6,2 miliar pada 2025, kini hanya tersisa kurang lebih Rp 2,8 miliar.

Kabid Rehabilitasi dan Konstruksi BPBD Grobogan, Bondan Pujanarko, mengatakan penurunan anggaran tersebut memaksa pihaknya melakukan skala prioritas.

Advertisement

Meski begitu, total ada 14 titik yang tetap ditangani tahun ini.

“Total anggaran kurang lebih Rp 2,8 miliar. Memang jauh turun dibanding tahun lalu yang sekitar Rp 6,2 miliar,” ujarnya.

Penanganan difokuskan pada pemasangan bronjong untuk perkuatan dan stabilisasi tanah. 

Advertisement

Pekerjaan ini menyasar longsoran di kawasan permukiman warga, badan jalan, hingga tebing sungai yang rawan tergerus saat hujan deras.

Selain itu, juga dilakukan rehabilitasi dan rekonstruksi jembatan sederhana yang rusak akibat banjir maupun bencana alam.

Adapun titik longsor yang ditangani tersebar di sejumlah kecamatan, yakni Desa Sarirejo dan Kalanglundo di Kecamatan Ngaringan.

Kemudian Desa Depok, Katong serta Dusun Toroh RT 02 RW 03 Desa Sindurejo di Kecamatan Toroh.

Kemudian Desa Monggot di Kecamatan Geyer, Desa Teguhan dan Lebengjumuk di Kecamatan Grobogan, Desa Tuko di Kecamatan Pulokulon, Tebing Avour Nampu di Kecamatan Karangrayung, Desa Leyangan di Kecamatan Penawangan, serta Desa Kalisari di Kecamatan Kradenan.

Sementara itu, untuk infrastruktur jembatan, dilakukan rehabilitasi Jembatan Desa Tunggu di Kecamatan Penawangan dan rekonstruksi Jembatan Desa Kemadohbatur di Kecamatan Tawangharjo.

Khusus jembatan di Desa Kemadohbatur, penghubung antar Desa Kemadohbatur dan Tarub ini sudah terjadi kerusakan cukup lama, sekitar tahun 2021. 

Di mana, selama ini warga hanya mengandalkan jembatan darurat yang dibangun secara swadaya. Akses tersebut hanya bisa dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua.

“Saat ini warga masih menggunakan jembatan darurat hasil swadaya. Tahun ini segera dilakukan rekonstruksi agar akses kembali normal dan aman,” jelas Bondan.

Dengan keterbatasan anggaran yang ada, BPBD Grobogan memprioritaskan titik-titik yang berdampak langsung pada keselamatan dan aktivitas masyarakat. 

Pemerintah berharap penanganan melalui perkuatan bronjong dan rekonstruksi jembatan ini mampu mengurangi risiko bencana susulan, terutama saat puncak musim hujan. (int)

Advertisement

Artikel Terkait

Koramil Gabus Dropping Air Bersih untuk Warga Kekeringan

Koramil Gabus Dropping Air Bersih untuk Warga Kekeringan

TNI dan PMI Droping Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Pekan Depan, 18 Ribu Siswa SD Grobogan Bersiap Ikuti Try Out

Pekan Depan, 18 Ribu Siswa SD Grobogan Bersiap Ikuti Try Out

GROBOGAN – Sebanyak lebih dari 18 ribu siswa sekolah dasar (SD) di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, bersiap mengikuti try out Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada Selasa-Rabu (10-11/11/2026).  Pelaksanaan uji coba tersebu

14 Ribu Peserta PBI JKN Grobogan Nonaktif

14 Ribu Peserta PBI JKN Grobogan Nonaktif

GROBOGAN – Sebanyak 14.491 peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JKN) di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, tercatat nonaktif per 1 November 2026.  Pemkab Grobogan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer