alexametrics
32.2 C
Kudus
Tuesday, August 9, 2022

Pemindahan Pasar Glendoh Grobogan Masih Belum Jelas, Apa Penyebabnya?

GROBOGAN – Pemindahan Pasar Glendoh di Jalan R Suprapto ke Jalan Gajah Mada Purwodadi hingga kini belum jelas. Lantaran hingga tahun depan, Disperindag Grobogan belum mendapatkan anggaran relokasi tersebut. Dinas itu tetap berusaha melengkapi proposal kekurangannya ke Kementerian PUPR.

Kepala Disperindag Grobogan Pradana Setyawan melalui Kabid Pasar Daerah Arif Effendi Z mengatakan pemindahan pasar itu seharusnya segera dilakukan. Karena bagian dari penataan kota Pemkab Grobogan.

Diakuinya lokasi pasar itu cukup strategis di pusat kota. Tapi untuk penataan kota di sepanjang jalur tersebut jika ada pasar seharusnya tidak boleh. ”Banyak keluhan faktor lingkungan. Seperti banyak lalat dan bau menyengat,” ujarnya.


Diungkapkan, tahun ini pihaknya mengaku telat mengusulkan anggaran ke pusat. Bahkan, belum lama ini sempat mengusulkan bantuan ke Kementerian PUPR senilai Rp 13 miliar. Namun belum juga didapat.

”Pengusulan rencana pemindahan dan pembangunan di tahun depan masih belum kami dapatkan. Karena masih pandemi, sehingga belum jadi prioritas anggaran. Tetapi kami terus upayakan,” ujarnya.

Baca Juga :  Timbulkan Kegaduhan, Petugas Gabungan Amankan Group Silat di Grobogan

Persiapan yang mereka lakukan, utamanya mengenai kelengkapan persyaratan yang terus dimatangkan. Pihaknya sudah mempersiapkan upaya pengelolaan lingkungan hidup (UKL) dan upaya pemantauan lingkungan hidup (UPL) hingga AMDAL lalin.

”Di lokasi baru nanti, kami akan memperkuat pembangunan IPAL. Karena harus mengutamakan rumah pemotongan hewan (RPH). Pedagang ayam dan RPH merupakan satu kesatuan. Sehingga tantangan kami pada pengelolaan limbahnya,” ujarnya.

Selain itu, rencana lokasi baru akan berdekatan dengan Pasar Pagi, Agro, dan permukiman warga. Sehingga IPAL pengelolaan limbah menjadi keutamaan pembangunan agar tidak terjadi pencemaran terhadap lingkungan sekitar.

Sekiranya ada 400 pedagang di Pasar Glendoh  yang akan di relokasi berupa pedagang ayam dan kelontong. Di lokasi baru nantinya lebih besar dan luas dibanding pasar sebelumnya. Serta lebih nyaman lantaran berdampingan dengan Pasar Pagi dan Agro sehingga sangat strategis, dekat dengan jalur ke terminal. (zen)






Reporter: Intan Maylani Sabrina

GROBOGAN – Pemindahan Pasar Glendoh di Jalan R Suprapto ke Jalan Gajah Mada Purwodadi hingga kini belum jelas. Lantaran hingga tahun depan, Disperindag Grobogan belum mendapatkan anggaran relokasi tersebut. Dinas itu tetap berusaha melengkapi proposal kekurangannya ke Kementerian PUPR.

Kepala Disperindag Grobogan Pradana Setyawan melalui Kabid Pasar Daerah Arif Effendi Z mengatakan pemindahan pasar itu seharusnya segera dilakukan. Karena bagian dari penataan kota Pemkab Grobogan.

Diakuinya lokasi pasar itu cukup strategis di pusat kota. Tapi untuk penataan kota di sepanjang jalur tersebut jika ada pasar seharusnya tidak boleh. ”Banyak keluhan faktor lingkungan. Seperti banyak lalat dan bau menyengat,” ujarnya.

Diungkapkan, tahun ini pihaknya mengaku telat mengusulkan anggaran ke pusat. Bahkan, belum lama ini sempat mengusulkan bantuan ke Kementerian PUPR senilai Rp 13 miliar. Namun belum juga didapat.

”Pengusulan rencana pemindahan dan pembangunan di tahun depan masih belum kami dapatkan. Karena masih pandemi, sehingga belum jadi prioritas anggaran. Tetapi kami terus upayakan,” ujarnya.

Baca Juga :  Asosiasi Serikat Buruh Grobogan Tolak Kenaikan Upah Rp 4 Ribu

Persiapan yang mereka lakukan, utamanya mengenai kelengkapan persyaratan yang terus dimatangkan. Pihaknya sudah mempersiapkan upaya pengelolaan lingkungan hidup (UKL) dan upaya pemantauan lingkungan hidup (UPL) hingga AMDAL lalin.

”Di lokasi baru nanti, kami akan memperkuat pembangunan IPAL. Karena harus mengutamakan rumah pemotongan hewan (RPH). Pedagang ayam dan RPH merupakan satu kesatuan. Sehingga tantangan kami pada pengelolaan limbahnya,” ujarnya.

Selain itu, rencana lokasi baru akan berdekatan dengan Pasar Pagi, Agro, dan permukiman warga. Sehingga IPAL pengelolaan limbah menjadi keutamaan pembangunan agar tidak terjadi pencemaran terhadap lingkungan sekitar.

Sekiranya ada 400 pedagang di Pasar Glendoh  yang akan di relokasi berupa pedagang ayam dan kelontong. Di lokasi baru nantinya lebih besar dan luas dibanding pasar sebelumnya. Serta lebih nyaman lantaran berdampingan dengan Pasar Pagi dan Agro sehingga sangat strategis, dekat dengan jalur ke terminal. (zen)






Reporter: Intan Maylani Sabrina

Most Read

Artikel Terbaru

/