alexametrics
25.7 C
Kudus
Sunday, October 2, 2022

Jalan Rusak Akibat Truk Semen Grobogan hanya Ditambal Sulam, Ini Alasannya

GROBOGAN – Kerusakan jalan penghubung Kecamatan Tegowanu-Tanggungharjo akibat dilalui kendaraan PT Semen Grobogan perlahan diperbaiki dengan cara tambal sulam. Perbaikan ini sifatnya sementara, sebab warga menuntut jalan tersebut dicor. Pengecoran sendiri dari pihak PT Semen Grobogan baru dimulai September.

Baca Juga : Berkedok Kios, Kafe Karaoke Illegal di Terminal Purwodadi Grobogan Ditertibkan

Jalan sepanjang 4,9 KM itu memang memprihatinkan. Banyak aspal terkelupas. Berlubang. Berdebu. Dan licin saat musim hujan. Sehingga, meganggu aktivitas warga sekitar. Terutama warga di tiga desa yang dilalui armada Semen Grobogan. Yakni Tanggirejo, Sukorejo dan Mangunsari.


Jalan tersebut merupakan milik pemkab grobogan yang menjadi akses armada semen menuju pabrik semen grobogan. Karena besarnya kendaraan yang ditambah dengan beban muatan, jalan tersebut rusak. Warga pun melayangkan protes agar ada perbaikan secepatnya.

Sayang pihak PT Semen Grobogan baru bisa melakukan pengerasan jalan berupa cor mulai September. Untuk itu dalam masa tunggu warga pun menuntut jalan itu diperbaiki agar tak menimbulkan korban.

Baca Juga :  Basmi DBD, Babinsa Koramil Bantu Petugas Kesehatan Lakukan Fogging

Sundowo warga Tanggirejo menyebut warga sudah berulangkali menyampaikan kritik kepada pihak Semen Grobogan dan instansi terkait, yakni PUPR. Namun lambat untuk disikapi.

“Tetapi karena kemarin sudah ada janji dari pihak semen mau memperbaiki September, maka kami minta ini di masa tenggang ini ada perbaikan untuk lubang-lubang yang ada. Diratakan,” imbuhnya.

General manajer PT Semen Grobogan Toni Santoso menyebut perbaikan dan peningkatan jalan beton Mangunsari hingga Sugihmanik paling cepat bisa dilakukan September atau Oktober. Sebab perlu perencanaan. Terlebih jalan tersebut milik kabupaten. Menurutnya pihaknya masih melakukan finalisasi desain jalan dalam seminggu ke depan. Sebelum dipaparkan ke PUPR dan dilelangkan.

“Kami tak menyangka bisa rusak secepat ini. Ternyata permasalahan di Grobogan secara umum tanahnya sangat ekspansif. Desember tahun lalu masih bagus. Tapi Januari mulai berlubang dan nsudah kami perbaiki. Tetapi jumlahnya menigkat terus,” tambahnya.

GROBOGAN – Kerusakan jalan penghubung Kecamatan Tegowanu-Tanggungharjo akibat dilalui kendaraan PT Semen Grobogan perlahan diperbaiki dengan cara tambal sulam. Perbaikan ini sifatnya sementara, sebab warga menuntut jalan tersebut dicor. Pengecoran sendiri dari pihak PT Semen Grobogan baru dimulai September.

Baca Juga : Berkedok Kios, Kafe Karaoke Illegal di Terminal Purwodadi Grobogan Ditertibkan

Jalan sepanjang 4,9 KM itu memang memprihatinkan. Banyak aspal terkelupas. Berlubang. Berdebu. Dan licin saat musim hujan. Sehingga, meganggu aktivitas warga sekitar. Terutama warga di tiga desa yang dilalui armada Semen Grobogan. Yakni Tanggirejo, Sukorejo dan Mangunsari.

Jalan tersebut merupakan milik pemkab grobogan yang menjadi akses armada semen menuju pabrik semen grobogan. Karena besarnya kendaraan yang ditambah dengan beban muatan, jalan tersebut rusak. Warga pun melayangkan protes agar ada perbaikan secepatnya.

Sayang pihak PT Semen Grobogan baru bisa melakukan pengerasan jalan berupa cor mulai September. Untuk itu dalam masa tunggu warga pun menuntut jalan itu diperbaiki agar tak menimbulkan korban.

Baca Juga :  Klarifikasi Sang Cucu Soal Video Viral Kakek Disuruh Ngemis di Grobogan, Hanya Diminta Minum Kopi

Sundowo warga Tanggirejo menyebut warga sudah berulangkali menyampaikan kritik kepada pihak Semen Grobogan dan instansi terkait, yakni PUPR. Namun lambat untuk disikapi.

“Tetapi karena kemarin sudah ada janji dari pihak semen mau memperbaiki September, maka kami minta ini di masa tenggang ini ada perbaikan untuk lubang-lubang yang ada. Diratakan,” imbuhnya.

General manajer PT Semen Grobogan Toni Santoso menyebut perbaikan dan peningkatan jalan beton Mangunsari hingga Sugihmanik paling cepat bisa dilakukan September atau Oktober. Sebab perlu perencanaan. Terlebih jalan tersebut milik kabupaten. Menurutnya pihaknya masih melakukan finalisasi desain jalan dalam seminggu ke depan. Sebelum dipaparkan ke PUPR dan dilelangkan.

“Kami tak menyangka bisa rusak secepat ini. Ternyata permasalahan di Grobogan secara umum tanahnya sangat ekspansif. Desember tahun lalu masih bagus. Tapi Januari mulai berlubang dan nsudah kami perbaiki. Tetapi jumlahnya menigkat terus,” tambahnya.


Most Read

Artikel Terbaru