alexametrics
29.6 C
Kudus
Saturday, May 14, 2022

Diresmikan, Desa Rejosari Kini Jadi Kampung Pancasila di Grobogan

GROBOGAN – Kodim 0717/Grobogan akhirnya memiliki Kampung Pancasila di Desa Rejosari, Kecamatan Grobogan yang sekaligus menjadi percontohan. Sebab desa ini mampu menanamkan perdamaian dan keberagaman ras, suku, agama, dan budaya.

Kemarin Kasiren 073/Makutarama Letkol Inf Andri Army Yuda meresmikan kampung tersebut.

Dalam sambutannya, Kasiren 073/Makutarama Salatiga Letkol Inf Andri Army Yuda mengatakan harapannya Kampung Pancasila ini memberi pemahaman ke masyarakat tentang keberagaman ras bisa disatukan dengan lambang negara yakni Pancasila.


“Kenapa ini dibentuk? Karena masih banyak masyarakat yang terpengaruh rasis. Kampung ini juga menjadi program TNI AD, sebagai sarana kerja sama antara TNI-AD, dan masyarakat setempat untuk menanamkan rasa kebangsaan di tengah masyarakat. Juga untuk memberikan pemahaman kepada mereka agar terhindar dari paham-paham intoleran,” jelasnya.

Melalui Kampung Pancasila diharapkan tidak sekadar seremoni. Harapannya bisa mencegah radikalisme sedini mungkin. Dengan target Juni 2022 setiap Koramil bisa membentuk satu Kampung Pancasila.

Baca Juga :  Asyik Nonton TV, Empat Rumah di Grobogan Ludes Terbakar

Dandim 0717/Grobogan Letkol Kav Faizal Arief Maulana Yusuf menambahkan, Kampung Pancasila ini untuk mengembalikan marwah kehidupan masyarakat agar saling bergotong-royong, saling membantu, menjaga, dan tenggang rasa antar umat beragama.

“Banyak program yang dilakukan di kampung ini. Harapannya pencanangan ini bisa dilakukan di setiap kecamatan di Kabupaten Grobogan. Selain itu program yang diberikan bisa dijalankan dengan baik. Nantinya berbagai kegiatan tersebut juga akan terkoneksi dengan sistem e-Kampung Pancasila,” tuturnya.

Sekda Grobogan Moh Soemarsono mengungkapkan, pemkab sangat mendukung pencanangan Kampung Pancasila tersebut.

“Kampung Pancasila ini bisa menjadi percontohan. Bisa dikembangkan di semua wilayah, sehingga paham radikalisme dapat diminimalisasi dan masyarakat taat terhadap dasar negara yang namanya Pancasila, sehingga hidup bersosial dalam bertetangga juga semakin damai,” katanya. (int/mal)






Reporter: Intan Maylani Sabrina

GROBOGAN – Kodim 0717/Grobogan akhirnya memiliki Kampung Pancasila di Desa Rejosari, Kecamatan Grobogan yang sekaligus menjadi percontohan. Sebab desa ini mampu menanamkan perdamaian dan keberagaman ras, suku, agama, dan budaya.

Kemarin Kasiren 073/Makutarama Letkol Inf Andri Army Yuda meresmikan kampung tersebut.

Dalam sambutannya, Kasiren 073/Makutarama Salatiga Letkol Inf Andri Army Yuda mengatakan harapannya Kampung Pancasila ini memberi pemahaman ke masyarakat tentang keberagaman ras bisa disatukan dengan lambang negara yakni Pancasila.

“Kenapa ini dibentuk? Karena masih banyak masyarakat yang terpengaruh rasis. Kampung ini juga menjadi program TNI AD, sebagai sarana kerja sama antara TNI-AD, dan masyarakat setempat untuk menanamkan rasa kebangsaan di tengah masyarakat. Juga untuk memberikan pemahaman kepada mereka agar terhindar dari paham-paham intoleran,” jelasnya.

Melalui Kampung Pancasila diharapkan tidak sekadar seremoni. Harapannya bisa mencegah radikalisme sedini mungkin. Dengan target Juni 2022 setiap Koramil bisa membentuk satu Kampung Pancasila.

Baca Juga :  Sempat Diwacanakan Absen Kompetisi, Persipur Resmi Di-launching

Dandim 0717/Grobogan Letkol Kav Faizal Arief Maulana Yusuf menambahkan, Kampung Pancasila ini untuk mengembalikan marwah kehidupan masyarakat agar saling bergotong-royong, saling membantu, menjaga, dan tenggang rasa antar umat beragama.

“Banyak program yang dilakukan di kampung ini. Harapannya pencanangan ini bisa dilakukan di setiap kecamatan di Kabupaten Grobogan. Selain itu program yang diberikan bisa dijalankan dengan baik. Nantinya berbagai kegiatan tersebut juga akan terkoneksi dengan sistem e-Kampung Pancasila,” tuturnya.

Sekda Grobogan Moh Soemarsono mengungkapkan, pemkab sangat mendukung pencanangan Kampung Pancasila tersebut.

“Kampung Pancasila ini bisa menjadi percontohan. Bisa dikembangkan di semua wilayah, sehingga paham radikalisme dapat diminimalisasi dan masyarakat taat terhadap dasar negara yang namanya Pancasila, sehingga hidup bersosial dalam bertetangga juga semakin damai,” katanya. (int/mal)






Reporter: Intan Maylani Sabrina

Most Read

Artikel Terbaru

/