alexametrics
25.3 C
Kudus
Saturday, November 27, 2021

Parah, 320 Besi Penutup Sauran Air di Grobogan Hilang

GROBOGAN – Sebanyak 320 inlet alias besi penutup drainase di sepanjang trotoar Jalan R Suprapto, Kota Purwodadi hilang. Hilangnya besi-besi itu membahayakan pengendara maupun pejalan kaki. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Grobogan pun kemarin mulai menyisir titik-titik yang hilang.

Warga sekitar menandai sebagian titik besi yang hiang dengan kayu dan kardus berwarna putih. Namun, masih banyak titik yang belum ditandai. Hal itu pun membuat pejalan kaki maupun pengendara terperosok di lubang yang cukup besar. Bahkan, ada sebagian lubang yang terpaksa ditutup menggunakan batu agar tidak membahayakan.

Salah satu pengendara, Pujiyanto mengaku melihat penutup drainase hilang hampir sebulan ini. Ratusan lubang saluran menganga tanpa penutup tersebar di beberapa titik.

”Ada pemilik ruko di sekitar sini yang sengaja menutup lubang dengan kayu, bambu atau batu. Untuk menghindari adanya warga terperosok. Ini sangat membahayakan,” keluhnya.

Dia pun menyesalkan adanya tangan jail yang mengambil penutup drainase tersebut. Karena, penutup tersebut berfungsi untuk menyaring sampah saat hujan turun. Terlebih saat musim penghujan seperti ini.

”Kalau tidak ada penutupnya, kemungkinan besar sampah masuk ke saluran air. Kondisi itu dapat menyebabkan penumpukan sampah pada saluran air dan berujung pada melubernya air di jalan serta mengakibatkan banjir,” ungkapnya.

Terpisah, Sekretaris DPUPR Grobogan Wahyu Tri Darmawanto menyatakan sedang mengerahkan petugas untuk menyisir sepanjang jalan tersebut. Sekaligus memberikan tanda di setiap titik.

”Kami mendapatkan laporan banyak penutup drainase yang hilang. Karena ini musim hujan, maka akan diadakan kegiatan intens pembersihan sampah agar tidak menyumbat lubang pembuangan. Tahun depan ada pengadaan ulang tutup drainase tersebut,” katanya.

Setelah disisir, ada 320 titik inlet yang hilang. Itu dari total 600 inlet yang terpasang di sepanjang trotoar tersebut. Ke depan, pihaknya akan membuat inlet yang menyatu dengan cekungan bawah. Sedangkan sisa yang masih terpasang akan dipasang engsel agar tidak mudah dilepas.

“Akan kami buat menyatu dengan bawahnya. Sehingga sulit dilepas. Tahun ini kami anggarkan sekitar 20 inlet. Dilakukan bertahap, dilanjut tahun depan dengan 300 inlet. Untuk anggaran kemungkinan membutuhkan sekitar Rp 40 juta,” ungkapnya.

Pihaknya juga meminta kepada masyarakat untuk lebih menjaga fasilitas publik yang ada. Serta ikut mengawasi demi mencegah terjadinya kembali pencurian. 






Reporter: Intan Maylani Sabrina
Baca Juga :  Potensial, Dua Trayek Feeder OTW Ngaspal Dukung Transjateng

GROBOGAN – Sebanyak 320 inlet alias besi penutup drainase di sepanjang trotoar Jalan R Suprapto, Kota Purwodadi hilang. Hilangnya besi-besi itu membahayakan pengendara maupun pejalan kaki. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Grobogan pun kemarin mulai menyisir titik-titik yang hilang.

Warga sekitar menandai sebagian titik besi yang hiang dengan kayu dan kardus berwarna putih. Namun, masih banyak titik yang belum ditandai. Hal itu pun membuat pejalan kaki maupun pengendara terperosok di lubang yang cukup besar. Bahkan, ada sebagian lubang yang terpaksa ditutup menggunakan batu agar tidak membahayakan.

Salah satu pengendara, Pujiyanto mengaku melihat penutup drainase hilang hampir sebulan ini. Ratusan lubang saluran menganga tanpa penutup tersebar di beberapa titik.

”Ada pemilik ruko di sekitar sini yang sengaja menutup lubang dengan kayu, bambu atau batu. Untuk menghindari adanya warga terperosok. Ini sangat membahayakan,” keluhnya.

Dia pun menyesalkan adanya tangan jail yang mengambil penutup drainase tersebut. Karena, penutup tersebut berfungsi untuk menyaring sampah saat hujan turun. Terlebih saat musim penghujan seperti ini.

”Kalau tidak ada penutupnya, kemungkinan besar sampah masuk ke saluran air. Kondisi itu dapat menyebabkan penumpukan sampah pada saluran air dan berujung pada melubernya air di jalan serta mengakibatkan banjir,” ungkapnya.

Terpisah, Sekretaris DPUPR Grobogan Wahyu Tri Darmawanto menyatakan sedang mengerahkan petugas untuk menyisir sepanjang jalan tersebut. Sekaligus memberikan tanda di setiap titik.

”Kami mendapatkan laporan banyak penutup drainase yang hilang. Karena ini musim hujan, maka akan diadakan kegiatan intens pembersihan sampah agar tidak menyumbat lubang pembuangan. Tahun depan ada pengadaan ulang tutup drainase tersebut,” katanya.

Setelah disisir, ada 320 titik inlet yang hilang. Itu dari total 600 inlet yang terpasang di sepanjang trotoar tersebut. Ke depan, pihaknya akan membuat inlet yang menyatu dengan cekungan bawah. Sedangkan sisa yang masih terpasang akan dipasang engsel agar tidak mudah dilepas.

“Akan kami buat menyatu dengan bawahnya. Sehingga sulit dilepas. Tahun ini kami anggarkan sekitar 20 inlet. Dilakukan bertahap, dilanjut tahun depan dengan 300 inlet. Untuk anggaran kemungkinan membutuhkan sekitar Rp 40 juta,” ungkapnya.

Pihaknya juga meminta kepada masyarakat untuk lebih menjaga fasilitas publik yang ada. Serta ikut mengawasi demi mencegah terjadinya kembali pencurian. 






Reporter: Intan Maylani Sabrina
Baca Juga :  Dinkes Grobogan Ungkap Kasus Stunting di Empat Kecamatan Masih Tinggi

Most Read

Artikel Terbaru