alexametrics
24.5 C
Kudus
Sunday, July 24, 2022

PDAM Grobogan Beri 1.000 Sambungan Air untuk Masyarakat Penghasilan Rendah

GROBOGAN PDAM Purwa Tirta Dharma Kabupaten Grobogan tahun ini mendapatkan penyertaan modal senilai Rp 4,7 miliar. Dana itu, digunakan untuk pemasangan 1.000 jaringan baru bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan untuk pembelian water meter serta aksesoris penyambungan.

Direktur PDAM Purwa Tirta Dharma Grobogan Myra Heltyani mengatakan, program MBR tahun ini sudah dimulai dengan pendataan penerima program. Dari penyertaan modal tersebut, akan digunakan untuk menyambung 1.000 jaringan baru khusus untuk MBR. ”Untuk jaringan MBR ini, dikhususkan warga kurang mampu,” katanya.

Dijelaskan, 1.000 jaringan baru tersebut, tersebar di tujuh kecamatan. Meliputi, Kecamatan Tanggungharjo, Tegowanu, Godong, Brati, Toroh, Grobogan, dan Purwodadi.


Dengan adanya program ini, pemasangan sambungan baru biayanya lebih murah dibandingkan dengan pemasangan pelanggan biasa. Pemasangan pelanggan baru non-MBR biayanya sekitar Rp 1,5 juta dan Rp 1,750 juta bagi yang melewati jalan.

”Untuk MBR ini, harganya masih kami rapatkan. Untuk tahun lalu, program MBR hanya Rp 350 ribu. Rincianya, Rp 50 ribu untuk biaya administrasi, Rp 10 ribu untuk meteran, dan sisanya untuk deposit pembayaran rekening,” ungkapnya.

Baca Juga :  Jadi Alat Bukti, Inspektorat Kalkulasi Kerugian Korupsi DD Jatipecaron

Myra menambahkan, program MBR tidak hanya program cuma-cuma dari pemerintah. Namun, bentuknya dalam bentuk talangan terlebih dahulu. Pemkab Grobogan harus memberikan modal Rp 3 miliar untuk program sambungan MBR. Setelah selesai, baru diganti pemerintah pusat.

”Adanya program MBR sebelumnya, pelanggan PDAM Grobogan jumlahnya bertambah menjadi 35 ribu pelanggan sampai 2021. Untuk pelayanan bahan baku ke pelanggan, saat ini masih mencukupi,” ujarnya.

Sebelumnya, tahun lalu PDAM Grobogan juga mendapatkan bantuan penyertaan modal senilai Rp 6,7 miliar. Rinciannya, Rp 3 miliar digunakan untuk 1.000 sambungan MBR dan sisanya untuk pembelian water meter dan penambahan jaringan perpipaan dan perpompaan.

PDAM Grobogan saat ini juga sudah melayani pembayaran secara online lewat marketplace Shoope, Bukalapak, dan Kios Bank. Selain itu, pembayaran tagihan bulanan air juga bisa lewat POS Indonesia.

”Untuk layanan aduan pelanggan, kami juga sudah siap lewat call center. Jika pelanggan mengalami keluhan bisa mengadu. Saat ini, kami fokus pada penyaluran air pelanggan, agar bisa mengalir tanpa macet,” imbuhnya. (mun/lin)






Reporter: Sirojul Munir

GROBOGAN PDAM Purwa Tirta Dharma Kabupaten Grobogan tahun ini mendapatkan penyertaan modal senilai Rp 4,7 miliar. Dana itu, digunakan untuk pemasangan 1.000 jaringan baru bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan untuk pembelian water meter serta aksesoris penyambungan.

Direktur PDAM Purwa Tirta Dharma Grobogan Myra Heltyani mengatakan, program MBR tahun ini sudah dimulai dengan pendataan penerima program. Dari penyertaan modal tersebut, akan digunakan untuk menyambung 1.000 jaringan baru khusus untuk MBR. ”Untuk jaringan MBR ini, dikhususkan warga kurang mampu,” katanya.

Dijelaskan, 1.000 jaringan baru tersebut, tersebar di tujuh kecamatan. Meliputi, Kecamatan Tanggungharjo, Tegowanu, Godong, Brati, Toroh, Grobogan, dan Purwodadi.

Dengan adanya program ini, pemasangan sambungan baru biayanya lebih murah dibandingkan dengan pemasangan pelanggan biasa. Pemasangan pelanggan baru non-MBR biayanya sekitar Rp 1,5 juta dan Rp 1,750 juta bagi yang melewati jalan.

”Untuk MBR ini, harganya masih kami rapatkan. Untuk tahun lalu, program MBR hanya Rp 350 ribu. Rincianya, Rp 50 ribu untuk biaya administrasi, Rp 10 ribu untuk meteran, dan sisanya untuk deposit pembayaran rekening,” ungkapnya.

Baca Juga :  Langka, Warga Blora Terpaksa Ikut Antre Oksigen di Grobogan

Myra menambahkan, program MBR tidak hanya program cuma-cuma dari pemerintah. Namun, bentuknya dalam bentuk talangan terlebih dahulu. Pemkab Grobogan harus memberikan modal Rp 3 miliar untuk program sambungan MBR. Setelah selesai, baru diganti pemerintah pusat.

”Adanya program MBR sebelumnya, pelanggan PDAM Grobogan jumlahnya bertambah menjadi 35 ribu pelanggan sampai 2021. Untuk pelayanan bahan baku ke pelanggan, saat ini masih mencukupi,” ujarnya.

Sebelumnya, tahun lalu PDAM Grobogan juga mendapatkan bantuan penyertaan modal senilai Rp 6,7 miliar. Rinciannya, Rp 3 miliar digunakan untuk 1.000 sambungan MBR dan sisanya untuk pembelian water meter dan penambahan jaringan perpipaan dan perpompaan.

PDAM Grobogan saat ini juga sudah melayani pembayaran secara online lewat marketplace Shoope, Bukalapak, dan Kios Bank. Selain itu, pembayaran tagihan bulanan air juga bisa lewat POS Indonesia.

”Untuk layanan aduan pelanggan, kami juga sudah siap lewat call center. Jika pelanggan mengalami keluhan bisa mengadu. Saat ini, kami fokus pada penyaluran air pelanggan, agar bisa mengalir tanpa macet,” imbuhnya. (mun/lin)






Reporter: Sirojul Munir

Most Read

Artikel Terbaru

/