26.4 C
Kudus
Tuesday, February 7, 2023

Buang Sial, Kades Sambung Grobogan Dicukur Bupati usai Sentil “Jokowi” di Medsos

GROBOGAN – Kepala Desa Sambung, Kecamatan Godong, Arif Sofianto dipanggil Bupati Grobogan Sri Sumarni diruang kerjanya usai viral terkait pernyataan menyentil presiden Joko Widodo (Jokowi), Selasa (24/1). Usai mendapatkan arahan dari Bupati, rambut godrong dari Kades Sambung tersebut pun lalu dipotong bagian belakang sebagai wujud buang sial.

Baca Juga : Truk Trailer Tabrak Pembatas Jembatan di Wirosari Grobogan, Begini Kronologinya

Tak hanya itu, pemotongan rambut juga dilakukan kepada Kades Guyangan, Suhadi yang berambut panjang belakang. Pemotongan rambut tersebut disaksikan Sekda Sumarsono, Kepala Dispermasdes Grobogan Haryono, Kabag Prokompim Camat Godong, Demang Manunggal dan beberapa kades lainya.


Sebelum pemotongan rambut, Kades Arif Sofianto dengan posisi sungkem berada di sebelah Bupati. Pihaknya juga mengaku menyesal dan tidak akan mengulanginya lagi.

”Saya Kapok Lombok tidak mengulanginya lagi,” kata Arif Sofianto di depan Bupati Sri Sumarni.

Lebih lanjut, Arif juga meminta maaf mewakili semua kepala Desa di Kabupaten Grobogan atas apa yang dilakukanya lantaran dianggap mencoreng nama baik daerah Grobogan tersebut.

Menurutnya, perbuatan yang dilakukanya dalam video viral tersebut hanya untuk gojekan saja dan tidak ada maksud melakukan penghinaan kepada siapapun.

”Saya mewakili kepala Desa minta maaf dan tidak akan mengulangi perbuatan. Baik candaan dan yang lainya,” katanya.

Baca Juga :  Ziarah Makam Leluhur pada Hari Jadi Grobogan Dimajukan Lebih Awal    

Setelah dipotong sebagian rambutnya oleh Bupati, pihaknya berjanji akan merapikannya. Sebab, potongan rambut kades Sambung dengan model kanan kiri habis dipotong dan mempunyai rambut panjang dibagian belakang dianggap kurang etis.

”Kalau gundul nanti coba mas. Tapi nanti saya akan rapikan dulu,” ujar Bupati Sri Sumarni.

Sementara itu, Bupati Grobogan Sri Sumarni mengatakan, pemanggilan kades Sambung dan Kades Guyangan yang viral karena gojekan Jokowi dan pemukulan kepada tukang penjual rujak yang dilakukan Kades Kejawan, Kecamatan Tegowanu Sugeng itu murni untuk pembinaan.

Bupati juga meminta agar Kades punya kedisiplinan dan berhati-hati dalam berbicara karena jadi figur di Desa.

”Kepala Desa harus menjadi contoh rakyatnya. Tadi saya klarifikasi dan saya undang untuk diperbaiki apa yang kemarin kejadian sebagai pengalaman,” kata dia.

Sri Sumarni juga menyoroti penampilan beberapa Kepala Desa di Kabupaten Grobogan dengan gaya rambut panjang atau gondrong. Mengingat hal tersebut, juga dirasa kurang rapi.

”Tadi kades ya (Kades Sambung dan Guyangan) minta saya potong. Buang sial. Agar memimpin rakyatnya untuk ke depan lebih baik. Jadi kalau sudah dipotong rapi ada kesan baik perlakuannya dan kesehariannya juga keren,” pesannya. (mun/khim)






Reporter: Sirojul Munir

GROBOGAN – Kepala Desa Sambung, Kecamatan Godong, Arif Sofianto dipanggil Bupati Grobogan Sri Sumarni diruang kerjanya usai viral terkait pernyataan menyentil presiden Joko Widodo (Jokowi), Selasa (24/1). Usai mendapatkan arahan dari Bupati, rambut godrong dari Kades Sambung tersebut pun lalu dipotong bagian belakang sebagai wujud buang sial.

Baca Juga : Truk Trailer Tabrak Pembatas Jembatan di Wirosari Grobogan, Begini Kronologinya

Tak hanya itu, pemotongan rambut juga dilakukan kepada Kades Guyangan, Suhadi yang berambut panjang belakang. Pemotongan rambut tersebut disaksikan Sekda Sumarsono, Kepala Dispermasdes Grobogan Haryono, Kabag Prokompim Camat Godong, Demang Manunggal dan beberapa kades lainya.

Sebelum pemotongan rambut, Kades Arif Sofianto dengan posisi sungkem berada di sebelah Bupati. Pihaknya juga mengaku menyesal dan tidak akan mengulanginya lagi.

”Saya Kapok Lombok tidak mengulanginya lagi,” kata Arif Sofianto di depan Bupati Sri Sumarni.

Lebih lanjut, Arif juga meminta maaf mewakili semua kepala Desa di Kabupaten Grobogan atas apa yang dilakukanya lantaran dianggap mencoreng nama baik daerah Grobogan tersebut.

Menurutnya, perbuatan yang dilakukanya dalam video viral tersebut hanya untuk gojekan saja dan tidak ada maksud melakukan penghinaan kepada siapapun.

”Saya mewakili kepala Desa minta maaf dan tidak akan mengulangi perbuatan. Baik candaan dan yang lainya,” katanya.

Baca Juga :  Kantongi Bukti Perselingkuhan, Suami Bidan Yang Selingkuh Dengan Polisi Melapor Ke Polres Purworejo

Setelah dipotong sebagian rambutnya oleh Bupati, pihaknya berjanji akan merapikannya. Sebab, potongan rambut kades Sambung dengan model kanan kiri habis dipotong dan mempunyai rambut panjang dibagian belakang dianggap kurang etis.

”Kalau gundul nanti coba mas. Tapi nanti saya akan rapikan dulu,” ujar Bupati Sri Sumarni.

Sementara itu, Bupati Grobogan Sri Sumarni mengatakan, pemanggilan kades Sambung dan Kades Guyangan yang viral karena gojekan Jokowi dan pemukulan kepada tukang penjual rujak yang dilakukan Kades Kejawan, Kecamatan Tegowanu Sugeng itu murni untuk pembinaan.

Bupati juga meminta agar Kades punya kedisiplinan dan berhati-hati dalam berbicara karena jadi figur di Desa.

”Kepala Desa harus menjadi contoh rakyatnya. Tadi saya klarifikasi dan saya undang untuk diperbaiki apa yang kemarin kejadian sebagai pengalaman,” kata dia.

Sri Sumarni juga menyoroti penampilan beberapa Kepala Desa di Kabupaten Grobogan dengan gaya rambut panjang atau gondrong. Mengingat hal tersebut, juga dirasa kurang rapi.

”Tadi kades ya (Kades Sambung dan Guyangan) minta saya potong. Buang sial. Agar memimpin rakyatnya untuk ke depan lebih baik. Jadi kalau sudah dipotong rapi ada kesan baik perlakuannya dan kesehariannya juga keren,” pesannya. (mun/khim)






Reporter: Sirojul Munir

Most Read

Artikel Terbaru