alexametrics
26.6 C
Kudus
Monday, June 27, 2022

Kasus Kematian Ibu di Grobogan Naik Tiga Kali Lipat Dibanding Tahun Lalu

GROBOGAN – Tahun lalu kasus Angka Kematian Ibu (AKI) sempat turun. Sayang tahun ini kasus kembali naik drastis. Tercatat ada 82 kasus atau naik tiga kali lipat dari tahun lalu. Dua puluh dua kasus di antaranya akibat terpapar Covid-19.

Menurut data Dinkes Grobogan, kasus AKI pada 2019 ada 36 kasus. Kemudian sempat turun pada 2020 dengan 31 kasus dan per Desember 2021 kasus AKI naik drastis dengan 82 kasus.

Kepala Dinkes Grobogan Slamet Widodo melalui Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Agus Setijorini mengatakan, beberapa faktor menjadi penyebab AKI tinggi, yakni Covid-19 dengan 22 kasus. Sisanya karena hipertensi, pre-eklamsi berat, gangguan peredaran darah, perdarahan, eklamsia hingga infeksi.


“Tak dapat dipungkiri, pandemi Covid-19 ini juga memperburuk kasus AKI Lantaran berpengaruh pada faktor kesehatan. Bahkan, ada beberapa ibu hamil takut periksa saat pandemi seperti ini,” keluhnya.

Ketakutan datang ke fasilitas kesehatan (faskes) menjadi salah satu penyebab. Hingga kini, terdata kasus kematian ibu itu juga didominasi usia produktif antara 20-35 tahun. Hingga risiko tinggi (risti) lebih dari 35 tahun.

Baca Juga :  Jaga Imunitas, Anggota Kodim Grobogan Rutin Aerobik

Sedangkan untuk faktor risiko, mereka memiliki anak terlalu banyak, jarak hamil yang terlalu dekat (kurang dari dua tahun) hingga usia terlalu muda kurang dari 20 tahun.

Selain itu, Penurunan AKI harusnya bukan hanya faktor kesehatan saja, namun harus didukung multisektor. “Bukan hanya asupan gizi yang kurang, faktor sosial, ekonomi lantaran banyak yang kena PHK, sehingga kebutuhan gizi berkurang. Selama pandemi ini kami banyak menemukan kasus prematur,” ungkapnya.

Menurutnya, memang tidak mudah menyelesaikan tinggingnya kasus AKI hingga AKB di Kabupaten Grobogan. Karena perlu peran semua lapisan masyarakat. Namun, pihaknya terus berupaya untuk menekan, mulai dari kesiapan fakes hingga nakes. Bahkan, ibu hamil juga selalu diberi edukasi.

“Sejak awal kehamilan akan didampingi bidan. Kemudian dipersiapkan kendaraan jelang HPL, sehingga bisa langsung dibawa ke faskes jika akan melahirkan. Kami juga menyediakan rumah tunggu kelahiran (RTK) agar memudahkan penanganan ibu hamil,” ungkapnya. (mal)






Reporter: Intan Maylani Sabrina

GROBOGAN – Tahun lalu kasus Angka Kematian Ibu (AKI) sempat turun. Sayang tahun ini kasus kembali naik drastis. Tercatat ada 82 kasus atau naik tiga kali lipat dari tahun lalu. Dua puluh dua kasus di antaranya akibat terpapar Covid-19.

Menurut data Dinkes Grobogan, kasus AKI pada 2019 ada 36 kasus. Kemudian sempat turun pada 2020 dengan 31 kasus dan per Desember 2021 kasus AKI naik drastis dengan 82 kasus.

Kepala Dinkes Grobogan Slamet Widodo melalui Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Agus Setijorini mengatakan, beberapa faktor menjadi penyebab AKI tinggi, yakni Covid-19 dengan 22 kasus. Sisanya karena hipertensi, pre-eklamsi berat, gangguan peredaran darah, perdarahan, eklamsia hingga infeksi.

“Tak dapat dipungkiri, pandemi Covid-19 ini juga memperburuk kasus AKI Lantaran berpengaruh pada faktor kesehatan. Bahkan, ada beberapa ibu hamil takut periksa saat pandemi seperti ini,” keluhnya.

Ketakutan datang ke fasilitas kesehatan (faskes) menjadi salah satu penyebab. Hingga kini, terdata kasus kematian ibu itu juga didominasi usia produktif antara 20-35 tahun. Hingga risiko tinggi (risti) lebih dari 35 tahun.

Baca Juga :  Masuk Wilayah Kedungsepur, Infrastruktur Transportasi di Grobogan Dibenahi

Sedangkan untuk faktor risiko, mereka memiliki anak terlalu banyak, jarak hamil yang terlalu dekat (kurang dari dua tahun) hingga usia terlalu muda kurang dari 20 tahun.

Selain itu, Penurunan AKI harusnya bukan hanya faktor kesehatan saja, namun harus didukung multisektor. “Bukan hanya asupan gizi yang kurang, faktor sosial, ekonomi lantaran banyak yang kena PHK, sehingga kebutuhan gizi berkurang. Selama pandemi ini kami banyak menemukan kasus prematur,” ungkapnya.

Menurutnya, memang tidak mudah menyelesaikan tinggingnya kasus AKI hingga AKB di Kabupaten Grobogan. Karena perlu peran semua lapisan masyarakat. Namun, pihaknya terus berupaya untuk menekan, mulai dari kesiapan fakes hingga nakes. Bahkan, ibu hamil juga selalu diberi edukasi.

“Sejak awal kehamilan akan didampingi bidan. Kemudian dipersiapkan kendaraan jelang HPL, sehingga bisa langsung dibawa ke faskes jika akan melahirkan. Kami juga menyediakan rumah tunggu kelahiran (RTK) agar memudahkan penanganan ibu hamil,” ungkapnya. (mal)






Reporter: Intan Maylani Sabrina

Most Read

Artikel Terbaru

/