alexametrics
28.4 C
Kudus
Wednesday, September 28, 2022

Tinjau Vaksinasi di Grobogan, Mentan Targetkan Jateng Jadi Daerah Pertama Terlepas PMK

GROBOGAN – Menteri Pertanian (Mentan) Syaharil Yasin Limpo (YSL) mengunjungi Pasar Hewan Ketitang di Desa Ketitang, Godong, kemarin. Pasar hewan itu ditutup selama dua bulan, karena penyakit mulut dan kaki (PMK).

Saat kunjungan itu, dia juga menyemprotkan disinfektan dan menyuntik vaksin ke hewan untuk pencegahan PMK bersama Bupati Grobogan Sri Sumarni. Setelah itu, SYL juga memantau hewan yang disuntik vaksin oleh dokter hewan dan mantri dari Dinas Peternakan dan Perikanan Grobogan. Kemudian meninjau kerbau yang terkena PMK.

”Saat ini ada 25 provinsi se-Indonesia yang terkena PMK. Dari daerah itu, ada kabupaten yang berstatus merah dan akan ditutup total. Hewan boleh keluar, tetapi harus dipotong terlebih dulu. Ini sebagai pencegahan penularan PMK,” kata SYL kemarin.


Selain itu, untuk pemutusan penularan PMK, dari daerah status hijau tidak boleh masuk ke dalam radius 11 kilometer. Ada penutupan akses untuk hewan ternak.

Dia menjelaskan, Bali menjadi daerah zero PMK. Sebab, di sana setiap ada kasus langsung ditangani dan dipotong. ”Bali bisa dibuat contoh. Saya ingin Jateng menjadi provinsi pertama keluar atau bebas dari PMK. Kabupaten Klaten sanggup. Saya harapkan Grobogan juga bisa,” pintanya.

SYL menyebut, saat ini ada 22 negara yang mengalami krisis pangan. Dari jumlah negara itu, ada 11 juta warga terancam kelaparan. Beruntung, Indonesia mempunyai daya ketahanan pangan yang bagus dan alam yang mendukung. ”Ketika negara lain masih kekurangan makan, Indonesia masih tetap mempunyai sumber daya pangan melimpah,” terangnya.

Dia juga menjelaskan, saat ini subsidi pupuk tidak dikurangi. Bahkan, jumlahnya lebih. Hanya, jumlah subsidi untuk jenis tertentu dikurangi. Sedangkan untuk penerima lebih banyak, total subsidinya sekitar Rp 24 triliun.

”Jumlahnya (subsidi, Red) bertambah besar. Seperti subsidi untuk pupuk urea subur dan NPK,” tandasnya. ”Ada kenaikan harga pupuk, karena dampak perang Ukraina dan Rusia. Bahan baku pupuk berupa pospat, potas, dan kalium berasal dari sana,” imbuhnya.

Mentan Syahril Yasin Limpo berkunjungan ke pabrik PT Japfa Grobogan. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

Bupati Grobogan Sri Sumarni menyebut, peternakan di Kabupaten Grobogan sangat besar. Dengan populasi 204 ribu ekor sapi potong, 173 ekor sapi perah, 1.816 kerbau, 152 ribu ekor kambing, 32 ribu domba, dan 300 ekor babi.

Baca Juga :  5 Desa Wisata di Grobogan Terima Bankeu Pemprov untuk Pengembangan Wisata

Kabupaten Grobogan masuk darurat PMK karena ada 2.197 ekor hewan terkena PMK. Namun, 1.117 hewan sapi sembuh. Akibat PMK hanya ada 50 sapi mati dan tiga ekor terpaksa dipotong. ”Kasus aktif PMK saat ini ada 1.027 kasus,” ujarnya.

Setelah ada kasus PMK, maka dibentuk Satgas PMK dengan melibatkan lintas sektoral dan pembuatan SE Bupati untuk penanganannya. Kemudian pembentukan satgas penanganan PMK tingkat kecamatan sampai tingkat desa. Juga melakukan penutupan pasar hewan selama dua bulan terakhir ini serta membuka posko penyekatan dan pengawasan lalu lintas ternak.

”Kami juga lakukan kegiatan penyemprotan ecoenzyme bersama PMI di pasar hewan, RPH, kandangan komunal, dan kelompok ternak. Untuk sapi yang sakit diobati,” ujarnya.

Sementara itu, terkait dengan vaksinasi PMK, tahap awal mendapatkan 5 ribu dosis. Tahap kedua mendapatkan 7.500 dosis dan ditargetkan enam hari selesai. ”Vaksin masih kurang. Kami berharap mendapatkan lebih banyak lagi. Saya tadi minta tambahan, selanjutnya dikasih 300 ribu dosis,” imbuhnya.

Usai kunjungan di Pasar Hewan Ketitang, Mentan SYL berkunjung ke pabrik pakan PT Japfa Grobogan. Tujunnya, memperkuat kerja sama (MoU) pemberdayaan peternakan rakyat dan menjamin kestabilan harga jagung petani hingga akselerasi ekspor.

Bagi kementan, eksistensi PT Japfa sangat penting untuk menyerap jagung petani di seluruh Indonesia. Khususnya dari Grobogan.

Sementara itu, Presiden Komisaris Japfa Syamsir Siregar mengatakan, pihaknya terus berkomitmen dan berkontribusi pada pengembangan peternakan nasional. MoU ini bagian dari komitmen pemberdayaan peternakan rakyat. Saat ini Japfa telah bermitra dengan lebih dari 13 ribu peternak di berbagai wilayah di Indonesia.

”Adanya MoU ini, Japfa akan memberi pendampingan dalam pengembangan peternakan modern. Termasuk di dalamnya pengembangan peternakan ayam dengan metode closed loop. Juga memberikan dukungan dan fasilitas peningkatan kualitas sumber daya manusia di industri peternakan,” terangnya.

Pihaknya juga mengembangkan kelembagaan ekonomi peternak melalui jejaring kemitraan usaha serta pemasaran. ”Berapa pun hasil panen jagung di Grobogan kami siap menerima. Asalkan sesuai dengan mutu dan kualitas,” tambahnya. (mun/lin)






Reporter: Sirojul Munir

GROBOGAN – Menteri Pertanian (Mentan) Syaharil Yasin Limpo (YSL) mengunjungi Pasar Hewan Ketitang di Desa Ketitang, Godong, kemarin. Pasar hewan itu ditutup selama dua bulan, karena penyakit mulut dan kaki (PMK).

Saat kunjungan itu, dia juga menyemprotkan disinfektan dan menyuntik vaksin ke hewan untuk pencegahan PMK bersama Bupati Grobogan Sri Sumarni. Setelah itu, SYL juga memantau hewan yang disuntik vaksin oleh dokter hewan dan mantri dari Dinas Peternakan dan Perikanan Grobogan. Kemudian meninjau kerbau yang terkena PMK.

”Saat ini ada 25 provinsi se-Indonesia yang terkena PMK. Dari daerah itu, ada kabupaten yang berstatus merah dan akan ditutup total. Hewan boleh keluar, tetapi harus dipotong terlebih dulu. Ini sebagai pencegahan penularan PMK,” kata SYL kemarin.

Selain itu, untuk pemutusan penularan PMK, dari daerah status hijau tidak boleh masuk ke dalam radius 11 kilometer. Ada penutupan akses untuk hewan ternak.

Dia menjelaskan, Bali menjadi daerah zero PMK. Sebab, di sana setiap ada kasus langsung ditangani dan dipotong. ”Bali bisa dibuat contoh. Saya ingin Jateng menjadi provinsi pertama keluar atau bebas dari PMK. Kabupaten Klaten sanggup. Saya harapkan Grobogan juga bisa,” pintanya.

SYL menyebut, saat ini ada 22 negara yang mengalami krisis pangan. Dari jumlah negara itu, ada 11 juta warga terancam kelaparan. Beruntung, Indonesia mempunyai daya ketahanan pangan yang bagus dan alam yang mendukung. ”Ketika negara lain masih kekurangan makan, Indonesia masih tetap mempunyai sumber daya pangan melimpah,” terangnya.

Dia juga menjelaskan, saat ini subsidi pupuk tidak dikurangi. Bahkan, jumlahnya lebih. Hanya, jumlah subsidi untuk jenis tertentu dikurangi. Sedangkan untuk penerima lebih banyak, total subsidinya sekitar Rp 24 triliun.

”Jumlahnya (subsidi, Red) bertambah besar. Seperti subsidi untuk pupuk urea subur dan NPK,” tandasnya. ”Ada kenaikan harga pupuk, karena dampak perang Ukraina dan Rusia. Bahan baku pupuk berupa pospat, potas, dan kalium berasal dari sana,” imbuhnya.

Mentan Syahril Yasin Limpo berkunjungan ke pabrik PT Japfa Grobogan. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

Bupati Grobogan Sri Sumarni menyebut, peternakan di Kabupaten Grobogan sangat besar. Dengan populasi 204 ribu ekor sapi potong, 173 ekor sapi perah, 1.816 kerbau, 152 ribu ekor kambing, 32 ribu domba, dan 300 ekor babi.

Baca Juga :  Ini Lima Desa Wisata di Grobogan yang Terima Kucuran Dana Rp 100-500 Juta

Kabupaten Grobogan masuk darurat PMK karena ada 2.197 ekor hewan terkena PMK. Namun, 1.117 hewan sapi sembuh. Akibat PMK hanya ada 50 sapi mati dan tiga ekor terpaksa dipotong. ”Kasus aktif PMK saat ini ada 1.027 kasus,” ujarnya.

Setelah ada kasus PMK, maka dibentuk Satgas PMK dengan melibatkan lintas sektoral dan pembuatan SE Bupati untuk penanganannya. Kemudian pembentukan satgas penanganan PMK tingkat kecamatan sampai tingkat desa. Juga melakukan penutupan pasar hewan selama dua bulan terakhir ini serta membuka posko penyekatan dan pengawasan lalu lintas ternak.

”Kami juga lakukan kegiatan penyemprotan ecoenzyme bersama PMI di pasar hewan, RPH, kandangan komunal, dan kelompok ternak. Untuk sapi yang sakit diobati,” ujarnya.

Sementara itu, terkait dengan vaksinasi PMK, tahap awal mendapatkan 5 ribu dosis. Tahap kedua mendapatkan 7.500 dosis dan ditargetkan enam hari selesai. ”Vaksin masih kurang. Kami berharap mendapatkan lebih banyak lagi. Saya tadi minta tambahan, selanjutnya dikasih 300 ribu dosis,” imbuhnya.

Usai kunjungan di Pasar Hewan Ketitang, Mentan SYL berkunjung ke pabrik pakan PT Japfa Grobogan. Tujunnya, memperkuat kerja sama (MoU) pemberdayaan peternakan rakyat dan menjamin kestabilan harga jagung petani hingga akselerasi ekspor.

Bagi kementan, eksistensi PT Japfa sangat penting untuk menyerap jagung petani di seluruh Indonesia. Khususnya dari Grobogan.

Sementara itu, Presiden Komisaris Japfa Syamsir Siregar mengatakan, pihaknya terus berkomitmen dan berkontribusi pada pengembangan peternakan nasional. MoU ini bagian dari komitmen pemberdayaan peternakan rakyat. Saat ini Japfa telah bermitra dengan lebih dari 13 ribu peternak di berbagai wilayah di Indonesia.

”Adanya MoU ini, Japfa akan memberi pendampingan dalam pengembangan peternakan modern. Termasuk di dalamnya pengembangan peternakan ayam dengan metode closed loop. Juga memberikan dukungan dan fasilitas peningkatan kualitas sumber daya manusia di industri peternakan,” terangnya.

Pihaknya juga mengembangkan kelembagaan ekonomi peternak melalui jejaring kemitraan usaha serta pemasaran. ”Berapa pun hasil panen jagung di Grobogan kami siap menerima. Asalkan sesuai dengan mutu dan kualitas,” tambahnya. (mun/lin)






Reporter: Sirojul Munir

Most Read

Artikel Terbaru