27.2 C
Kudus
Tuesday, February 7, 2023

Pembebasan Lahan TIS Petroleum E dan P Blora PTE LTD di Grobogan Berjalan Alot, Ini Masalahnya 

GROBOGAN – Pembebasan lahan untuk pembangunan saran fasilitas produksi TIS Petroleum E dan P Blora PTE LTD di Desa Gubug, Kecamatan Gubug masih alot. Pemilik lahan meminta pembebasan lahan Rp 500 ribu per meter, sedangkan KJPP SKK Migas menyanggupi Rp 286 ribu per meter.

Upaya untuk menjembatani antara warga dengan TIS Petroleum E dan P Blora PTE LTD sudah dilakukan pemerintah desa. Sampai ada mediasi di kantor desa dan area pengeboran gas di Desa Pranten, Kecamatan Gubug.

“Dari warga masih belum setuju dan meminta per meter Rp 500 ribu per meter. Namun dari dari harga yang disodorkan SKK Migas per meter hanya Rp 286 ribu pemeter,” kata Kepala Desa Gubug Hadi Santoso.


Setelah tidak ada titik temu tentang permasalahan harga, keputusan untuk harga pembebasan lahan akan menunggu dari Penlok Pengadilan. Selain itu, juga akan meninjau dari pertimbangan dari Gubernur Jawa Tengah dan Kementerian Keuangan.

Baca Juga :  Kekurangan Sejak 2016, Dinkes Grobogan Kembali Peroleh Vaksin Polio

Lahan yang dibebaskan dari proyek tersebut di antaranya Sutiyem 1.588 m2, Ponirah 1.694 m2, Hardjo alias Soekardi 2.320 m2 dan Murwati 2.640 m2. Kemudian lahan milik Jamiul Fawaid 3.530 m2, Jakiyono 2.550 m2, Dalail 2.590 m2, dan Soleman 2.820 m2.

“Dalam putusan harga itu, ada tiga yang setuju untuk menjual. Tetapi karena ada yang menolak maka ikut menolak juga,” ujarnya.

Lahan sawah yang akan di beli oleh SKK Migas merupakan lahan yang masuk wilayah Desa Gubug RT 2 RW 1 Desa Gubug, Kecamatan Gubug. Sedangkan tanah SKK Migas masuk di wilayah Desa Pranten, Kecamatan Gubug dan warga Desa Gubug yang terdampak sebanyak 8 lahan perorangan. (mun/mal)






Reporter: Sirojul Munir

GROBOGAN – Pembebasan lahan untuk pembangunan saran fasilitas produksi TIS Petroleum E dan P Blora PTE LTD di Desa Gubug, Kecamatan Gubug masih alot. Pemilik lahan meminta pembebasan lahan Rp 500 ribu per meter, sedangkan KJPP SKK Migas menyanggupi Rp 286 ribu per meter.

Upaya untuk menjembatani antara warga dengan TIS Petroleum E dan P Blora PTE LTD sudah dilakukan pemerintah desa. Sampai ada mediasi di kantor desa dan area pengeboran gas di Desa Pranten, Kecamatan Gubug.

“Dari warga masih belum setuju dan meminta per meter Rp 500 ribu per meter. Namun dari dari harga yang disodorkan SKK Migas per meter hanya Rp 286 ribu pemeter,” kata Kepala Desa Gubug Hadi Santoso.

Setelah tidak ada titik temu tentang permasalahan harga, keputusan untuk harga pembebasan lahan akan menunggu dari Penlok Pengadilan. Selain itu, juga akan meninjau dari pertimbangan dari Gubernur Jawa Tengah dan Kementerian Keuangan.

Baca Juga :  Dalam Seminggu, Polres Grobogan Berhasil Amankan 12 Pelaku Judi

Lahan yang dibebaskan dari proyek tersebut di antaranya Sutiyem 1.588 m2, Ponirah 1.694 m2, Hardjo alias Soekardi 2.320 m2 dan Murwati 2.640 m2. Kemudian lahan milik Jamiul Fawaid 3.530 m2, Jakiyono 2.550 m2, Dalail 2.590 m2, dan Soleman 2.820 m2.

“Dalam putusan harga itu, ada tiga yang setuju untuk menjual. Tetapi karena ada yang menolak maka ikut menolak juga,” ujarnya.

Lahan sawah yang akan di beli oleh SKK Migas merupakan lahan yang masuk wilayah Desa Gubug RT 2 RW 1 Desa Gubug, Kecamatan Gubug. Sedangkan tanah SKK Migas masuk di wilayah Desa Pranten, Kecamatan Gubug dan warga Desa Gubug yang terdampak sebanyak 8 lahan perorangan. (mun/mal)






Reporter: Sirojul Munir

Most Read

Artikel Terbaru