alexametrics
24.2 C
Kudus
Saturday, May 21, 2022

Patung Dibersihkan saat Dewa Dapur Naik ke Langit

GROBOGAN Jelang perayaan Imlek, Kelenteng Hok An Bio Dewa Bumi Purwodadi kembali melakukan rutinitas setiap tahunnya. Ritual bersih-bersih patung dewa-dewi mulai di keluarkan dari tempatnya untuk dilakukan pembersihan.

Pembersihan tersebut dilakukan pengurus Tri Darma dan masyarakat sekitar kelenteng. Tak sembarangan, ritual pembersihan patung dewa tau rupang menjadi kewajiban yang harus dilakukan jelang pergantian tahun.

”Pembersihan patung dewa dilakukan di waktu khusus, seperti saat ini. Ketika semua dewa naik ke langit memberikan laporan. Jatuh pada 22 Januari ini. Hari sebelumnya Kongco naik ke altar,” ujar Locu Kelenteng Hok An Bio Purwodadi, Ine Indriasari.


Mereka memulai sekitar pukul 08.00 hingga 12.00. Hal itu dilakukan saat Dewa Ciauw Kun Kong atau Dewa Dapur naik ke langit untuk menyampaikan laporan kejadian yang ada di rumahnya selama setahun.

Ritual ini dianggap sebagai pengantar para dewa-dewi naik ke atas kayangan. Ruh mereka akan kembali ke tempat semula sepekan setelah ini. Sehingga saat dibersihkan patung tersebut sudah dalam keadaan kosong, karena ruh mereka sedang naik ke kayangan.

”Kami membersihkan semua yang ada di sini. Kami mengeluarkan seluruh benda-benda dan patung ke teras vihara. Ada sekitar 39 patung dewa-dewi atau 15 tokoh suci, pengawal hingga hewan kesayangan yang dibersihkan.

Mereka mulai mengelap patung, mencuci rak, hingga menyapu halaman hingga ruangan sembahyang. Bahkan, biasanya malam sebelum Dewa Dapur naik ke langit, ada yang megoles madu ke bibir Dewa Dapur dimaksud agar ia melaporkan kejadian yang manis-manis saja kepada Tuhan.

Baca Juga :  Rusak Parah, Perbaikan Terminal Gubug Diperkirakan Telan Rp 10 Miliar
(INTAN MAYLANI SABRINA/RADAR KUDUS)

Sedangkan, Ketua Pengurus Yayasan Tri Darma Purwodadi, Budi Wiguna menambahkan, pembersihan ini tidak bisa asal dilakukan. Sisa dupa sisa sembahyang tidak bisa sembarangan dibuang. Hanya disaring, dibersihkan kemudian dikembalikan ke tempat semula.

”Kami percaya jika sisa hio ini sakral. Lantaran banyak permohonan dari jemaat. Membawa doa positif mereka. Maka abu ini selalu disimpan,” jelasnya.

Tak lupa, penjaga klenteng juga masih akan rutin mengganti menu persembahan jelang Imlek. Biasanya pergantian persembahan dilakukan sebulan dua kali. Namun, jelang Imlek hampir setiap hari diganti.

Diungkapkan, menu wajib persembahan yang selalu ada antara lain buah-buahan, kue keranjang, hu cu, kue ku’ mirip tempurung kura-kura, hingga kue bolu. ”Biasanya jemaat ada yang membawa persembahan saat ke sini. Persembahan yang dibawa kesukaan leluhur,” ujarnya.

Pihaknya pun berharap, di tahun shio macan air apa pun yang dilakukan akan berbalas terhadap dirinya. Bahkan, ia percaya jika tahun ini akan ada shio yang bertentangan dengan shio tersebut.

”Kalau ada yang sakit parah, jangan di bawah kakinya. Tetapi di samping, jangan di atas juga dikhawatirkan menghalangi jalannya beliau berangkat. Kalau mau dimasukin peti, kalau takut shio jangan dilihat,” ungkapnya.






Reporter: Intan Maylani Sabrina

GROBOGAN Jelang perayaan Imlek, Kelenteng Hok An Bio Dewa Bumi Purwodadi kembali melakukan rutinitas setiap tahunnya. Ritual bersih-bersih patung dewa-dewi mulai di keluarkan dari tempatnya untuk dilakukan pembersihan.

Pembersihan tersebut dilakukan pengurus Tri Darma dan masyarakat sekitar kelenteng. Tak sembarangan, ritual pembersihan patung dewa tau rupang menjadi kewajiban yang harus dilakukan jelang pergantian tahun.

”Pembersihan patung dewa dilakukan di waktu khusus, seperti saat ini. Ketika semua dewa naik ke langit memberikan laporan. Jatuh pada 22 Januari ini. Hari sebelumnya Kongco naik ke altar,” ujar Locu Kelenteng Hok An Bio Purwodadi, Ine Indriasari.

Mereka memulai sekitar pukul 08.00 hingga 12.00. Hal itu dilakukan saat Dewa Ciauw Kun Kong atau Dewa Dapur naik ke langit untuk menyampaikan laporan kejadian yang ada di rumahnya selama setahun.

Ritual ini dianggap sebagai pengantar para dewa-dewi naik ke atas kayangan. Ruh mereka akan kembali ke tempat semula sepekan setelah ini. Sehingga saat dibersihkan patung tersebut sudah dalam keadaan kosong, karena ruh mereka sedang naik ke kayangan.

”Kami membersihkan semua yang ada di sini. Kami mengeluarkan seluruh benda-benda dan patung ke teras vihara. Ada sekitar 39 patung dewa-dewi atau 15 tokoh suci, pengawal hingga hewan kesayangan yang dibersihkan.

Mereka mulai mengelap patung, mencuci rak, hingga menyapu halaman hingga ruangan sembahyang. Bahkan, biasanya malam sebelum Dewa Dapur naik ke langit, ada yang megoles madu ke bibir Dewa Dapur dimaksud agar ia melaporkan kejadian yang manis-manis saja kepada Tuhan.

Baca Juga :  Peringati HPN 2022, Jurnalis dan Polres Grobogan Gelar Vaksinasi Anak
(INTAN MAYLANI SABRINA/RADAR KUDUS)

Sedangkan, Ketua Pengurus Yayasan Tri Darma Purwodadi, Budi Wiguna menambahkan, pembersihan ini tidak bisa asal dilakukan. Sisa dupa sisa sembahyang tidak bisa sembarangan dibuang. Hanya disaring, dibersihkan kemudian dikembalikan ke tempat semula.

”Kami percaya jika sisa hio ini sakral. Lantaran banyak permohonan dari jemaat. Membawa doa positif mereka. Maka abu ini selalu disimpan,” jelasnya.

Tak lupa, penjaga klenteng juga masih akan rutin mengganti menu persembahan jelang Imlek. Biasanya pergantian persembahan dilakukan sebulan dua kali. Namun, jelang Imlek hampir setiap hari diganti.

Diungkapkan, menu wajib persembahan yang selalu ada antara lain buah-buahan, kue keranjang, hu cu, kue ku’ mirip tempurung kura-kura, hingga kue bolu. ”Biasanya jemaat ada yang membawa persembahan saat ke sini. Persembahan yang dibawa kesukaan leluhur,” ujarnya.

Pihaknya pun berharap, di tahun shio macan air apa pun yang dilakukan akan berbalas terhadap dirinya. Bahkan, ia percaya jika tahun ini akan ada shio yang bertentangan dengan shio tersebut.

”Kalau ada yang sakit parah, jangan di bawah kakinya. Tetapi di samping, jangan di atas juga dikhawatirkan menghalangi jalannya beliau berangkat. Kalau mau dimasukin peti, kalau takut shio jangan dilihat,” ungkapnya.






Reporter: Intan Maylani Sabrina

Most Read

Artikel Terbaru

/