alexametrics
29.2 C
Kudus
Monday, May 23, 2022

Diduga Jatuh saat Bersepeda, Bocah di Grobogan Tewas Tenggelam di Irigasi

GROBOGAN – Nasib nahas dialami PA, 6, warga RT 3 RW 1 Desa Karanggeneng, Kecamatan Godong, Grobogan. Bocah tersebut ditemukan tenggelam di saluran irigasi di desa setempat Sabtu (22/1).

Kejadian tersebut sekitar pukul 06.30, saat korban bersama kakaknya hendak berangkat ke sekolah. Keduanya bersepeda milik masing-masing. Saat berada di tempat kejadian perkara (TKP), sang kakak meminta adiknya untuk ke depan agar mudah terpantau.

Namun, PA menolak dengan memilih tetap di jalur belakang. Saat itu medan jalan menanjak, selang 15 meteran dari TKP. Sang kakak melihat ke belakang, namun adiknya sudah tidak ada di belakangnya. Kemudian ia memutar balik lagi dan melihat hanya ada sepeda milik adiknya.


Melihat kejadian tersebut, warga di sekitar lokasi langsung melapor ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Grobogan. Mendapatkan laporan tersebut, BPBD langsung menurunkan sepuluh personel tim reaksi cepat (TRC)  untuk melakukan pencarian.

Baca Juga :  Kejari Periksa Tersangka Korupsi Keuangan Desa Jatipecaron Pekan Ini

”Korban diduga terjatuh ke saluran irigasi. Selain sepeda, juga ditemukan sandal jepit yang dipakai korban di pinggir saluran irigasi. Diduga korban tenggelam, namun memang tidak ada saksi yang melihat korban tercebur,” ungkap Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Grobogan Masrikan.

Setelah dilakukan pencarian sekitar empat jam, akhirnya korban ditemukan sekitar pukul 11.00. Dengan radius tiga kilometer dari lokasi pertama kali tercebur. Korban juga ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas. (int/war)






Reporter: Intan Maylani Sabrina

GROBOGAN – Nasib nahas dialami PA, 6, warga RT 3 RW 1 Desa Karanggeneng, Kecamatan Godong, Grobogan. Bocah tersebut ditemukan tenggelam di saluran irigasi di desa setempat Sabtu (22/1).

Kejadian tersebut sekitar pukul 06.30, saat korban bersama kakaknya hendak berangkat ke sekolah. Keduanya bersepeda milik masing-masing. Saat berada di tempat kejadian perkara (TKP), sang kakak meminta adiknya untuk ke depan agar mudah terpantau.

Namun, PA menolak dengan memilih tetap di jalur belakang. Saat itu medan jalan menanjak, selang 15 meteran dari TKP. Sang kakak melihat ke belakang, namun adiknya sudah tidak ada di belakangnya. Kemudian ia memutar balik lagi dan melihat hanya ada sepeda milik adiknya.

Melihat kejadian tersebut, warga di sekitar lokasi langsung melapor ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Grobogan. Mendapatkan laporan tersebut, BPBD langsung menurunkan sepuluh personel tim reaksi cepat (TRC)  untuk melakukan pencarian.

Baca Juga :  Capai Target, Pelaksanaan Vaksinasi Booster di Grobogan Diperbolehkan

”Korban diduga terjatuh ke saluran irigasi. Selain sepeda, juga ditemukan sandal jepit yang dipakai korban di pinggir saluran irigasi. Diduga korban tenggelam, namun memang tidak ada saksi yang melihat korban tercebur,” ungkap Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Grobogan Masrikan.

Setelah dilakukan pencarian sekitar empat jam, akhirnya korban ditemukan sekitar pukul 11.00. Dengan radius tiga kilometer dari lokasi pertama kali tercebur. Korban juga ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas. (int/war)






Reporter: Intan Maylani Sabrina

Most Read

Artikel Terbaru

/