alexametrics
23.2 C
Kudus
Saturday, July 2, 2022

Sering Bocor, Atap Rumah Dinas Bupati Grobogan Terpaksa Dibongkar

GROBOGAN – Bupati Grobogan Sri Sumarni harus pindah tempat kerja di kantor Setda lantai satu. Rumah dinas, ruang kerja, kantor rumah tangga, ruang sekpri dibongkar. Bangunan yang dibangun tahun 1987 tersebut dibongkar karena rangka dan atap bangunan tersebut bocor ketika hujan.

Akibat rusaknya atap dan palfon rumah dinas tersebut menjadikan kerja tidak nyaman dan bisa mencelakan penghuninya. Kejadian plafon ambrol bahkan sempat membuat Bupati celaka. Ketika itu, Bupati Sri Sumarni sedang keluar kamar mandi beberapa waktu lalu. Hanya beberapa saat plafon kamar mandi ambrol. Hal sama juga terjadi pada plafon di teras rumah dinas juga ambrol. Beruntung tidak ada korban jiwa. Lapuknya bangunan tersebut, kemudian dibongkar total.

”Ambrolnya plafon rumah dinas ini karena kayu kayu sudah dimakan rayap. Ada sambungan tidak teratur. Jika tidak diganti beresiko roboh dan juga bocor terus,” kata Kabag Umum Setda Grobogan Siti Makrifatul Aminah, kemarin.


Dikatakan, pembangunan atap bangunan rumah dinas tidak semua dilakukan. Hanya dilakukan sebagian. Sebab, terbatas anggaran. Untuk pengganti atap rumah dan kerangka kayu akan diganti dengan besi. Apalagi bangunan rumah dinas, kantor dinas bupati, kantor rumah tangga dan sekpri yang jadi satu kompleks merupakan bangunan cagar budaya.

Baca Juga :  Sadis! Bocah 16 Tahun di Grobogan Tega Pukul Neneknya Sendiri hingga Tewas

”Pembangunanya tidak merubah bentuk karena masuk benda cagar budaya. Bentuknya sama persis. Atap dan rangkanya sama,” ujarnya.

Meski demikian, dalam pembangunan mengganti atap dan rangka tersebut membutuhkan biasa besar. Yaitu sebesar Rp 1,6 miliar. Waktu pembangunan membutuhkan waktu tiga bulan. Mulai September, Oktober dan November. Sedangkan kekuranganya berupa pemeliharaan dianggarkan lagi tahun depan.

”Sementara waktu Bupati menempati kantor Setda lantai satu. Menempati kantor asisten dua dan ruang rapat lantai satu bersama dengan sekpri dan rumah tangga,” terang dia.

Sementara itu, untuk istirahat Bupati sementara waktu menempati rumah pribadi di Dusun Gebangan, Desa Putat, Kecamatan Purwodadi. Sedangkan kantor lantai satu Setda hanya untuk ruang kerja, ruang transit dan ruang istirahat.

”Jika ada tamu dan pertemuan rapat di ruang kerja lantai satu untuk sementara. Karena mempunyai tempat luas dan sama dengan ruang kerja bupati,” tandasnya. (him)






Reporter: Sirojul Munir

GROBOGAN – Bupati Grobogan Sri Sumarni harus pindah tempat kerja di kantor Setda lantai satu. Rumah dinas, ruang kerja, kantor rumah tangga, ruang sekpri dibongkar. Bangunan yang dibangun tahun 1987 tersebut dibongkar karena rangka dan atap bangunan tersebut bocor ketika hujan.

Akibat rusaknya atap dan palfon rumah dinas tersebut menjadikan kerja tidak nyaman dan bisa mencelakan penghuninya. Kejadian plafon ambrol bahkan sempat membuat Bupati celaka. Ketika itu, Bupati Sri Sumarni sedang keluar kamar mandi beberapa waktu lalu. Hanya beberapa saat plafon kamar mandi ambrol. Hal sama juga terjadi pada plafon di teras rumah dinas juga ambrol. Beruntung tidak ada korban jiwa. Lapuknya bangunan tersebut, kemudian dibongkar total.

”Ambrolnya plafon rumah dinas ini karena kayu kayu sudah dimakan rayap. Ada sambungan tidak teratur. Jika tidak diganti beresiko roboh dan juga bocor terus,” kata Kabag Umum Setda Grobogan Siti Makrifatul Aminah, kemarin.

Dikatakan, pembangunan atap bangunan rumah dinas tidak semua dilakukan. Hanya dilakukan sebagian. Sebab, terbatas anggaran. Untuk pengganti atap rumah dan kerangka kayu akan diganti dengan besi. Apalagi bangunan rumah dinas, kantor dinas bupati, kantor rumah tangga dan sekpri yang jadi satu kompleks merupakan bangunan cagar budaya.

Baca Juga :  52.284 KK Menumpang, Pemkab Grobogan Gencarkan Bantuan RTLH Stimulan

”Pembangunanya tidak merubah bentuk karena masuk benda cagar budaya. Bentuknya sama persis. Atap dan rangkanya sama,” ujarnya.

Meski demikian, dalam pembangunan mengganti atap dan rangka tersebut membutuhkan biasa besar. Yaitu sebesar Rp 1,6 miliar. Waktu pembangunan membutuhkan waktu tiga bulan. Mulai September, Oktober dan November. Sedangkan kekuranganya berupa pemeliharaan dianggarkan lagi tahun depan.

”Sementara waktu Bupati menempati kantor Setda lantai satu. Menempati kantor asisten dua dan ruang rapat lantai satu bersama dengan sekpri dan rumah tangga,” terang dia.

Sementara itu, untuk istirahat Bupati sementara waktu menempati rumah pribadi di Dusun Gebangan, Desa Putat, Kecamatan Purwodadi. Sedangkan kantor lantai satu Setda hanya untuk ruang kerja, ruang transit dan ruang istirahat.

”Jika ada tamu dan pertemuan rapat di ruang kerja lantai satu untuk sementara. Karena mempunyai tempat luas dan sama dengan ruang kerja bupati,” tandasnya. (him)






Reporter: Sirojul Munir

Most Read

Artikel Terbaru

/