alexametrics
31.3 C
Kudus
Wednesday, June 22, 2022

Terdapat Pumping, Perbaikan Jalan Diponegoro Purwodadi Diperlakukan Khusus

GROBOGAN – Kondisi tanah yang berbeda membuat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) melakukan perlakuan khusus pada titik tertentu saat perbaikan jalan. Di antaranya di Jalan Diponegoro. Di saat jalan di wilayah Kota Purwodadi diperbaiki dengan aspal ATB, di lokasi jalan tersebut juga dicor. Sebab, terdapat pumping di bagian bawah tanah.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus, Selasa (21/6) perbaikan di Jalan Diponegoro masih satu lajur. Yakni, lajur dari pengendara arah utara menuju selatan. Tepatnya setelah perempatan Danyang. Pengendara dari utara diarahkan memakai lajur dari arah selatan. Lajur tersebut yang semula searah dibuat dua arah. Diberi pembatas bagian tengah.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Grobogan Wahyu Tri Darmawanto menyebut, sebenarnya secara umum jalan di Grobogan diperbaiki dengan cor beton, tetapi untuk wilayah Kota mayoritas di aspal ATB.


“Perbaikan menggunakan aspal di jalan wilayah Kota saat ini diantaranya seperti jalan Ahmad Yani dan Jalan S Parman,” terangnya.

Alasan perbaikan memakai aspal ATB di wilayah kota karena sebagian besar kontur tanah baik. Dan bagian dasar jalan sudah keras. Sementara di luar wilayah kota karena dasar dan tanahnya kurang baik dipakai cor beton. Agar jalan tak mudah rusak.

Baca Juga :  Banyak Formasi Kosong, Pemkab Grobogan Kekurangan ASN

Perbaikan Jalan di wilayah kota yang dicor yakni hanya Jalan Diponegoro. Itu dikecualikan karena di wilayah tersebut tanahnya kurang bagus. Terdapat pumping. Yakni bagian rongga di bawah tanah yang memungkinkan menyimpan air.

“Disela-sela cor biasanya akan muncul air. Kalau diaspal saja ya pasti akan mudah rusak. Untuk itu pakai cor beton blok,” terangnya.

Jalan tersebut diperbaiki dengan anggaran dari APBD Kabupaten dengan biaya Rp 1,18 miliar. Dengan masa pengerjaan 150 hari. Dimulai sejak (23/6).

“Ada yang bertanya saat musrenbang, kenapa tidak aspal saja, sehingga bisa dapat perbaikan panjang. Kami beritahu di wilayah tersebut ada pumping. Jadi kami pilih pakai cor beton. Perbaikannya ini sedang jalan, dengan panjang 400 meter,” imbuhnya. (tos/mal)






Reporter: Eko Santoso

GROBOGAN – Kondisi tanah yang berbeda membuat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) melakukan perlakuan khusus pada titik tertentu saat perbaikan jalan. Di antaranya di Jalan Diponegoro. Di saat jalan di wilayah Kota Purwodadi diperbaiki dengan aspal ATB, di lokasi jalan tersebut juga dicor. Sebab, terdapat pumping di bagian bawah tanah.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus, Selasa (21/6) perbaikan di Jalan Diponegoro masih satu lajur. Yakni, lajur dari pengendara arah utara menuju selatan. Tepatnya setelah perempatan Danyang. Pengendara dari utara diarahkan memakai lajur dari arah selatan. Lajur tersebut yang semula searah dibuat dua arah. Diberi pembatas bagian tengah.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Grobogan Wahyu Tri Darmawanto menyebut, sebenarnya secara umum jalan di Grobogan diperbaiki dengan cor beton, tetapi untuk wilayah Kota mayoritas di aspal ATB.

“Perbaikan menggunakan aspal di jalan wilayah Kota saat ini diantaranya seperti jalan Ahmad Yani dan Jalan S Parman,” terangnya.

Alasan perbaikan memakai aspal ATB di wilayah kota karena sebagian besar kontur tanah baik. Dan bagian dasar jalan sudah keras. Sementara di luar wilayah kota karena dasar dan tanahnya kurang baik dipakai cor beton. Agar jalan tak mudah rusak.

Baca Juga :  Diberi Bantuan Jokowi, Mata Pedagang Es Gempol di Grobogan Berkaca-kaca

Perbaikan Jalan di wilayah kota yang dicor yakni hanya Jalan Diponegoro. Itu dikecualikan karena di wilayah tersebut tanahnya kurang bagus. Terdapat pumping. Yakni bagian rongga di bawah tanah yang memungkinkan menyimpan air.

“Disela-sela cor biasanya akan muncul air. Kalau diaspal saja ya pasti akan mudah rusak. Untuk itu pakai cor beton blok,” terangnya.

Jalan tersebut diperbaiki dengan anggaran dari APBD Kabupaten dengan biaya Rp 1,18 miliar. Dengan masa pengerjaan 150 hari. Dimulai sejak (23/6).

“Ada yang bertanya saat musrenbang, kenapa tidak aspal saja, sehingga bisa dapat perbaikan panjang. Kami beritahu di wilayah tersebut ada pumping. Jadi kami pilih pakai cor beton. Perbaikannya ini sedang jalan, dengan panjang 400 meter,” imbuhnya. (tos/mal)






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/