alexametrics
27.9 C
Kudus
Wednesday, June 22, 2022

Anggaran Kekeringan Belum Terpakai, Begini Kata BPBD Grobogan

GROBOGAN – Anggaran untuk penanggulangan bencana kekeringan di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan sampai saat ini belum terpakai. Sebab, sampai Juni di kabupaten terluas kedua se-Jawa Tengah tersebut belum ada laporan kekeringan dan permintaan bantuan droping air bersih.

Kepala BPBD Grobogan Endang Sulistiyoningsih mengatakan belum ada permintaan adanya droping air sampai bulan ini. Akibatnya anggara untuk droping air bersih belum terpakai yaitu Rp 100 juta.

”Pengajuan droping air bersih di Kabupaten Grobogan masih nihil dan belum ada permintaan. Tahun ini masuk musim kemarau basah,” kata Endang Sulistiyoningsih.


Dikatakan, dari  data Kecamatan terindikasi rawan kekeringan pada tahun lalu berada di Kecamatan Gabus, Kradenan, Pulokukon, Toroh, Geyer, Penawangan , Karangrayung, dan Kecamatan Kedungjati. Namun, dari beberapa kecamatan tersebut belum ada yang mengajukan.

Baca Juga :  Satpam Pati Raya Ikuti Lomba Keterampilan di Polres Grobogan

”Kami sudah siapkan untuk anggaranya. Jika ada permintaan langsung kami kirimkan bantuan droping air bersih,” terang dia.

Sementara itu, data anggaran untuk droping air bersih untuk atasi bencana kekeringan di Grobogan jika masih kurang akan dimintakan ke APBD Grobogan. Yaitu melalui dana tidak terduga masuk dalam kategori darurat bencana.

”Jika anggaran tidak mencukupi maka bisa dianggarkan di anggaran perubahan APBD Grobogan,” ujarya. (mun/zen)






Reporter: Sirojul Munir

GROBOGAN – Anggaran untuk penanggulangan bencana kekeringan di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan sampai saat ini belum terpakai. Sebab, sampai Juni di kabupaten terluas kedua se-Jawa Tengah tersebut belum ada laporan kekeringan dan permintaan bantuan droping air bersih.

Kepala BPBD Grobogan Endang Sulistiyoningsih mengatakan belum ada permintaan adanya droping air sampai bulan ini. Akibatnya anggara untuk droping air bersih belum terpakai yaitu Rp 100 juta.

”Pengajuan droping air bersih di Kabupaten Grobogan masih nihil dan belum ada permintaan. Tahun ini masuk musim kemarau basah,” kata Endang Sulistiyoningsih.

Dikatakan, dari  data Kecamatan terindikasi rawan kekeringan pada tahun lalu berada di Kecamatan Gabus, Kradenan, Pulokukon, Toroh, Geyer, Penawangan , Karangrayung, dan Kecamatan Kedungjati. Namun, dari beberapa kecamatan tersebut belum ada yang mengajukan.

Baca Juga :  Bahayakan Pengendara, Warga Grobogan Keluhkan Jalan Berlubang

”Kami sudah siapkan untuk anggaranya. Jika ada permintaan langsung kami kirimkan bantuan droping air bersih,” terang dia.

Sementara itu, data anggaran untuk droping air bersih untuk atasi bencana kekeringan di Grobogan jika masih kurang akan dimintakan ke APBD Grobogan. Yaitu melalui dana tidak terduga masuk dalam kategori darurat bencana.

”Jika anggaran tidak mencukupi maka bisa dianggarkan di anggaran perubahan APBD Grobogan,” ujarya. (mun/zen)






Reporter: Sirojul Munir

Most Read

Artikel Terbaru

/