alexametrics
25.2 C
Kudus
Saturday, June 4, 2022

Kakanwil Kemenag Jateng Sambangi Madrasah Aliyah NU Kalijaga, Rintis Sekolah di Daerah Terpencil

GROBOGAN – Tim verifikasi ijin operasional Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah didampingi tim Kemenag Kabupaten Grobogan sambangi Madrasah Aliyah NU Kalijaga di Desa Asemrudung, Geyer, Grobogan. Dalam rangka memverifikasi kelengkapan dokumen, fasilitas, dan sarana prasarana.

Kedatangan tim dari Kakanwil Kemenag Jateng dan Kemenag Grobogan itu disambut meriah dengan lantunan sholawat serta tabuhan rebana. Para siswa dari berbagai lulusan SMA/sederajat yang sedang menempuh bimbingan di lokasi tersebut berdiri berjejer menyambut kedatangan tim.

Sambutan itu diapresiasi tim dari Kakanwil Kemenag Jateng. Ketua Tim Verifikasi Agus Mahasin menyebut itu kali pertama tim verifikator disambut meriah dalam proses verifikasi di Grobogan.


Agus menambahkan pihaknya mengunjungi madrasah tersebut dalam rangka mengecek persyaratan. Seperti persyaratan administrasi, teknis, dan hingga syarat kelayakan.

Kepada pihak Yayasan Al Yahya Nusantara selaku pemohon ijin, pihak kakanwil Jateng tersebut menanyakan status badan hukum. Kemudian status tanah dan ketersediaan bangunan di atas tanah. Hingga kondisi bangunan. Dan persyaratan dokumen serta berkas lainnya.

Baca Juga :  Sidak ke Pasar, Tim Gabungan Temukan Frozen Food Kedaluwarsa Masih Dijual
YAYASAN AL YAHYA NUSANTARA FOR RADAR KUDUS

Mayoritas persyaratan tersebut sudah terpenuhi. Seperti status badan hukum yang telah dimiliki pihak yayasan. Status tanah yang sudah wakaf. Hiingga jumlah gedung bangunan yang telah ada.

Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Grobogan Roziqun menyebut pengajuan ijin operasional Madrasah Aliyah NU Kalijaga tersebut memang sudah berlangsung sejak 2019 lalu. Ia pun mengapresiasi pihak yayasan yang tetap gigih berjuang mendirikan sekolah di daerah terpencil.

“Kondisinya jauh lebih baik dari beberapa waktu lalu saat kami kesini,” jelasnya.

Kepala Yayasan Al Yahya Nusantara Wahyudi menambahkan minimnya minat sekolah di wilayah Desa Asemrudung dan sekitarnya membuatnya prihatin. Sehingga pihaknya bersama pengurus yayasan berjuang mendirikan Madrasah Aliyah.

“Setelah lulus SMP banyak yang tidak melanjutkan. Karena untuk jenjang SMA sederajat harus keluar daerah. Untuk itu kami mengupayakan agar ada lembaga pendidikan setara SMA sebagai wadah mereka yang ingin melanjutkan sekolah,” terangnya. (tos/adv)

GROBOGAN – Tim verifikasi ijin operasional Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah didampingi tim Kemenag Kabupaten Grobogan sambangi Madrasah Aliyah NU Kalijaga di Desa Asemrudung, Geyer, Grobogan. Dalam rangka memverifikasi kelengkapan dokumen, fasilitas, dan sarana prasarana.

Kedatangan tim dari Kakanwil Kemenag Jateng dan Kemenag Grobogan itu disambut meriah dengan lantunan sholawat serta tabuhan rebana. Para siswa dari berbagai lulusan SMA/sederajat yang sedang menempuh bimbingan di lokasi tersebut berdiri berjejer menyambut kedatangan tim.

Sambutan itu diapresiasi tim dari Kakanwil Kemenag Jateng. Ketua Tim Verifikasi Agus Mahasin menyebut itu kali pertama tim verifikator disambut meriah dalam proses verifikasi di Grobogan.

Agus menambahkan pihaknya mengunjungi madrasah tersebut dalam rangka mengecek persyaratan. Seperti persyaratan administrasi, teknis, dan hingga syarat kelayakan.

Kepada pihak Yayasan Al Yahya Nusantara selaku pemohon ijin, pihak kakanwil Jateng tersebut menanyakan status badan hukum. Kemudian status tanah dan ketersediaan bangunan di atas tanah. Hingga kondisi bangunan. Dan persyaratan dokumen serta berkas lainnya.

Baca Juga :  Dites Urine, Satu Awak Bus di Grobogan Positif Morfin
YAYASAN AL YAHYA NUSANTARA FOR RADAR KUDUS

Mayoritas persyaratan tersebut sudah terpenuhi. Seperti status badan hukum yang telah dimiliki pihak yayasan. Status tanah yang sudah wakaf. Hiingga jumlah gedung bangunan yang telah ada.

Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Grobogan Roziqun menyebut pengajuan ijin operasional Madrasah Aliyah NU Kalijaga tersebut memang sudah berlangsung sejak 2019 lalu. Ia pun mengapresiasi pihak yayasan yang tetap gigih berjuang mendirikan sekolah di daerah terpencil.

“Kondisinya jauh lebih baik dari beberapa waktu lalu saat kami kesini,” jelasnya.

Kepala Yayasan Al Yahya Nusantara Wahyudi menambahkan minimnya minat sekolah di wilayah Desa Asemrudung dan sekitarnya membuatnya prihatin. Sehingga pihaknya bersama pengurus yayasan berjuang mendirikan Madrasah Aliyah.

“Setelah lulus SMP banyak yang tidak melanjutkan. Karena untuk jenjang SMA sederajat harus keluar daerah. Untuk itu kami mengupayakan agar ada lembaga pendidikan setara SMA sebagai wadah mereka yang ingin melanjutkan sekolah,” terangnya. (tos/adv)

Most Read

Artikel Terbaru

/