alexametrics
25.2 C
Kudus
Sunday, May 15, 2022

Tiga Alat Berat Rusak, Sampah di TPA Purwodadi Berserakan

GROBOGAN – Tiga alat berat untuk mengolah sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Ngembak, Kecamatan Purwodadi rusak bersamaan. Imbasnya tumpukan sampah meluber hingga ke jalan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Grobogan Nugroho Agus Prastowo mengatakan, tiga alat berat tersebut antaranya dua bulldozer dan satu ekskavator. Tiga alat tersebut yang dimiliki TPA saat ini, namun rusak dalam waktu bersamaan. Membuat kegiatan di TPA terkendala.

”Fungsinya ketiga alat tersebut berbeda-beda. Kalau rusak semua otomatis kami kualahan dalam mengelola sampah. Sedangkan sampah dari beberapa TPS masuk setiap saat. Sempat membuat penumpukan sampah hingga meluber ke jalan yang ada di dalam TPA,” jelasnya.


Diungkapkan, perbaikan ketiga alat berat tersebut juga terkendala anggaran minim yang dimiliki DLH. Per tahun ini, hanya ada Rp 74 juta. Sedangkan estimasi dana untuk perbaikan bisa mencapai Rp 190 juta.

Baca Juga :  Kejari Grobogan Tetapkan Perades Jatipecaron Tersangka Dugaan Korupsi

Hal itu disebabkan, karena spare part alat berat susah didapat di Kabupaten Grobogan. Pihaknya harus menunggu spare part dari luar kota. Meski begitu, kemarin salah satu alat berat dilakukan perbaikan sementara.

”Sempat beli spare part ke luar, datang sekitar jam 04.00 tadi (kemarin, Red). Langsung dilembur perbaiki, yang penting bisa jalan dulu alatnya. Pagi tadi (kemarin, Red) sudah bisa dipakai lagi untuk ekskavatornya. Sehingga sampah sudah bisa dimasukkan di zona, tidak di jalanan. Kami berharap upaya perbaikan terus dilakukan sehingga alat berat bisa digunakan secepatnya,” imbuh Sub Koordinator Penanganan Sampah DLH Grobogan Noer Rochman. (int/ali)

GROBOGAN – Tiga alat berat untuk mengolah sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Ngembak, Kecamatan Purwodadi rusak bersamaan. Imbasnya tumpukan sampah meluber hingga ke jalan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Grobogan Nugroho Agus Prastowo mengatakan, tiga alat berat tersebut antaranya dua bulldozer dan satu ekskavator. Tiga alat tersebut yang dimiliki TPA saat ini, namun rusak dalam waktu bersamaan. Membuat kegiatan di TPA terkendala.

”Fungsinya ketiga alat tersebut berbeda-beda. Kalau rusak semua otomatis kami kualahan dalam mengelola sampah. Sedangkan sampah dari beberapa TPS masuk setiap saat. Sempat membuat penumpukan sampah hingga meluber ke jalan yang ada di dalam TPA,” jelasnya.

Diungkapkan, perbaikan ketiga alat berat tersebut juga terkendala anggaran minim yang dimiliki DLH. Per tahun ini, hanya ada Rp 74 juta. Sedangkan estimasi dana untuk perbaikan bisa mencapai Rp 190 juta.

Baca Juga :  Kejari Grobogan Tetapkan Perades Jatipecaron Tersangka Dugaan Korupsi

Hal itu disebabkan, karena spare part alat berat susah didapat di Kabupaten Grobogan. Pihaknya harus menunggu spare part dari luar kota. Meski begitu, kemarin salah satu alat berat dilakukan perbaikan sementara.

”Sempat beli spare part ke luar, datang sekitar jam 04.00 tadi (kemarin, Red). Langsung dilembur perbaiki, yang penting bisa jalan dulu alatnya. Pagi tadi (kemarin, Red) sudah bisa dipakai lagi untuk ekskavatornya. Sehingga sampah sudah bisa dimasukkan di zona, tidak di jalanan. Kami berharap upaya perbaikan terus dilakukan sehingga alat berat bisa digunakan secepatnya,” imbuh Sub Koordinator Penanganan Sampah DLH Grobogan Noer Rochman. (int/ali)

Most Read

Artikel Terbaru

/