alexametrics
24.6 C
Kudus
Tuesday, July 5, 2022

Sembilan Perlintasan Kereta Api Liar di Grobogan bakal Ditutup

GROBOGAN – Tahun depan Dirjen Keselamatan Perkeretaapian Kemenhub beserta Dishub Grobogan akan menutup sembilan perlintasan sebidang tanpa palang pintu liar. Penutupan itu dilakukan di sepanjang perlintasan Tegowanu-Sulursari.

Kepala Dishub Grobogan Agung Sutanto melalui Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Agus Sumarsana mengatakan, sinkronisasi data dilakukan Dirjen Keselamatan Perkeretaapian Kemenhub, PT KAI dan Dishub Grobogan.

“Sembilan titik tersebut memang perlintasan liar yang tidak terdata di Dishub maupun PT KAI. Dengan luasan sekitar 1 meter dan merupakan akses ke persawahan,” tegasnya.


Penegasan penutupan itu juga dilakukan agar tidak ada lagi pembukaan perlintasan baru. Penutupan juga dilakukan untuk menormalisasi jalur kereta api dan meningkatkan keselamatan perjalanan pengendara di kawasan perlintasan sebidang.

Selain titik perlintasan sebidang liar, hingga kini Dishub Grobogan mendata perlintasan sebidang masih tersisa 42 perlintasan. Tahun ini hanya ada satu pengurangan perlintasan yang ada di Desa Mangusari Kecamatan Tegowanu, diganti dengan flyover.

“Jumlah perlintasan sebidang terus berkurang dari sebelumnya ada 59 perlintasan. Kini sudah menjadi 42 perlintasan, sedangkan palang pintu resmi hanya ada 14 titik dan yang dijaga secara swadaya ada 75 titik,” katanya.

Baca Juga :  Terungkap! Ketinggian Rel Diduga Jadi Penyebab Kecelakaan Kereta Api

Menurutnya, penanganan untuk perlintasan sebidang dilakukan dengan tiga cara. Pertama perlintasan dibuat tidak sebidang dengan membangun jalan layang atau flyover. Kemudian, pemerintah daerah dengan tegas menutup perlintasan sebidang yang tidak berizin atau liar agar tidak tumbuh baru. Serta, operator dan pemerintah meningkatkan keselamatan dengan memasang perlengkapan keamanan permanen atau palang pintu otomatis.

“Di Kabupaten Grobogan 80 persen di antaranya sudah dikelola desa melalui swadaya atau DD. Meski baru dijaga pak ogah atau membuat semi permanen,” ungkapnya. (mal)






Reporter: Intan Maylani Sabrina

GROBOGAN – Tahun depan Dirjen Keselamatan Perkeretaapian Kemenhub beserta Dishub Grobogan akan menutup sembilan perlintasan sebidang tanpa palang pintu liar. Penutupan itu dilakukan di sepanjang perlintasan Tegowanu-Sulursari.

Kepala Dishub Grobogan Agung Sutanto melalui Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Agus Sumarsana mengatakan, sinkronisasi data dilakukan Dirjen Keselamatan Perkeretaapian Kemenhub, PT KAI dan Dishub Grobogan.

“Sembilan titik tersebut memang perlintasan liar yang tidak terdata di Dishub maupun PT KAI. Dengan luasan sekitar 1 meter dan merupakan akses ke persawahan,” tegasnya.

Penegasan penutupan itu juga dilakukan agar tidak ada lagi pembukaan perlintasan baru. Penutupan juga dilakukan untuk menormalisasi jalur kereta api dan meningkatkan keselamatan perjalanan pengendara di kawasan perlintasan sebidang.

Selain titik perlintasan sebidang liar, hingga kini Dishub Grobogan mendata perlintasan sebidang masih tersisa 42 perlintasan. Tahun ini hanya ada satu pengurangan perlintasan yang ada di Desa Mangusari Kecamatan Tegowanu, diganti dengan flyover.

“Jumlah perlintasan sebidang terus berkurang dari sebelumnya ada 59 perlintasan. Kini sudah menjadi 42 perlintasan, sedangkan palang pintu resmi hanya ada 14 titik dan yang dijaga secara swadaya ada 75 titik,” katanya.

Baca Juga :  Dishub Grobogan Prioritaskan Uji Emisi Gas Buang dalam Pengujian Kendaraan

Menurutnya, penanganan untuk perlintasan sebidang dilakukan dengan tiga cara. Pertama perlintasan dibuat tidak sebidang dengan membangun jalan layang atau flyover. Kemudian, pemerintah daerah dengan tegas menutup perlintasan sebidang yang tidak berizin atau liar agar tidak tumbuh baru. Serta, operator dan pemerintah meningkatkan keselamatan dengan memasang perlengkapan keamanan permanen atau palang pintu otomatis.

“Di Kabupaten Grobogan 80 persen di antaranya sudah dikelola desa melalui swadaya atau DD. Meski baru dijaga pak ogah atau membuat semi permanen,” ungkapnya. (mal)






Reporter: Intan Maylani Sabrina

Most Read

Artikel Terbaru

/