alexametrics
28.4 C
Kudus
Wednesday, September 28, 2022

Kembali Digelar, Festival Jerami Banjarejo Dipastikan Meriah, Catat Tanggalnya

GROBOGAN – Festival Jerami Banjarejo (FJB) 3 kembali digelar tahun ini. Ada 23 patung dari bahan jerami yang dipamerkan di lapangan Desa Banjarejo, Gabus, Grobogan, selama 10 hari. Mulai 30 September sampai 9 Oktober mendatang. Butuh sekitar 10 ton jerami untuk membuat patung-patung itu.

Wartawan Jawa Pos Radar Kudus ini kemarin (20/9) ke lokasi pembuatan yang juga lokasi pameran patung di di lapangan Desa Banjarejo, Gabus, Grobogan.

Tangan terampil terlihat dari pekerja warga Desa Banjarejo. Mereka memilah dan memilih jerami digunakan sebagai bahan pembuatan patung pada Festival Jerami.


Salah satu patung yang dibuat adalah Dewi Sri. Patung itu paling besar dibandingkan patung-patung lainnya. Tingginya 7 meter dan lebar 2,5 meter.

Karena ukurannya besar dan tinggi, pembuatannya harus menggunakan tangga. Alat-alat itu digunakan menyusun rangka, karung goni, jarum, dan memasang jerami. Pembuatannya melibatkan 15 pekerja.

”Patung Dewi Sri sebagai lambang kemakmuran,” kata Kepala Desa Banjarejo Ahmad Taufik.

Pembuatan patung desi itu sekarang ini sudah 50 persen. Sudah terlihat bentuk kepala, badan, dan tangan. ”Bagian kaki masih proses pembuatannya,” terangnya.

”Semua patung yang jadi nanti diarak keliling desa pada Jumat (23/9),” ujarnya.

FJB ini bakal meriah. Maklum dua tahun terakhir acara itu tidak digelar karena pandemi Covid-19. FJB pertama digelar pada 2018 dan kedua tahun 2019. Kemudian dua tahun setelahnya yaitu 2020 dan 2021 tidak digelar karena pandemi.

Selain itu, ada sejumlah artis ibu kota yang akan menghibur pengunjung secara bergantian selama acara berlangsung.

TELATEN: Ibu-ibu warga Desa Banjarejo memilih jerami yang akan digunakan membuat patung gajah di Festival Jerami Banjarejo Tiga kemarin. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

Ahmad Taufik mengatakan FJB 3 ini merupakan event tahunan. Tahun ini tahun ketiga. Karena festival itu, Desa Banjarejo ditetapkan sebagai Desa Wisata.

”Temanya Nusantara. Maka kami menghadirkan patung dari pra sejarah, zaman purba, masa penjajahan, hingga masa kerajaan nusantara,” kata Ahmad Taufik.

Kegiatan itu menjadikan jerami dari hasil petani desa setempat untuk dikelola menjadi karya seni. Seperti pembuatan patung fosil, binatang, dewa-dewi, hewan, kendaraan, dan aneka bentuk lainya. Pembuatanya dilakukan warga sendiri. Dibagi per kelompok, sesuai masing-masing dusun.

Baca Juga :  Terbentur Peraturan Menteri, Dinas Grobogan Gagal Dirikan TPA Sampah

”Bahan baku pembuatan patung jerami tahun ini menghabiskan 10 ton. Biaya pembuatanya mencapai puluhan juta rupiah,” terang dia.

Sedangkan pembuatan patung-patung jerami itu rata-rata dua pekan. Jumlah patung yang dibuat ada 23 bentuk.

”Kami harapkan warga masyarakat bisa belajar dalam kehidupanya. Setelah itu ada patung masa kerajaan masa penjajahan dan bisa melihat masa lalu dan masa sekarang,” tandasnya.

Rencananya FJB 3 ini dibuka Jumat (30/9) malam oleh Bupati Sri Sumarni. Dilanjutkan hiburan yaitu penampilan artis ibu kota Abah Lala. Kemudian hiburan lainya, Sabtu (1/10) ada penampilan barongan Demak Joyokusumo, RSW dan Musik Jalanan Purwodadi Feat Dinda Teratu dan artis ibu kota Maulana Ardiansyah.

Acara hiburan lainya, Minggu (2/10) diisi dengan parade reog 200 personel, PFC Feat Ronggo Wasito Joyo dan malam harinya ada Farel Prayoga penembang lagu Ojo Dibandingke di hadapan presiden RI Jokowi saat upacara kemerdekaan RI. Selanjutnya, Senin (3/10) mulai pagi ada festival barongan, angklung Godan dan malam harinya ada hiburan Warastra Dedangduters.

Acara lainya pada Selasa (4/10) ada Sulap dan Badut, CNF dan malamnya ada keroncong Muda Saputra. Rabu (5/10) ada karawitan, Dangdut Ragasa dan malam harinya ada artis ibu kota Liberty (Duo Mletre). Kamis (6/10) ada penampilan barongan, Javansa dan Cakrawala FT Difarina Indra. Jumat (7/10) ada lomba mewarnai, parade band, tari topeng ireng, geculan bocah sureng dan Sabtu (8/10) ada hiburan barongsai, little tones dan artis ibu kota Evan Loos dikenal dengan lagu Full Senyum Sayang. Minggu (9/10) ada hiburan KCW, Damara Dee dan ditutup dengan Ngaji Budaya. (mun/war)






Reporter: Sirojul Munir

GROBOGAN – Festival Jerami Banjarejo (FJB) 3 kembali digelar tahun ini. Ada 23 patung dari bahan jerami yang dipamerkan di lapangan Desa Banjarejo, Gabus, Grobogan, selama 10 hari. Mulai 30 September sampai 9 Oktober mendatang. Butuh sekitar 10 ton jerami untuk membuat patung-patung itu.

Wartawan Jawa Pos Radar Kudus ini kemarin (20/9) ke lokasi pembuatan yang juga lokasi pameran patung di di lapangan Desa Banjarejo, Gabus, Grobogan.

Tangan terampil terlihat dari pekerja warga Desa Banjarejo. Mereka memilah dan memilih jerami digunakan sebagai bahan pembuatan patung pada Festival Jerami.

Salah satu patung yang dibuat adalah Dewi Sri. Patung itu paling besar dibandingkan patung-patung lainnya. Tingginya 7 meter dan lebar 2,5 meter.

Karena ukurannya besar dan tinggi, pembuatannya harus menggunakan tangga. Alat-alat itu digunakan menyusun rangka, karung goni, jarum, dan memasang jerami. Pembuatannya melibatkan 15 pekerja.

”Patung Dewi Sri sebagai lambang kemakmuran,” kata Kepala Desa Banjarejo Ahmad Taufik.

Pembuatan patung desi itu sekarang ini sudah 50 persen. Sudah terlihat bentuk kepala, badan, dan tangan. ”Bagian kaki masih proses pembuatannya,” terangnya.

”Semua patung yang jadi nanti diarak keliling desa pada Jumat (23/9),” ujarnya.

FJB ini bakal meriah. Maklum dua tahun terakhir acara itu tidak digelar karena pandemi Covid-19. FJB pertama digelar pada 2018 dan kedua tahun 2019. Kemudian dua tahun setelahnya yaitu 2020 dan 2021 tidak digelar karena pandemi.

Selain itu, ada sejumlah artis ibu kota yang akan menghibur pengunjung secara bergantian selama acara berlangsung.

TELATEN: Ibu-ibu warga Desa Banjarejo memilih jerami yang akan digunakan membuat patung gajah di Festival Jerami Banjarejo Tiga kemarin. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

Ahmad Taufik mengatakan FJB 3 ini merupakan event tahunan. Tahun ini tahun ketiga. Karena festival itu, Desa Banjarejo ditetapkan sebagai Desa Wisata.

”Temanya Nusantara. Maka kami menghadirkan patung dari pra sejarah, zaman purba, masa penjajahan, hingga masa kerajaan nusantara,” kata Ahmad Taufik.

Kegiatan itu menjadikan jerami dari hasil petani desa setempat untuk dikelola menjadi karya seni. Seperti pembuatan patung fosil, binatang, dewa-dewi, hewan, kendaraan, dan aneka bentuk lainya. Pembuatanya dilakukan warga sendiri. Dibagi per kelompok, sesuai masing-masing dusun.

Baca Juga :  Kejari Periksa Tersangka Korupsi Keuangan Desa Jatipecaron Pekan Ini

”Bahan baku pembuatan patung jerami tahun ini menghabiskan 10 ton. Biaya pembuatanya mencapai puluhan juta rupiah,” terang dia.

Sedangkan pembuatan patung-patung jerami itu rata-rata dua pekan. Jumlah patung yang dibuat ada 23 bentuk.

”Kami harapkan warga masyarakat bisa belajar dalam kehidupanya. Setelah itu ada patung masa kerajaan masa penjajahan dan bisa melihat masa lalu dan masa sekarang,” tandasnya.

Rencananya FJB 3 ini dibuka Jumat (30/9) malam oleh Bupati Sri Sumarni. Dilanjutkan hiburan yaitu penampilan artis ibu kota Abah Lala. Kemudian hiburan lainya, Sabtu (1/10) ada penampilan barongan Demak Joyokusumo, RSW dan Musik Jalanan Purwodadi Feat Dinda Teratu dan artis ibu kota Maulana Ardiansyah.

Acara hiburan lainya, Minggu (2/10) diisi dengan parade reog 200 personel, PFC Feat Ronggo Wasito Joyo dan malam harinya ada Farel Prayoga penembang lagu Ojo Dibandingke di hadapan presiden RI Jokowi saat upacara kemerdekaan RI. Selanjutnya, Senin (3/10) mulai pagi ada festival barongan, angklung Godan dan malam harinya ada hiburan Warastra Dedangduters.

Acara lainya pada Selasa (4/10) ada Sulap dan Badut, CNF dan malamnya ada keroncong Muda Saputra. Rabu (5/10) ada karawitan, Dangdut Ragasa dan malam harinya ada artis ibu kota Liberty (Duo Mletre). Kamis (6/10) ada penampilan barongan, Javansa dan Cakrawala FT Difarina Indra. Jumat (7/10) ada lomba mewarnai, parade band, tari topeng ireng, geculan bocah sureng dan Sabtu (8/10) ada hiburan barongsai, little tones dan artis ibu kota Evan Loos dikenal dengan lagu Full Senyum Sayang. Minggu (9/10) ada hiburan KCW, Damara Dee dan ditutup dengan Ngaji Budaya. (mun/war)






Reporter: Sirojul Munir

Most Read

Artikel Terbaru