alexametrics
30.3 C
Kudus
Friday, July 22, 2022

Bangunan Liar di Bawah Jembatan Peganjing Grobogan Dirobohkan, Pemilik Pasrah

GROBOGAN – Bangunan liar di bawah Jembatan Peganjing di Dusun Gatak, Desa Sembungharjo, Pulokulon, Grobogan, dibongkar polisi, Dinas PUPR, Kodim, dan Satpol PP kemarin. Pembongkaran secara manual. Tanpa alat berat, karena posisi yang sempit, yaitu di bawah jembatan.

Dalam proses pembongkaran tak ada perlawanan dari pihak pembangun. Sehingga berjalan sesuai rencana.

Pembongkaran berlangsung sekitar sejam. Pukul 08.30-09.30. Bangunan liar itu dibangun pakai herbel dan sebagian telah diplaster. Sepanjang delapan meter. Berada di bawah jembatan bagian barat.


Petugas bahkan hanya memakai bodem dan palu.

Kepala Satpol PP Nur Nawanta menyebut upaya pembongkaran merupakan penertiban atas Perda Nomor 12 tahun 2021 Tentang rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) Kabupaten Grobogan tahun 2021-2041. Selain itu secara regulasi didukung surat dari PUPR terkait permohonan pembongkaran bangunan liar.

”Proses penertiban sudah secara persuasif humanis. Pada April lalu kami sampaikan agar membongkar sendiri tetapi ternyata tak dilakukan,” jelasnya.

Baca Juga :  Skema Tak Sesuai Permintaan, Dua Trayek Feeder di Grobogan Sepi Peminat 

Karena tak diindahkan itu, akhirnya ditindaklanjuti dengan teguran tertulis. Mulai dari surat peringatan satu sampai tiga. Namun tetap saja pemilik tak menghiraukan.

“Untuk itu hari ini kami bongkar. Pembongkaran tidak pakai alat berat. Kami lakukan manual,” katanya.

Pihaknya menyebut pemilik semula sempat keberatan. Namun langsung segera dimediasi. Terlebih  bangunan itu menurut laporan warga dikhawatirkan akan jadi tempat hiburan layaknya kafe dan karaoke. Sehingga warga sekitar tak terima. Dan perlu ditertibkan.

“Katanya mau dijadikan kafe. Maka warga melapor. Kami hari ini turut melibatkan TNI polri untuk pengamanan. Antisipasi jika ada bentrok,” terangnya.

Sementara terkait sanksi bagi pihak yang bersangkutan menurutnya tak ada. Sebab tindakan tersebut kategori pelanggaran administrasi. Sehingga hanya pembongkaran saja. (tos/zen)






Reporter: Eko Santoso

GROBOGAN – Bangunan liar di bawah Jembatan Peganjing di Dusun Gatak, Desa Sembungharjo, Pulokulon, Grobogan, dibongkar polisi, Dinas PUPR, Kodim, dan Satpol PP kemarin. Pembongkaran secara manual. Tanpa alat berat, karena posisi yang sempit, yaitu di bawah jembatan.

Dalam proses pembongkaran tak ada perlawanan dari pihak pembangun. Sehingga berjalan sesuai rencana.

Pembongkaran berlangsung sekitar sejam. Pukul 08.30-09.30. Bangunan liar itu dibangun pakai herbel dan sebagian telah diplaster. Sepanjang delapan meter. Berada di bawah jembatan bagian barat.

Petugas bahkan hanya memakai bodem dan palu.

Kepala Satpol PP Nur Nawanta menyebut upaya pembongkaran merupakan penertiban atas Perda Nomor 12 tahun 2021 Tentang rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) Kabupaten Grobogan tahun 2021-2041. Selain itu secara regulasi didukung surat dari PUPR terkait permohonan pembongkaran bangunan liar.

”Proses penertiban sudah secara persuasif humanis. Pada April lalu kami sampaikan agar membongkar sendiri tetapi ternyata tak dilakukan,” jelasnya.

Baca Juga :  Sebulan Satu Kasus, Dinkes Pastikan Angka Kematian Ibu di Grobogan Menurun

Karena tak diindahkan itu, akhirnya ditindaklanjuti dengan teguran tertulis. Mulai dari surat peringatan satu sampai tiga. Namun tetap saja pemilik tak menghiraukan.

“Untuk itu hari ini kami bongkar. Pembongkaran tidak pakai alat berat. Kami lakukan manual,” katanya.

Pihaknya menyebut pemilik semula sempat keberatan. Namun langsung segera dimediasi. Terlebih  bangunan itu menurut laporan warga dikhawatirkan akan jadi tempat hiburan layaknya kafe dan karaoke. Sehingga warga sekitar tak terima. Dan perlu ditertibkan.

“Katanya mau dijadikan kafe. Maka warga melapor. Kami hari ini turut melibatkan TNI polri untuk pengamanan. Antisipasi jika ada bentrok,” terangnya.

Sementara terkait sanksi bagi pihak yang bersangkutan menurutnya tak ada. Sebab tindakan tersebut kategori pelanggaran administrasi. Sehingga hanya pembongkaran saja. (tos/zen)






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/