alexametrics
25 C
Kudus
Tuesday, June 21, 2022

Kasus PMK Semakin Mengkhawatirkan, Pemkab Grobogan Tetapkan Darurat Bencana

GROBOGAN – Kasus penyakit mulut dan kulit (PMK) di Kabupaten Grobogan terus meningkat. Merata di 19 kecamatan. Dengan jumlah kasus aktif mencapai 1.132. Hal itu ditindaklanjuti pemkab dengan menetapkan sebagai darurat bencana.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Grobogan Riyanto menyebut terkait status itu akan ditetapkan melalui SK bupati. Yang kini sedang proses pendatanganan. Termasuk tindaklanjut dengan pembentukan satgas.

“Menetapkan darurat bencana menunggu penandatanganan bupati. Kalau satgas terdiri dari anggota polres, kodim, kejaksaan. Termasuk DPRD,” jelasnya.


Menurutnya dari 1.132 total kasus, mayoritas PMK menyerang sapi. Dengan jumlah 1.103 ekor. Kerbau 26, dan kambing tiga ekor. Empat kasus PMK lainnya berujung kematian. Dan dua lainnya dipotong paksa.

“Yang sembuh ada 123 kasus. Dalam upaya penyembuhan kami mengantisipasi dengan memberikan vitamin. Tapi kini stok kami sudah habis,” terangnya.

Sementara untuk mengantisipasi penularan, penutupan pasar hewan akan diperpanjang. Dengan batas waktu yang belum diketahui. Menunggu kondisi membaik. “Jika dibuka lagi nantinya tetap harus melalui rakor,” paparnya.

Baca Juga :  Rusak Parah, Pasar Tuko Grobogan Direhab Total, Segini Anggarannya

Penutupan pasar hewan itu juga sesuai SOP Kementerian Pertanian yang tertuang dalam SE kementerian pertanian. Yang menyebut bahwa tidak boleh menerima hewan masuk dari daerah lain yang telah terindikasi kasus PMK. Dan sebaliknya, bagi daerah yang telah terjangkit PMK tak boleh mengeluarkan ternak.

Dengan pembatasan itu, ia berharap masyarakat Grobogan tak khawatir dengan stok hewan kurban. Masyarakat dan pedagang bisa bertransaksi dengan peternak dan pedagang lokal. Terlebih stok hewan di Grobogan relatif melimpah. Mencapai 204 ribu ternak.

“Dalam waktu dekat kami akan mengadakan edukasi dengan pimpinan desa bersama kades-kades. Ada juga layanan interaktif untuk aduan masyarakat,” katanya.

Tak hanya itu pemerintah pusat menurutnya juga mewacanakan vaksinasi. Untuk tahap awal rencananya ada 800 ribu. Sudah mendarat 12 ribu.

“Jawa Tengah dapat alokasi 1.000 saja yang akan dilaunching di Sukoharjo. Kalau Grobogan belum,” imbuhnya. (tos/zen)






Reporter: Eko Santoso

GROBOGAN – Kasus penyakit mulut dan kulit (PMK) di Kabupaten Grobogan terus meningkat. Merata di 19 kecamatan. Dengan jumlah kasus aktif mencapai 1.132. Hal itu ditindaklanjuti pemkab dengan menetapkan sebagai darurat bencana.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Grobogan Riyanto menyebut terkait status itu akan ditetapkan melalui SK bupati. Yang kini sedang proses pendatanganan. Termasuk tindaklanjut dengan pembentukan satgas.

“Menetapkan darurat bencana menunggu penandatanganan bupati. Kalau satgas terdiri dari anggota polres, kodim, kejaksaan. Termasuk DPRD,” jelasnya.

Menurutnya dari 1.132 total kasus, mayoritas PMK menyerang sapi. Dengan jumlah 1.103 ekor. Kerbau 26, dan kambing tiga ekor. Empat kasus PMK lainnya berujung kematian. Dan dua lainnya dipotong paksa.

“Yang sembuh ada 123 kasus. Dalam upaya penyembuhan kami mengantisipasi dengan memberikan vitamin. Tapi kini stok kami sudah habis,” terangnya.

Sementara untuk mengantisipasi penularan, penutupan pasar hewan akan diperpanjang. Dengan batas waktu yang belum diketahui. Menunggu kondisi membaik. “Jika dibuka lagi nantinya tetap harus melalui rakor,” paparnya.

Baca Juga :  Rusak Parah, Pasar Tuko Grobogan Direhab Total, Segini Anggarannya

Penutupan pasar hewan itu juga sesuai SOP Kementerian Pertanian yang tertuang dalam SE kementerian pertanian. Yang menyebut bahwa tidak boleh menerima hewan masuk dari daerah lain yang telah terindikasi kasus PMK. Dan sebaliknya, bagi daerah yang telah terjangkit PMK tak boleh mengeluarkan ternak.

Dengan pembatasan itu, ia berharap masyarakat Grobogan tak khawatir dengan stok hewan kurban. Masyarakat dan pedagang bisa bertransaksi dengan peternak dan pedagang lokal. Terlebih stok hewan di Grobogan relatif melimpah. Mencapai 204 ribu ternak.

“Dalam waktu dekat kami akan mengadakan edukasi dengan pimpinan desa bersama kades-kades. Ada juga layanan interaktif untuk aduan masyarakat,” katanya.

Tak hanya itu pemerintah pusat menurutnya juga mewacanakan vaksinasi. Untuk tahap awal rencananya ada 800 ribu. Sudah mendarat 12 ribu.

“Jawa Tengah dapat alokasi 1.000 saja yang akan dilaunching di Sukoharjo. Kalau Grobogan belum,” imbuhnya. (tos/zen)






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/