alexametrics
28.8 C
Kudus
Saturday, August 6, 2022

BPBD Grobogan: Stok Bronjong untuk Cegah Lonsor dan Banjir Aman

GROBOGAN – Musim penghujan banyak bencana alam. Di antaranya tanah longsor dan banjir. Meski begitu, stok bronjong dan sak milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan masih terbilang aman.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Grobogan Endang Sulistyoningsih melalui Kabid Rehabilitasi dan Rekontruksi Bondan Pujanarko mengatakan, stok bronjong dan kasang atau sak sempat menipis pada pertengahan tahun ini. Namun, kini melimpah kembali.

Pihaknya menganggarkan bronjong di APBD sekitar 256 lembar dan di APBD-Perubahan sebanyak 303 lembar. Kini masih tersisa 231 lembar. Kemudian kasang di APBD ada 3.685 lembar dan di APBD-Perubahan ada 4.660 lembar. Kini persediaan tersisa 3.545 lembar.


Sedangkan untuk anggaran bronjong dan kasang di APBD penetapan sebanyak Rp 146 juta dan di APBD-Perubahan meningkat Rp 175 juta. ”Kami juga menyediakan batu belah sebanyak 648,03 meter kubik. Kini tersisa 324 meter kubik,” ungkapnya.

Baca Juga :  Rusak, Jalan Purwodadi-Blora hanya Diperbaiki 1,3 Kilometer

Meski begitu, hingga kini masih ada empat desa yang mengajukan bantuan darurat itu. Namun, tak kunjung diambil. Antaranya Desa Karangsono, Karangrayung; Desa Godan, Tawangharjo; Desa Linduk, Gabus; dan Desa Jambon, Pulokulon.

Ditambahkan, selama akhir tahun beberapa titik di Kabupaten Grobogan mengalami bencana banjir lantaran banyaknya tanggul jebol. Maka pihaknya pun akan mulai mendata desa yang membutuhkan bantuan darurat seperti bronjong dan kasang.

”Pertengahan tahun kami sempat keterbatasan stok. Sempat kami batasi maksimal 30 meter setiap satu titik. Sisanya mereka bisa swadaya atau pakai dana desa (DD). Namun, kini stok sudah banyak. Desa yang membutuhkan bantuan langsung mengusulkan saja, sehingga bencana bisa segera tertangani dan dampaknya tidak semakin parah,” jelasnya. (zen)

 






Reporter: Intan Maylani Sabrina

GROBOGAN – Musim penghujan banyak bencana alam. Di antaranya tanah longsor dan banjir. Meski begitu, stok bronjong dan sak milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan masih terbilang aman.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Grobogan Endang Sulistyoningsih melalui Kabid Rehabilitasi dan Rekontruksi Bondan Pujanarko mengatakan, stok bronjong dan kasang atau sak sempat menipis pada pertengahan tahun ini. Namun, kini melimpah kembali.

Pihaknya menganggarkan bronjong di APBD sekitar 256 lembar dan di APBD-Perubahan sebanyak 303 lembar. Kini masih tersisa 231 lembar. Kemudian kasang di APBD ada 3.685 lembar dan di APBD-Perubahan ada 4.660 lembar. Kini persediaan tersisa 3.545 lembar.

Sedangkan untuk anggaran bronjong dan kasang di APBD penetapan sebanyak Rp 146 juta dan di APBD-Perubahan meningkat Rp 175 juta. ”Kami juga menyediakan batu belah sebanyak 648,03 meter kubik. Kini tersisa 324 meter kubik,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bupati Grobogan Beri Tali Kasih Atlet Peraih Medali PON Papua

Meski begitu, hingga kini masih ada empat desa yang mengajukan bantuan darurat itu. Namun, tak kunjung diambil. Antaranya Desa Karangsono, Karangrayung; Desa Godan, Tawangharjo; Desa Linduk, Gabus; dan Desa Jambon, Pulokulon.

Ditambahkan, selama akhir tahun beberapa titik di Kabupaten Grobogan mengalami bencana banjir lantaran banyaknya tanggul jebol. Maka pihaknya pun akan mulai mendata desa yang membutuhkan bantuan darurat seperti bronjong dan kasang.

”Pertengahan tahun kami sempat keterbatasan stok. Sempat kami batasi maksimal 30 meter setiap satu titik. Sisanya mereka bisa swadaya atau pakai dana desa (DD). Namun, kini stok sudah banyak. Desa yang membutuhkan bantuan langsung mengusulkan saja, sehingga bencana bisa segera tertangani dan dampaknya tidak semakin parah,” jelasnya. (zen)

 






Reporter: Intan Maylani Sabrina

Most Read

Artikel Terbaru

/