alexametrics
29.2 C
Kudus
Monday, May 23, 2022

Hati-hati! Ratusan Lubang Menganga di Jalan Provinsi Grobogan

GROBOGAN – Meski Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Pemprov Jateng Wilayah Purwodadi terus menambal sulam jalan. Sayang masih tersisa 126 lubang di sejumlah ruas jalan provinsi.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Pemrov Jateng Wilayah Purwodadi Umar mengatakan, lubang-lubang itu dipicu banyaknya kendaraan over dimension over loading (ODOL) yang melintas. Juga curah hujan tinggi membuat sejumlah ruas jalan provinsi mengalami kerusakan parah lagi. Meski petugas rutin menambal.

“Setelah Lebaran sempat berkurang hingga 12 titik lubang. Kini jumlah lubang kembali bertambah jadi 126 lubang per 3 Agustus. Pemeliharaan rutin untuk penambalan jalan per tahun ini sebesar Rp 5,2 miliar untuk penanganan rutin di 13 ruas jalan,” ungkapnya.


Diungkapkan, sebanyak 13 ruas jalan yang dilakukan perawatan antaranya bahan jalan jembatan senilai Rp 2,9 miliar dan jalan jembatan Rp 2,3 miliar. “Sampai sekarang sudah terserap untuk bahan jalan jembatan sebanyak Rp 2,5 miliar. Sedangkan upah jalan jembatan Rp 1,2 miliar. Sedangkan anggaran yang belum terserap untuk perawatan ada sekitar Rp 400 miliar untuk bahan dan Rp 1,1 miliar untuk upah,” ujarnya.

Baca Juga :  Usai Teori, 73 Mahasiswi Universitas An Nur Purwodadi Dilepas Praktik

Setiap harinya, tim perbaikan  Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Pemprov Jateng Wilayah Purwodadi disiagakan untuk memperbaiki ruas jalan yang rusak tersebut. Mulai dari penambalan lubang, melakukan pengecatan silent dan perbaikan talut ambrol.

“Kami ada Aplikasi Jalan Cantik. Kami langsung kerjakan 1×24 jam. Dalam mengatasi banyaknya titik jalan yang rusak, kami juga menyiagakan tim. Tim ini segera melakukan penutupan lubang ataupun kerusakan jalan yang timbul akibat banyaknya genangan,” ungkapnya.

Cuaca yang masih belum stabil, diakuinya menjadi kendala dalam perbaikan jalan. Tim pemeliharaan yang bersiaga juga kerap kualahan lantaran kerap harus dua kali kerja. “Saat ini semua ruas yang rusak diperbaiki, namun tak lama hujan turun. Kalau kami tutup aspal juga percuma, pasti langsung hilang. Untuk mensiasatinya, karena lubang harus tertutup  meski material darurat seperti dastu. Jika cuaca sudah cerah, akan kami tutup dengan cphma (campuran beraspal panas asbuton dihampar dingin),” pungkasnya.

GROBOGAN – Meski Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Pemprov Jateng Wilayah Purwodadi terus menambal sulam jalan. Sayang masih tersisa 126 lubang di sejumlah ruas jalan provinsi.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Pemrov Jateng Wilayah Purwodadi Umar mengatakan, lubang-lubang itu dipicu banyaknya kendaraan over dimension over loading (ODOL) yang melintas. Juga curah hujan tinggi membuat sejumlah ruas jalan provinsi mengalami kerusakan parah lagi. Meski petugas rutin menambal.

“Setelah Lebaran sempat berkurang hingga 12 titik lubang. Kini jumlah lubang kembali bertambah jadi 126 lubang per 3 Agustus. Pemeliharaan rutin untuk penambalan jalan per tahun ini sebesar Rp 5,2 miliar untuk penanganan rutin di 13 ruas jalan,” ungkapnya.

Diungkapkan, sebanyak 13 ruas jalan yang dilakukan perawatan antaranya bahan jalan jembatan senilai Rp 2,9 miliar dan jalan jembatan Rp 2,3 miliar. “Sampai sekarang sudah terserap untuk bahan jalan jembatan sebanyak Rp 2,5 miliar. Sedangkan upah jalan jembatan Rp 1,2 miliar. Sedangkan anggaran yang belum terserap untuk perawatan ada sekitar Rp 400 miliar untuk bahan dan Rp 1,1 miliar untuk upah,” ujarnya.

Baca Juga :  ODGJ Rumah Pelayanan Sosial Grobogan Ikuti Vaksinasi Covid-19 Kedua

Setiap harinya, tim perbaikan  Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Pemprov Jateng Wilayah Purwodadi disiagakan untuk memperbaiki ruas jalan yang rusak tersebut. Mulai dari penambalan lubang, melakukan pengecatan silent dan perbaikan talut ambrol.

“Kami ada Aplikasi Jalan Cantik. Kami langsung kerjakan 1×24 jam. Dalam mengatasi banyaknya titik jalan yang rusak, kami juga menyiagakan tim. Tim ini segera melakukan penutupan lubang ataupun kerusakan jalan yang timbul akibat banyaknya genangan,” ungkapnya.

Cuaca yang masih belum stabil, diakuinya menjadi kendala dalam perbaikan jalan. Tim pemeliharaan yang bersiaga juga kerap kualahan lantaran kerap harus dua kali kerja. “Saat ini semua ruas yang rusak diperbaiki, namun tak lama hujan turun. Kalau kami tutup aspal juga percuma, pasti langsung hilang. Untuk mensiasatinya, karena lubang harus tertutup  meski material darurat seperti dastu. Jika cuaca sudah cerah, akan kami tutup dengan cphma (campuran beraspal panas asbuton dihampar dingin),” pungkasnya.

Most Read

Artikel Terbaru

/