alexametrics
29.4 C
Kudus
Monday, June 27, 2022

Ada Perbaikan Jalan, Jalur Purwodadi-Godong Macet Parah

GROBOGAN – Akibat perbaikan, lalu lintas di Jalan Purwodadi-Godong terpaksa diterapkan sistem buka tutup, dari dua arah. Sistem ini pun menimbulkan kemacetan. Terutama kendaraan roda empat. Sementara lalu lintas kendaran roda dua relatif masih lancar.

Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Kudus ini di lokasi kemarin (19/6) sekitar pukul 11.30 titik perbaikan Jalan Purwodadi-Godong di antaranya di depan SDN 1 Jatilor. Perbaikan dilakukan pada lajur sebelah Selatan. Atau arah dari timur ke barat.

Terlihat ada petugas yang bekerja mengatur waktu buka tutup jalan. Buka tutup diterapkan setiap 15 menit sekali. Saat lajur dari arah barat ditutup dan memberikan akses bagi pengendara dari arah timur, terjadi penumpukan kendaraan roda empat dari arah barat. Sebaliknya ketika arah dari barat dibuka, terjadi kemacetan dari arah timur.


Panjang kemacetan kemarin mencapai setengah kilometer. Dari depan SD N 1 Jatilor ke arah timur. Yang paling terdampak macet yakni pengendara roda empat. Sementara pengendara roda dua bisa tetap lewat dengan melintas di bahu jalan.

Baca Juga :  Gelar Berdoa Bersama, Bupati Minta Status Jalan Nasional Bisa Terealisasi

Pengendara, Kusnandar, warga Desa Menduran, Brati menyebut kemacetan terpanjang sekitar setengah kilometer. Durasi melintasi jalan itu membutuhkan waktu 15-30 menit. Paling parah yakni di waktu sore ketika jam-jam pulang kerja.

“Tapi ya gak masalah demi perbaikan. Daripada jalanya rusak dibiarkan malah tambah parah,” jelasnya.

Kepala Sub Koordinator Wilayah I Dinas Pekerjaan Umum Bina Margha dan Cipta Karya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Wimas Radit Sumbodo menjelaskan proyek pekerjaan pengerasan beton di jalan tersebut dikerjakan dengan nilai kontrak Rp 4 miliar dari nilai pagu Rp 4,25 miliar.

“Proyek tersebut menyasar enam titik. Dikerjakan dalam 100 hari kalender. Dan akan Provisional Hand Over (PHO) atau diserahterimakan pada12 Sepetember 2022,” terangnya.

Pihaknya berharap dengan perbaikan tersebut masyarakat bersabar dan tetap mematuhi peraturan lalu lintas dan arahan petugas di lapangan. Sehingga lalu lintas terkendali. (tos/him)






Reporter: Eko Santoso

GROBOGAN – Akibat perbaikan, lalu lintas di Jalan Purwodadi-Godong terpaksa diterapkan sistem buka tutup, dari dua arah. Sistem ini pun menimbulkan kemacetan. Terutama kendaraan roda empat. Sementara lalu lintas kendaran roda dua relatif masih lancar.

Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Kudus ini di lokasi kemarin (19/6) sekitar pukul 11.30 titik perbaikan Jalan Purwodadi-Godong di antaranya di depan SDN 1 Jatilor. Perbaikan dilakukan pada lajur sebelah Selatan. Atau arah dari timur ke barat.

Terlihat ada petugas yang bekerja mengatur waktu buka tutup jalan. Buka tutup diterapkan setiap 15 menit sekali. Saat lajur dari arah barat ditutup dan memberikan akses bagi pengendara dari arah timur, terjadi penumpukan kendaraan roda empat dari arah barat. Sebaliknya ketika arah dari barat dibuka, terjadi kemacetan dari arah timur.

Panjang kemacetan kemarin mencapai setengah kilometer. Dari depan SD N 1 Jatilor ke arah timur. Yang paling terdampak macet yakni pengendara roda empat. Sementara pengendara roda dua bisa tetap lewat dengan melintas di bahu jalan.

Baca Juga :  Bupati Grobogan Pastikan Alih Status Jalan ke Nasional Segera Terealisasi

Pengendara, Kusnandar, warga Desa Menduran, Brati menyebut kemacetan terpanjang sekitar setengah kilometer. Durasi melintasi jalan itu membutuhkan waktu 15-30 menit. Paling parah yakni di waktu sore ketika jam-jam pulang kerja.

“Tapi ya gak masalah demi perbaikan. Daripada jalanya rusak dibiarkan malah tambah parah,” jelasnya.

Kepala Sub Koordinator Wilayah I Dinas Pekerjaan Umum Bina Margha dan Cipta Karya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Wimas Radit Sumbodo menjelaskan proyek pekerjaan pengerasan beton di jalan tersebut dikerjakan dengan nilai kontrak Rp 4 miliar dari nilai pagu Rp 4,25 miliar.

“Proyek tersebut menyasar enam titik. Dikerjakan dalam 100 hari kalender. Dan akan Provisional Hand Over (PHO) atau diserahterimakan pada12 Sepetember 2022,” terangnya.

Pihaknya berharap dengan perbaikan tersebut masyarakat bersabar dan tetap mematuhi peraturan lalu lintas dan arahan petugas di lapangan. Sehingga lalu lintas terkendali. (tos/him)






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/