alexametrics
28.3 C
Kudus
Sunday, May 22, 2022

Dua Lokasi Destinasi Wisata di Grobogan Digelontor Rp 50 Juta

GROBOGAN – Dua lokasi wisata di Grobogan tahun ini hanya digelontor Rp 50 juta. Dana itu cukup untuk pengembangan dan perawatan.

Dua lokasi itu Gua Lawa-Gua Macan dan Bledug Kuwu. Potensi wisata Gua Lawa dan Macan ini berada di wilayah Pegunungan Kendeng yang merupakan kawasan karst. Tanah di gunung itu mampu menjadi penampung air.

Terakhir goa itu mendapatkan perbaikan pada 2017 dengan dana sebesar Rp 180 juta. Digunakan untuk sarana dan prasarana. Serta pada 2019, mendapat kucuran dana sebesar Rp 2,5 miliar bersumber dari DAK Pemerintah Pusat. Digunakan untuk pembuatan gardu pandang dua lantai,  pagar keliling, gapura identitas, parker, serta pedestrian jalan.


”Anggaran itu hanya ada untuk pemeliharaan saja di tahun ini. Tentu ini masih jauh dari harapan kami,” jelas Kabid Pariwisata Disporabudpar Suliwati.

Baca Juga :  Sidak PTM, Dapat Curhat Orang Tua Frustrasi Dampingi Belajar Anak

Menurutnya anggaran tersebut hanya bisa dipakai untuk menambal sulam bunga yang mati, pupuk tanaman, kebersihan, penggantian lampu-lampu yang mati, beli alat kebersihan dan pengerukan lumpur. ”Tiap kali huja kami atasi, agar lokasi wisata tidak becek ketika hujan,” paparnya.

Padahal, lanjutnya, pihaknya perlu mengembangkan dan promosi destinasi wisata. Menurutnya dinasnya perlu mendapatkan dukungan infrastruktur dan promosi yang gencar sebagai ujung tombak pemasaran. Ke depan destinasi wisata Grobogan bisa ikut serta memiliki sertifikat berstandar cleanliness, health, safety, dan environment sustainability (CHSE).

”Kami berharap keberadaan dan kepedulian CSR di Kabupaten Grobogan bisa ikut turun tangan dalam pengembangan destinasi wisata,” ungkapnya. (int/zen)

GROBOGAN – Dua lokasi wisata di Grobogan tahun ini hanya digelontor Rp 50 juta. Dana itu cukup untuk pengembangan dan perawatan.

Dua lokasi itu Gua Lawa-Gua Macan dan Bledug Kuwu. Potensi wisata Gua Lawa dan Macan ini berada di wilayah Pegunungan Kendeng yang merupakan kawasan karst. Tanah di gunung itu mampu menjadi penampung air.

Terakhir goa itu mendapatkan perbaikan pada 2017 dengan dana sebesar Rp 180 juta. Digunakan untuk sarana dan prasarana. Serta pada 2019, mendapat kucuran dana sebesar Rp 2,5 miliar bersumber dari DAK Pemerintah Pusat. Digunakan untuk pembuatan gardu pandang dua lantai,  pagar keliling, gapura identitas, parker, serta pedestrian jalan.

”Anggaran itu hanya ada untuk pemeliharaan saja di tahun ini. Tentu ini masih jauh dari harapan kami,” jelas Kabid Pariwisata Disporabudpar Suliwati.

Baca Juga :  Kinerja Apik, 32 Personel TNI di Grobogan Terima Kenaikan Pangkat

Menurutnya anggaran tersebut hanya bisa dipakai untuk menambal sulam bunga yang mati, pupuk tanaman, kebersihan, penggantian lampu-lampu yang mati, beli alat kebersihan dan pengerukan lumpur. ”Tiap kali huja kami atasi, agar lokasi wisata tidak becek ketika hujan,” paparnya.

Padahal, lanjutnya, pihaknya perlu mengembangkan dan promosi destinasi wisata. Menurutnya dinasnya perlu mendapatkan dukungan infrastruktur dan promosi yang gencar sebagai ujung tombak pemasaran. Ke depan destinasi wisata Grobogan bisa ikut serta memiliki sertifikat berstandar cleanliness, health, safety, dan environment sustainability (CHSE).

”Kami berharap keberadaan dan kepedulian CSR di Kabupaten Grobogan bisa ikut turun tangan dalam pengembangan destinasi wisata,” ungkapnya. (int/zen)

Most Read

Artikel Terbaru

/